Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Social Media Marketing

TikTok Jadi Tempat Mencari Informasi, Bukan Cuma Google? Ini yang Harus Dilakukan Bisnis

👤 Naila Ayu Pradea Angelia • 📅 September 10, 2026
TikTok tempat mencari informasi

TikTok tempat mencari informasi bagi semakin banyak orang. Ketika ingin mencari rekomendasi makanan, review produk, tutorial, tempat wisata, atau bahkan jasa tertentu, banyak orang kini tidak selalu langsung membuka Google. Mereka justru membuka TikTok dan melihat video dari kreator atau pengguna lain.

Coba ingat kapan terakhir kali Anda mencari rekomendasi tempat makan yang baru. Apakah langsung membuka Google? Bisa jadi tidak.

Sekarang banyak orang malah membuka TikTok, mengetik nama makanan atau lokasi, lalu menonton video orang lain yang sudah mencoba tempat itu. Situasi yang sama terjadi ketika seseorang mencari ulasan produk perawatan kulit, rekomendasi laptop, tutorial memasak, tempat wisata, atau bahkan rekomendasi jasa tertentu.

Perubahan kebiasaan ini menunjukkan bahwa orang kini menggunakan TikTok untuk mencari informasi, bukan sekadar menonton video lucu.

Menariknya, sikap itu tidak selalu muncul karena orang-orang menganggap TikTok sebagai pengganti Google. Pengguna hanya memilih platform yang menurut mereka paling nyaman untuk mencari jenis informasi tertentu.

Ketika seseorang ingin mencari alamat, harga, atau informasi yang sangat detail, Google tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Namun, ketika ingin melihat pengalaman nyata, rekomendasi, contoh penggunaan produk, atau pendapat dari orang lain, media sosial sering terasa lebih praktis.

Perubahan ini menuntut bisnis untuk memperhatikannya Jika cara orang mencari informasi berubah, apakah cara bisnis membangun kehadiran di internet juga harus berubah?

Mengapa TikTok Tempat Mencari Informasi dan Bukan Lagi Sekadar Tempat Hiburan

Awalnya, TikTok hadir di tengah masyarakat sebagai platform yang menyajikan video pendek, hiburan, tren, musik, dan berbagai konten ringan. Kini, fungsinya semakin luas.

Seseorang bisa menggunakan TikTok untuk mencari restoran sebelum memulai makan malam. Orang lain mungkin menggunakan hal itu untuk mencari tutorial penggunaan aplikasi, memilih barang elektronik, atau mencari ide untuk liburan.

Tidak hanya itu, pencarian di TikTok bisa dimulai dari kebutuhan yang sangat sederhana. Misalnya, seseorang sedang mencari:

  • “Rekomendasi coffee shop di Surabaya.”
  • “Skincare untuk kulit berminyak.”
  • “Cara membuat kopi tanpa mesin.”
  • “Review laptop untuk kerja.”
  • “Tempat wisata keluarga.”
  • “Jasa desain interior.”
  • “Cara menggunakan produk tertentu.”

Hasil pencarian berupa video membuat pengguna bisa mendapatkan informasi secara lebih mudah dalam bentuk yang lebih menarik. Mereka juga bisa melihat orang lain menggunakan produk, mengunjungi tempat tertentu, mencicipi makanan, atau mengikuti tutorial secara langsung.

Banyak orang memandang TikTok berbeda dari daftar hasil pencarian biasa karena platform ini memudahkan mereka menemukan informasi.

Format video membantu pengguna memahami dan menyerap informasi dengan lebih mudah. Dalam waktu singkat, pengguna dapat melihat tampilan produk, mendengar pengalaman orang lain, serta memahami konteks yang tidak mudah mereka sampaikan hanya melalui teks.

Selain itu, kolom komentar bisa menjadi sumber informasi tambahan. Pengguna dapat melihat pertanyaan, pengalaman, atau pendapat dari orang lain yang sudah mencoba produk atau layanan tersebut.

Sehingga, TikTok sekarang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersenang-senang saja. Platform ini juga bisa menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum seseorang memutuskan sesuatu.

Alasan Mengapa TikTok Tempat Mencari Informasi Semakin Populer

Perubahan kebiasaan konsumen tidak terjadi begitu saja. Beberapa hal membuat orang semakin sering menggunakan media sosial seperti TikTok untuk mencari informasi.

