Promosi bisnis menggunakan influencer semakin populer seiring perkembangan media sosial dan perubahan cara masyarakat mencari informasi sebelum membeli produk atau layanan. Banyak perusahaan memanfaatkan popularitas influencer untuk mengenalkan produk kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, strategi ini dapat membantu bisnis membangun kepercayaan, terutama ketika influencer memiliki hubungan yang baik dengan para pengikutnya.
Namun, tidak semua bisnis harus menggunakan strategi tersebut karena popularitas influencer tidak menjamin keberhasilan. Setiap bisnis menentukan target pasar, menyiapkan anggaran, menawarkan jenis produk tertentu, dan menetapkan tujuan penjualan yang berbeda. Karenanya, pemilik bisnis harus mengetahui bagaimana cara influencer marketing berjalan sebelum menentukan dana untuk promosi.
Selain itu, bisnis tidak boleh memilih influencer hanya karena jumlah pengikutnya banyak.Bisnis perlu mempertimbangkan kesesuaian target audiens, tingkat keterlibatan, popularitas influencer, kualitas materi, serta kemampuan influencer dalam menyampaikan informasi untuk mendapatkan hasil promosi yang optimal. Dengan mempertimbangkan hal-hal yang tepat, pengaruh (influencer) bisa menjadi salah satu opsi dalam pemasaran digital, tetapi bukan satunya-satunya opsi yang tersedia.
Apa yang Dimaksud dengan Promosi Menggunakan Influencer?
Promosi dengan menggunakan influencer adalah strategi pemasaran yang melibatkan seseorang yang memiliki pengaruh atau banyak pengikut di media sosial untuk memperkenalkan produk, jasa, atau merek kepada orang-orang yang mereka ikuti. Influencer biasanya membuat konten seperti ulasan, rekomendasi, demo produk, video singkat, postingan media sosial, atau jenis konten lainnya.
Dalam praktiknya, bisnis bisa bekerja sama dengan influencer menggunakan berbagai bentuk kerja sama. Misalnya, bisnis meminta influencer membuat ulasan produk, memberikan bayaran sesuai kesepakatan, menjalankan program afiliasi, atau bekerja sama dalam kampanye selama periode tertentu.
Promosi bisnis dengan menggunakan influencer pada dasarnya memanfaatkan hubungan yang ada antara influencer dan para pengikutnya. Ketika pengikut merasa dekat dan percaya kepada seorang influencer, mereka cenderung mengikuti rekomendasi yang diberikan dan mencari tahu lebih banyak tentang produk tersebut.
Meski begitu, hasil dari promosi tersebut tidak selalu sama untuk setiap bisnis. Audiens influencer biasanya memberikan respons lebih baik ketika bisnis menawarkan produk yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
Baca juga: Mengapa Konsumen Meninggalkan Keranjang Belanja tanpa Checkout? Ini Alasan dan Strateginya
Mengapa Banyak Bisnis Menggunakan Influencer?
Beberapa hal yang membuat influencer menarik bagi bisnis. Pertama, influencer bisa membantu bisnis mencapai audiens yang sudah ada. Bisnis tidak perlu memulai dari awal untuk mendapatkan perhatian karena influencer sudah punya pengikut yang mengikuti konten mereka.
Selain itu, influencer bisa memberikan informasi tentang produk dengan cara yang lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari para penonton. Konten yang terasa alami biasanya lebih gampang menarik minat dibandingkan iklan yang terlalu fokus pada penjualan.
Influencer juga dapat membantu meningkatkan brand awareness. Ketika orang-orang melihat sebuah merek berkali-kali melalui konten yang sesuai, mereka bisa jadi lebih mengenali merek tersebut. Namun, peningkatan kesadaran belum tentu langsung menguntungkan penjualan.
Di sisi lain, influencer bisa menjadi bukti sosial yang mendukung bisnis. Ketika influencer yang dipercaya audiens menggunakan atau membahas suatu produk, calon pembeli dapat mencari informasi tambahan sebelum memutuskan untuk membeli.
Selain itu, bisnis juga bisa memilih influencer sesuai dengan bidang tertentu. Misalnya, usaha makanan bisa bekerja sama dengan orang yang membuat konten tentang makanan, sedangkan usaha kecantikan bisa mencari pengaruh yang punya penggemar yang tertarik pada perawatan kulit atau makeup. Pendekatan tersebut membuat promosi lebih terarah.