1. Informasi disajikan dalam bentuk video

Video dapat memperlihatkan sesuatu secara langsung. Misalnya, ketika seseorang mencari cara mengganti lampu, hanya membaca petunjuk saja mungkin belum cukup. Video menunjukkan alat yang digunakan, cara melakukan setiap langkah, hingga kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Hal yang sama berlaku untuk produk. Konsumen dapat melihat ukuran, cara penggunaan, hasil pemakaian, serta kondisi produk secara lebih jelas.

2. Pengguna mendapatkan pengalaman langsung

Orang sering menganggap ulasan dari pengguna lain lebih jujur daripada deskripsi iklan dari sebuah merek. Sebagai contoh, calon pembeli sepatu pasti ingin memastikan ukurannya pas, merasakan kenyamanannya, dan mengecek apakah wujud aslinya sama persis dengan foto yang merek unggah ke publik.

Konten pengalaman pengguna bisa membantu menjelaskan pertanyaan tersebut.

3. Review terasa lebih nyata

Iklan biasanya menonjolkan keunggulan suatu produk, sedangkan review menunjukkan pengalaman seseorang setelah menggunakan produk tersebut.

Bukan berarti semua review otomatis objektif. Namun, bagi konsumen, melihat orang lain mencoba produk secara langsung dapat membantu mereka memahami dengan lebih jelas manfaat dan keunggulan produk tersebut.

Oleh karena itu, konten riview menjadi salah satu jenis informasi yang sering dicari di media sosial.

4. Rekomendasi lebih mudah ditemukan

Algoritma TikTok bisa memandu pengguna menemukan konten yang sesuai dengan apa yang mereka sukai. Secara sederhana, algoritma bekerja dengan cara memilih konten yang diminati oleh para pengguna.

Kalau seseorang sering menonton video tentang makanan, misalnya, mereka bisa jadi lebih sering melihat video restoran, cara membuat masakan, atau anjuran makanan yang enak. Situasi itu membuat cara mendapatkan informasi terasa lebih alami.

Baca juga: Strategi SEO Menghadapi AI Search 2026: Cara Menjaga Visibilitas Website di Era Pencarian AI

5. Pengguna dapat melihat pengalaman orang lain

Keputusan membeli biasanya tidak hanya didasarkan pada informasi yang diberikan oleh perusahaan. Konsumen juga ingin mengetahui pengalaman orang lain. Seberapa bagus produknya? Bagaimana dengan kenyamanan tempatnya? Apakah layanan pelanggan cukup responsif? Dan yang tidak kalah penting, apakah hasilnya sesuai dengan ekspektasi?

TikTok menghadirkan berbagai pengalaman tersebut melalui format video singkat yang mudah dipahami.

Google Masih Penting, tetapi TikTok Tempat Mencari Informasi Mengubah Segalanya

Lalu, apakah kehadiran TikTok tempat mencari informasi baru berarti Google sudah tidak penting lagi bagi konsumen?

Tentu saja tidak.

Google masih berperan penting dalam mencari informasi. Banyak orang masih memakai Google ketika ingin mencari informasi yang lebih detail, dokumen, website resmi, alamat, berita, atau informasi yang membutuhkan penjelasan yang lebih jelas.

Perbedaannya adalah sekarang konsumen punya banyak pilihan lebih banyak. Mereka bisa pindah dari Google ke TikTok, YouTube, Instagram, atau website lainnya sesuai dengan kebutuhan mereka.

AspekGoogleTikTok
Jenis informasiInformasi spesifik, panduan, berita, website, referensiRekomendasi, review, tutorial, tren, pengalaman
Bentuk kontenWebsite, artikel, gambar, video, dokumenVideo pendek, komentar, konten kreator
Contoh kebutuhanMencari alamat resmi, harga, artikel, layananMencari review restoran, tutorial, rekomendasi produk
Cara mengakses informasiMembaca, membuka website, membandingkan sumberMenonton, melihat demonstrasi, membaca komentar
Peluang bagi bisnisWebsite, SEO, artikel, halaman produkVideo edukasi, review, tutorial, konten brand
Kekuatan utamaInformasi luas dan mendalamVisual, pengalaman, dan penemuan konten

Oleh karena itu, bisnis tidak harus memilih antara Google atau TikTok.