Baca juga: TikTok Jadi Tempat Mencari Informasi, Bukan Cuma Google? Ini yang Harus Dilakukan Bisnis
Apakah Semua Bisnis Harus Menggunakan Influencer?
Jawabannya adalah tidak. Tidak semua usaha perlu memakai influencer sebagai cara untuk mempromosikan bisnisnya.
Bisnis sebaiknya memanfaatkan influencer sebagai media promosi saat target pasar mengikuti influencer tertentu dan membutuhkan produk yang bisnis tawarkan. Sebaliknya, bisnis tidak harus menerapkan strategi ini jika biaya kerja sama terlalu tinggi atau target pasar tidak cocok dengan jenis influencer tersebut.
Misalnya, sebuah usaha kecil yang baru mulai beroperasi dengan modal terbatas mungkin lebih membutuhkan strategi yang bisa menghasilkan data dan pelanggan secara perlahan. Bisnis tersebut bisa juga memikirkan strategi seperti SEO, iklan di Google, iklan di media sosial, pemasaran konten, atau membuat database pelanggan terlebih dahulu.
Sementara itu, bisnis yang ingin memperkenalkan produk baru kepada kelompok audiens tertentu bisa mempertimbangkan menggunakan influencer sebagai bagian dari kampanye mereka. Dengan begitu, influencer berperan sebagai salah satu cara pemasaran, bukan menjadi satu-satunya cara utama untuk mempromosikan produk atau layanan.
Yang paling penting, pemilik bisnis harus menyelaraskan strategi promosi dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuannya adalah meningkatkan kesadaran, maka indikator keberhasilannya berbeda dengan kampanye yang bertujuan menghasilkan pembelian langsung.
Kelebihan dan Kekurangan Promosi Menggunakan Influencer
Sebelum memulai kerja sama, bisnis harus memperhatikan strategi pemasaran influencer secara jelas dan tidak memihak. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan:
- Memperluas jangkauan audiens. Influencer bisa menjelaskan produk kepada banyak orang dengan cepat.
- Membangun awareness. Konten dari influencer bisa membantu memperkenalkan sebuah merek kepada lebih banyak orang.
- Menyasar niche tertentu. Perusahaan bisa memilih pengaruh yang memiliki penggemar sesuai dengan pasar yang diinginkan.
- Membuat promosi lebih personal. Influencer bisa menceritakan pengalaman menggunakan produk dengan cara berbicara yang lebih ramah dan dekat dengan pengikutnya.
- Menghasilkan variasi konten. Kerja sama bisa membuat foto, video, ulasan, atau konten singkat yang bisa digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Kekurangan:
- Biaya dapat bervariasi. Influencer yang populer bisa menawarkan harga kerja sama yang cukup tinggi.
- Hasil tidak selalu sebanding dengan biaya. Banyaknya tayangan tidak otomatis menghasilkan penjualan.
- Risiko ketidaksesuaian audiens. Influencer yang terkenal belum tentu memiliki pengikut yang benar-benar membutuhkan produk bisnis tersebut.
- Reputasi dapat memengaruhi merek. Perilaku influencer di luar aktivitas promosi bisa memengaruhi bagaimana orang memandang merek tersebut.
- Sulit menjamin hasil tertentu. Bisnis tidak bisa menjamin bahwa semua orang yang melihat konten akan membeli barang tersebut.
Oleh karena itu, bisnis harus mempertimbangkan kemungkinan untung dan kerugian sebelum mengambil keputusan.
5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Influencer
Supaya promosi lebih efektif, para pengusaha perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini.
1. Kesesuaian Target Audiens
Perhatikan siapa yang mengikuti influencer tersebut. Pastikan karakter audiens sesuai dengan target pelanggan bisnis, termasuk usia, minat, kebutuhan, serta lokasi jika bisnis melayani wilayah tertentu.
Bisnis tidak selalu mendapatkan manfaat dari jumlah pengikut yang besar jika sebagian besar audiens tidak membutuhkan produk tersebut.
2. Relevansi dengan Produk
Pilih pengaruh yang memiliki koneksi dengan jenis produk atau layanan yang kamu tawarkan. Influencer kuliner lebih cocok untuk mempromosikan restoran dibandingkan influencer lain yang tidak pernah membahas tentang makanan.
Relevansi membuat pesan iklan terasa lebih alami, sehingga penonton lebih mudah memahami mengapa selebritas menyarankan produk tersebut.
3. Tingkat Engagement
Selain melihat jumlah pengikut, perhatikan juga jenis interaksi yang muncul di setiap konten. Komentar, likes, shares, views, dan tanggapan dari penonton bisa menunjukkan seberapa aktif pengikutnya terlibat.
Namun, jangan menilai tingkat interaksi hanya berdasarkan satu postingan saja. Sebaiknya bisnis melihat berbagai konten agar bisa memahami situasi dengan lebih jelas dan tidak bias.
4. Kualitas dan Gaya Konten
Perhatikan cara influencer membuat konten. Perhatikan kualitas visual yang dibuat influencer. Pastikan gaya penyampaiannya sesuai dengan karakter merek dan influencer mampu menjelaskan keuntungan produk dengan jelas.
Faktor tersebut penting karena influencer membawa nama bisnis melalui konten yang mereka buat.
5. Anggaran dan Tujuan Kampanye
Tentukan terlebih dahulu anggaran dan tujuan promosi. Perusahaan harus tahu tujuan kampanye, apakah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali merek, mencari kandidat potensial, meningkatkan jumlah pengikut, mengarahkan pengunjung ke website, atau mendorong pembelian.
Dengan memiliki tujuan yang jelas, bisnis bisa memilih influencer dan jenis kerja sama yang lebih cocok.
Tabel Perbandingan Promosi Menggunakan Influencer dan Promosi Digital Lainnya
Promosi bisnis tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan influencer untuk menjangkau calon pelanggan. Bisnis bisa menggunakannya dengan beberapa strategi digital ini.
| Strategi | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Influencer marketing | Menjangkau audiens influencer dan membangun awareness | Biaya dan hasil dapat bervariasi | Produk yang relevan dengan niche influencer |
| SEO | Mendatangkan trafik organik dalam jangka panjang | Membutuhkan waktu untuk berkembang | Bisnis yang ingin membangun visibilitas website |
| Google Ads | Menjangkau orang yang sedang mencari produk atau jasa | Membutuhkan anggaran iklan | Bisnis dengan produk dan target pencarian yang jelas |
| Social media ads | Targeting audiens cukup fleksibel | Membutuhkan pengujian materi iklan | Bisnis yang aktif di media sosial |
| Content marketing | Membangun edukasi dan kepercayaan | Membutuhkan konsistensi | Bisnis yang memiliki banyak informasi untuk dibagikan |
| Email marketing | Membantu menjaga hubungan dengan pelanggan | Membutuhkan database pelanggan | Bisnis yang sudah memiliki basis pelanggan |
Tabel tersebut menjelaskan bahwa setiap strategi memiliki peran yang berbeda. Oleh karena itu, bisnis sebaiknya memilih strategi yang sesuai dengan tujuannya, bukan hanya mengikuti tren pemasaran yang sedang populer.
Apakah Followers Banyak Menjamin Promosi Berhasil?
Tidak. Jumlah followers bukan satu-satunya indikator keberhasilan promosi.
Influencer yang punya jutaan pengikut bisa mencapai banyak orang. Namun, ketika bisnis memilih target audiens yang tidak sesuai dengan pasar, banyak tayangan belum tentu membantu bisnis mencapai hasil yang diharapkan.
Sebaliknya, mikro influencer yang jumlah pengikutnya lebih sedikit kadang bisa memberikan hasil yang lebih sesuai. Mereka biasanya tergabung dalam komunitas yang lebih spesifik, sehingga berkomunikasi dengan audiens terasa lebih hangat dan dekat.
Selain banyaknya pengikut, bisnis juga harus memperhatikan tingkat interaksi, kualitas pemirsa, relevansi topik, kepercayaan, konsistensi isi, serta riwayat kerja sama. Bahkan, bisnis juga harus memastikan bahwa influencer tidak memiliki cara berinteraksi yang memicu kecurigaan atau pengikut yang tidak benar-benar tulus.
Oleh karena itu, bisnis tidak seharusnya mengandalkan jumlah pengikut sebagai satu-satunya acuan dalam membuat keputusan.
Baca juga: Konten Banyak, Like Ada, Tapi Pelanggan Belum Bertambah?
Kapan Sebaiknya Menggunakan Influencer?
Bisnis bisa memakai influencer untuk memperkenalkan produk kepada kelompok orang tertentu, meningkatkan kemashiran merek, meluncurkan produk yang baru, atau meningkatkan bukti sosial.
Bisnis juga dapat mempertimbangkan strategi ini setelah mengetahui target pasar dan menemukan influencer yang memiliki audiens yang sesuai.