Cara yang lebih logis adalah memahami bagaimana kedua platform tersebut bisa saling melengkapi. Google bisa membantu seseorang mendapatkan informasi yang lebih detail, sedangkan TikTok bisa menjadi cara awal untuk mengenal produk atau merek tertentu.

Baca juga: Perubahan Google Search di Era AI 2026: Apa yang Harus Dilakukan Bisnis?

Apa Artinya bagi Bisnis Ketika TikTok Tempat Mencari Informasi?

Perubahan cara masyarakat mencari informasi menuntut para pelaku bisnis untuk mengevaluasi ulang strategi penemuan brand mereka.

Memiliki website memang penting. Namun, hanya memiliki website mungkin belum cukup jika calon pelanggan pertama kali menemukan merek melalui media sosial. Sebaliknya, memilik akun TikTok tidak berarti bisnis bisa mengabaikan website dan SEO. Yang diperlukan adalah koneksi digital yang saling terhubung. Sederhananya, bisnis perlu bertanya:

“Ketika ada orang yang punya pertanyaan tentang produk atau jasa saya, di mana mereka mencari jawabannya?”

Jika pelanggan mencari saran lewat TikTok, bisnis harus merancang jenis video yang tepat. Selanjutnya, ketika pelanggan ingin tahu lebih dalam, Anda dapat menggunakan website dan artikel untuk menjelaskan informasi secara lebih rinci. Inilah hubungan antara SEO dan media sosial. Kedua hal tersebut bisa memiliki peran yang berbeda, tetapi keduanya membantu bisnis untuk ditemukan.

Konten yang dibuat sebaiknya tidak selalu berisi iklan atau promosi.

Misalnya, jika bisnis Anda menjual skincare, Anda dapat membuat konten yang membahas cara memilih produk skincare yang tepat, menjelaskan kesalahan saat menggunakan produk, membandingkan berbagai jenis bahan, atau mengajarkan cara membaca informasi pada label produk. Jika bisnis Anda bergerak di bidang jasa, Anda dapat membuat konten yang menjawab berbagai pertanyaan calon pelanggan sebelum mereka memutuskan untuk membeli layanan Anda. Dengan pendekatan seperti itu, bisnis tidak hanya mencoba menjual. Bisnis juga membantu konsumen mengambil keputusan.

Baca juga: Dampak AI Search terhadap SEO Website: Apa yang Berubah dan Bagaimana Bisnis Harus Beradaptasi?

Strategi yang Bisa Dilakukan Bisnis Mulai Sekarang di Era TikTok Tempat Mencari Informasi

Jika TikTok tempat mencari informasi utama bagi sebagian besar audiens saat ini, maka langkah taktis apa yang bisa diambil oleh bisnis Anda? Tidak perlu langsung membuat puluhan video setiap hari. Mulailah dengan strategi yang sederhana dan konsisten.

1. Buat konten berdasarkan pertanyaan pelanggan

Pertanyaan dari pelanggan merupakan sumber ide konten yang sangat berharga.

Perhatikan pertanyaan yang sering muncul di WhatsApp, area komentar, pasar online, atau saat pelanggan bertanya tentang sesuatu. Misalnya, toko sepatu sering menerima pertanyaan seperti, “Ukuran ini cocok untuk kaki yang lebar tidak?”

Anda dapat mengubah pertanyaan tersebut menjadi video singkat yang menjelaskan cara memilih ukuran yang tepat. Melalui cara ini, Anda menciptakan konten sesuai kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti tren.

2. Jangan hanya membuat konten promosi

Jika setiap video hanya menyuruh pembeli untuk membeli sekarang, maka pengguna mungkin tidak akan ada alasan untuk terus mengikuti akun tersebut.

Coba pisahkan konten ke dalam beberapa kelompok, misalnya edukasi, tutorial, tips, pengalaman pelanggan, informasi produk, dan promosi.

Konten edukasi membantu membangun kepercayaan. Konten promosi bisa menjadi bagian dari perjalanan pembelian konsumen, bukan hanya jenis komunikasi yang ada.

3. Gunakan bahasa yang biasa digunakan konsumen

Jangan buat judul yang terasa terlalu serius jika orang yang membaca terbiasa menggunakan bahasa yang lebih santai. Alih-alih membuat video dengan judul “Optimalisasi Pemilihan Produk Berdasarkan Karakteristik Konsumen”, gunakan pertanyaan yang lebih alami seperti:

“Bagaimana cara memilih produk yang tepat untuk pemula?”

Penggunaan bahasa yang santai membuat penyampaian informasi terasa lebih alami seperti percakapan sehari-hari.

4. Buat konten yang memberikan jawaban secara langsung

Orang datang ke platform pencarian karena membutuhkan sesuatu. Karena itu, berikan jawaban sejelas mungkin. Misalnya:

“3 hal yang harus diperiksa sebelum membeli laptop untuk bekerja.”

Kemudian langsung masuk ke tiga poin utama. Format seperti ini memberi manfaat yang jelas bagi penonton.

5. Manfaatkan video pendek

Video pendek tidak harus selalu mengikuti tren. Bisnis bisa memakai cara ini untuk menjelaskan bagaimana produk bekerja, menjawab pertanyaan yang ada, membandingkan berbagai pilihan, menampilkan proses pembuatan, atau memberikan nasihat yang berguna.

Pelaku bisnis lokal dapat menampilkan lokasi, suasana tempat, menu yang tersedia, fasilitas, hingga pelayanan mereka melalui video.

Strategi pemasaran ini menjadi salah satu cara TikTok yang dapat Anda mulai tanpa harus membuat video yang terlalu rumit.

6. Perhatikan kata dan topik yang dicari audiens

Pelaku usaha wajib menguasai istilah-istilah yang diketik calon pelanggan saat mencari informasi.

Contohnya, pelanggan mungkin tidak mencari “layanan perawatan kendaraan premium”, tetapi mengetik “servis mobil terdekat” atau “harga servis mobil”.

Perbedaan bahasa tersebut penting. Maka itu, dengarkan cara pelanggan berbicara dan gunakan kata-kata yang mereka pakai dalam konten.

7. Pantau performa menggunakan data

Tidak semua konten bisa berhasil dengan cara yang sama. Perhatikan video mana yang mendapat banyak tayangan, komentar, penyimpanan, atau kunjungan ke profil.

Namun, jangan hanya melihat jumlah views. Konten yang memiliki jumlah tayangan sedang tapi mengundang banyak pertanyaan dari calon pembeli bisa lebih berharga daripada video yang viral tetapi tidak memicu tindakan apapun.

Data membantu bisnis memahami topik apa saja yang benar-benar menarik dan bermanfaat bagi para pengguna layanan mereka.

8. Hubungkan media sosial dengan website

Media sosial dan website sebaiknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Video dapat memperkenalkan sebuah masalah atau produk. Bisnis kemudian menyajikan informasi yang lebih rinci melalui website, seperti deskripsi layanan, contoh karya, pertanyaan yang sering diajukan, alamat, atau cara menghubungi.

Oleh karena itu, pemasaran digital tidak berakhir ketika seseorang selesai menonton video.

Ada jalur berikutnya yang bisa membantu mereka berpindah dari hanya mengenal brand menjadi mempertimbangkan dan akhirnya membeli.

Baca juga: Dari Toko Fisik ke Ekosistem Digital: Perubahan Strategi Bisnis UMKM 2026

Jangan Hanya Mengejar Viral

Salah satu kesalahan umum dalam beriklan di media sosial adalah menganggap sebuah konten viral sebagai tujuan terakhir.

Padahal, banyak tayangan tidak selalu berarti banyak penjualan. Bayangkan sebuah restoran mendapat satu juta tayangan dari video yang lucu. Banyak orang menonton videonya, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar datang.

Di sisi lain, video yang ditonton 20.000 orang bisa menghasilkan puluhan pelanggan karena audiensnya sedang mencari restoran di area tersebut. Oleh karena itu, bisnis sebaiknya memperhatikan perjalanan konsumen secara lebih menyeluruh:

Viral → Perhatian → Kepercayaan → Kunjungan → Pertimbangan → Pembelian

Views berada di bagian awal perjalanan.