Namun, bisnis sebaiknya mempertimbangkan strategi berbeda jika anggaran masih sangat terbatas, target pasar tidak banyak mengikuti influencer, atau tujuan kampanye membutuhkan kendali yang lebih ketat atas proses penargetan dan pengukuran hasilnya.
Misalnya, bisnis yang ingin menarik pelanggan yang sedang mencari jasa tertentu bisa mempertimbangkan menggunakan SEO atau iklan pencarian. Sementara itu, bisnis yang ingin mempertahankan pelanggan lama bisa memanfaatkan email marketing, WhatsApp marketing, atau program loyalitas.
Alternatif Promosi Selain Menggunakan Influencer
Bisnis bisa memilih berbagai strategi digital tanpa perlu bekerja sama dengan influencer. Beberapa di antaranya adalah:
- SEO website adalah cara untuk meningkatkan kemungkinan website muncul di hasil pencarian mesin pencari.
- Marketing media sosial dengan membuat konten yang bermanfaat, memberi informasi, dan menarik secara terus-menerus.
- Bisnis dapat menggunakan Google Ads untuk menjangkau calon pembeli berdasarkan kata kunci yang mereka cari.
- Bisnis dapat menggunakan iklan media sosial untuk menjangkau orang-orang berdasarkan karakteristik dan minat tertentu.
- Bisnis menjalankan content marketing dengan membuat artikel, video, infografis, dan berbagai konten edukatif yang bermanfaat bagi audiens.
- Bisnis menggunakan email marketing untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan yang telah memberikan alamat email mereka.
- WhatsApp marketing adalah cara untuk memberi tahu pelanggan secara langsung tentang produk, penawaran, atau layanan yang tersedia.
- Program referensi, yaitu program yang mendorong pelanggan untuk merekomendasikan produk kepada orang lain.
Baca juga: Apakah AI Akan Menggantikan Digital Marketer? Ini yang Perlu Disiapkan Bisnis
Selain itu, bisnis juga bisa menggunakan beberapa strategi secara bersamaan. Misalnya, bisnis dapat memanfaatkan pengaruh influencer untuk meningkatkan brand awareness, kemudian mengarahkan audiens ke situs yang sudah bisnis optimalkan dengan SEO dan landing page. Dengan pendekatan ini, setiap saluran bisa melakukan tugas yang berbeda dalam perjalanan pelanggan.
Kesimpulan
Menggunakan influencer untuk promosi bisnis bisa memberi manfaat, terutama dalam memperluas cakupan, meningkatkan kesadaran, dan mendekatkan bisnis ke kalangan audiens tertentu. Namun, tidak semua bisnis perlu menerapkan strategi tersebut.
Sebelum mengambil keputusan, pemilik bisnis perlu menentukan tujuan pemasaran, mengenali target audiens, menilai relevansi influencer, memeriksa tingkat interaksi pengikut, mengevaluasi kualitas konten, mempertimbangkan reputasi influencer, serta menyesuaikan pilihan dengan anggaran yang tersedia. Jumlah pengikut juga bukan satu-satunya faktor penentu karena audiens yang relevan sering kali memberikan nilai lebih besar daripada sekadar jumlah pengikut.
Di sisi lain, bisnis juga bisa memakai SEO, iklan online, pemasaran media sosial, pemasaran konten, pemasaran email, pemasaran melalui WhatsApp, serta sistem rekomendasi sebagai pilihan lainnya. Bahkan, bisnis bisa menggabungkan pemasaran dengan influencer agar kampanye lebih luas jangkauannya dan memiliki dasar pemasaran yang lebih kokoh.
Oleh karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “apakah promosi harus menggunakan influencer?” melainkan “strategi promosi mana yang paling cocok dengan tujuan dan situasi bisnis?” Dengan menjawab pertanyaan itu, pemilik bisnis bisa mengatur anggaran dengan lebih tepat dan mengevaluasi hasil promosi sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.
Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang influencer marketing dan berbagai strategi promosi digital untuk memperkuat bisnis Anda.
Anda bisa belajar informasi dan layanan pemasaran digital melalui website resmi kami
Untuk mendapatkan informasi tambahan, Anda dapat menghubungi admin melalui WhatsApp pada nomor yang telah tersedia
Pada akhirnya, tidak ada satu strategi promosi yang cocok untuk semua bisnis. Kenali target audiens, tentukan tujuan, lalu pilih strategi seperti promosi bisnis menggunakan influencer yang mampu memberikan manfaat paling besar bagi perkembangan bisnis Anda.