Setelah menerima perhatian, bisnis masih harus memperkuat kepercayaan. Konsumen bisa melihat profil, membaca ulasan, mengunjungi website, membandingkan barang, kemudian bertanya sebelum akhirnya membeli.

Karena itu, cara bisnis di TikTok sebaiknya tidak hanya fokus pada jumlah penonton saja. Konten harus sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kebutuhan para pembaca.

Jika tujuan akhirnya adalah untuk menjual, maka konten harus membantu calon pembeli berpindah dari tahap mengenali hingga tahap mempertimbangkan.

Masa Depan Pencarian Informasi di Mana TikTok Tempat Mencari Informasi Utama

Kebiasaan baru konsumen membuktikan bahwa pencarian informasi tidak lagi berpusat pada satu tempat saja. Google, TikTok, Instagram, YouTube, pasar, dan website masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.

Seseorang mungkin menemukan sebuah brand melalui TikTok. Setelah tertarik, dia mencari nama merek itu di Google. Kemudian, ia pergi ke Instagram untuk mengetahui kegiatan terbaru, membuka website untuk membaca informasi layanan secara rinci, dan mencari ulasan sebelum memutuskan untuk membeli.

Perjalanan itu bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, bisnis tidak boleh berpikir bahwa satu platform harus mampu melakukan segala hal.

TikTok sebagai mesin pencari dalam konteks ini tidak berarti bahwa TikTok harus menggantikan mesin pencari seperti Google. Pembeli mencari jawaban, ide, pengalaman, dan rekomendasi di TikTok.

Sementara itu, Google tetap penting dalam memenuhi kebutuhan pencarian yang lebih luas dan lebih dalam. Ini adalah alasan mengapa bisnis harus menggabungkan SEO, media sosial, website, konten, data, dan teknologi.

Strategi yang baik bukan berarti muncul di semua platform tanpa tujuan. Yang paling penting adalah memahami siapa yang menjadi pembaca, apa yang mereka butuhkan, bagaimana cara mereka mencari informasi, serta jenis informasi apa yang bisa membantu mereka.

TikTok Tempat Mencari Informasi, Bisnis Harus Apa?

Kebiasaan mencari informasi sedang berubah. Ketika seseorang ingin mencari restoran, produk, cara belajar, tempat berlibur, atau rekomendasi jasa, sekarang mereka bisa menemukan banyak pilihan, bukan hanya mengetik pertanyaan di Google.

TikTok menjadi tempat bagi sebagian pengguna untuk mencari informasi karena platform ini memberikan pengalaman yang visual, cepat, dan terasa lebih dekat dengan pengalaman orang lain. Namun, perubahan ini tidak berarti bisnis harus berhenti menggunakan Google.

Justru sebaliknya. Perubahan ini mewajibkan bisnis untuk memperluas jangkauan pencarian mereka. Website, optimasi mesin pencari, media sosial, video, konten yang mengedukasi, data, dan teknologi bisa bekerja sama untuk menciptakan kehadiran digital yang lebih kuat.

Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap pemilik bisnis bukan hanya, “Apakah bisnis saya sudah memiliki TikTok?”

Pertanyaannya adalah:

“Ketika calon pelanggan mencari informasi tentang produk atau layanan yang saya tawarkan, apakah bisnis saya muncul di tempat mereka mencari?”

Jika belum ada jawabannya, mungkin saat ini adalah waktu yang pas untuk meninjau kembali strategi bisnis digital Anda.

Anda dapat mengenal Isee Digital Marketing untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi pemasaran digital, pemasaran media sosial, dan SEO, serta mempelajari cara meningkatkan visibilitas bisnis agar pelanggan potensial dapat menemukan bisnis dengan lebih mudah.

Isee Digital Marketing membantu usaha kecil menengah dan perusahaan menengah bersaing di dunia digital dengan menggabungkan kreativitas, analisis data, dan teknologi untuk membuat strategi pemasaran digital yang menguntungkan dan bisa terus berkelanjutan.

Kenali lebih jauh solusi dan layanan yang ditawarkan melalui Isee Digital Marketing

Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp dengan nomor wa.me/6289508029834

Di era digital yang terus berubah, bisnis tidak hanya perlu menampilkan diri, tetapi juga perlu menarik perhatian pelanggan, membangun kepercayaan, dan menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop