Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara masyarakat Indonesia mencari informasi, mengenal merek, hingga membeli produk. Pada 2026, perubahan tersebut semakin terlihat karena iklan tidak lagi hanya muncul dalam bentuk banner atau promosi biasa. Pengiklan kini memanfaatkan video pendek, media sosial, live shopping, mesin pencari, hingga kecerdasan artifisial (AI) untuk menjangkau calon konsumen.
Besarnya aktivitas digital di Indonesia membuat persaingan antarproduk semakin ketat. Sensor Tower mencatat bahwa Indonesia menjadi pasar iklan digital terbesar di Asia Tenggara pada kuartal I 2026 dengan sekitar 280 miliar impresi iklan dan belanja iklan sebesar US$156 juta. Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian bisnis terhadap kanal digital untuk menjangkau konsumen.
Di sisi lain, masyarakat juga semakin terbiasa menemukan produk melalui platform digital. Konsumen dapat melihat video produk, membaca komentar, mencari ulasan, kemudian melakukan pembelian tanpa harus berpindah jauh dari platform yang mereka gunakan. Karena itu, pengiklan perlu memahami tren iklan digital Indonesia 2026 agar dapat menyesuaikan strategi dengan kebiasaan konsumen yang terus berubah.
Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong Iklan Digital
Perubahan perilaku konsumen turut mengubah cara mereka menemukan sebuah produk di era digital. Dahulu, seseorang mungkin melihat iklan di televisi atau papan reklame, kemudian mencari informasi tambahan melalui toko atau mesin pencari. Sekarang, proses tersebut dapat berlangsung hanya melalui ponsel.
Media sosial bahkan mulai berperan sebagai tempat menemukan merek sekaligus mempertimbangkan pembelian. Konsumen dapat mengenal sebuah produk melalui video pendek, melihat pengalaman pengguna lain di kolom komentar, lalu mencari produk tersebut melalui fitur belanja yang tersedia.
Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Indonesia di Era Digital 2026 untuk mengetahui bagaimana kebiasaan konsumen berubah dan memengaruhi cara bisnis memasarkan produknya di era digital.
Karena itu, pengiklan perlu melihat perjalanan konsumen secara lebih menyeluruh. Iklan tidak cukup hanya menarik perhatian. Setelah berhasil mendapatkan perhatian, bisnis juga perlu memberikan informasi yang membuat konsumen merasa yakin untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Selain itu, konsumen Indonesia semakin terbiasa dengan konten yang cepat dan visual. Data Mordor Intelligence menunjukkan bahwa format video menyumbang sekitar 34,02% pendapatan pasar iklan digital Indonesia pada 2025. Pada periode yang sama, perangkat seluler menguasai sekitar 68,10% pangsa pasar iklan digital berdasarkan perangkat.
Video Pendek Menjadi Senjata Utama Pengiklan
Salah satu tren paling kuat dalam iklan digital Indonesia 2026 adalah penggunaan video pendek. Format video vertikal membuat bisnis dapat menyampaikan informasi produk secara cepat sekaligus mengikuti kebiasaan pengguna media sosial yang mengonsumsi konten melalui ponsel.
Perdagangan digital juga semakin banyak memanfaatkan video untuk memperkenalkan produk dan mendorong pembelian. Meta menyebut video dan live commerce sebagai salah satu tren penting pada 2026. Format seperti video pendek, video interaktif, dan siaran langsung semakin menghubungkan aktivitas menemukan produk dengan proses pembelian.
1. Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian
Video pendek membantu bisnis menyampaikan pesan tanpa membutuhkan durasi yang panjang. Pengiklan dapat langsung memperlihatkan produk, menjelaskan manfaatnya, atau menunjukkan cara penggunaan dalam beberapa detik pertama. Karena itu, bagian awal video menjadi sangat penting untuk membuat audiens tetap tertarik.
Fenomena tersebut juga terlihat pada aktivitas UMKM di Indonesia. Banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan video pendek untuk memperkenalkan produk dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan calon pembeli. Video membantu bisnis menunjukkan berbagai informasi tentang produk, seperti tekstur makanan, proses pembuatan, cara penggunaan, hingga hasil setelah konsumen menggunakan produk.
2. Video Mendorong Interaksi dengan Konsumen
Video tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang bagi konsumen untuk berinteraksi dengan bisnis. Konsumen dapat memberikan komentar, mengajukan pertanyaan tentang produk, membagikan video, atau mengikuti akun bisnis ketika mereka menemukan konten yang menarik. Interaksi tersebut dapat membantu bisnis membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen melalui iklan.
Perkembangan live commerce semakin memperkuat pola tersebut. Dalam siaran langsung, penjual dapat menjelaskan produk sekaligus menjawab pertanyaan audiens secara langsung. Bahkan, pengalaman tersebut dapat membuat proses belanja terasa lebih interaktif karena konsumen tidak hanya menerima pesan satu arah dari iklan.
3. Kreativitas Menjadi Pembeda Iklan
Semakin banyak bisnis menggunakan video pendek, semakin tinggi pula persaingan untuk mendapatkan perhatian audiens. Pengiklan tidak dapat hanya mengandalkan produk yang bagus. Mereka juga perlu menyajikan konsep, visual, dan pesan yang mampu membuat konten terlihat berbeda di antara banyaknya video yang muncul setiap hari.
Karena itu, kreativitas menjadi salah satu faktor penting dalam strategi iklan digital 2026. Bisnis dapat menggunakan cerita sederhana, humor yang relevan, pengalaman pelanggan, tren yang sesuai, atau pendekatan lokal untuk membuat iklan terasa lebih dekat dengan audiens. Sensor Tower juga mencatat bahwa pengiklan di Indonesia semakin menyesuaikan materi kreatif dengan bahasa, budaya, perilaku, serta momentum lokal.
Social Commerce Memperpendek Jarak antara Iklan dan Pembelian
Social commerce juga menjadi bagian penting dalam perkembangan iklan digital Indonesia. Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat untuk berkomunikasi atau mencari hiburan. Platform tersebut juga berkembang menjadi tempat konsumen menemukan produk dan melakukan aktivitas belanja.
Pelajari juga: Mengapa Media Sosial Kini Menjadi Tempat Mencari Produk dan Berbelanja untuk mengetahui bagaimana media sosial memengaruhi cara konsumen menemukan produk hingga melakukan pembelian.
Perubahan ini membuat perjalanan konsumen menjadi semakin singkat. Seseorang dapat menemukan produk melalui video, melihat rekomendasi kreator, membaca komentar, kemudian melanjutkan ke pembelian. Situasi tersebut memberikan peluang bagi pengiklan untuk menghubungkan kampanye dengan hasil bisnis secara lebih langsung.
Pelaku UMKM juga mulai memanfaatkan tren tersebut untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong transaksi. Pada 2026, semakin banyak pelaku usaha menggunakan video dan live shopping untuk memperkenalkan produk serta menarik calon pembeli. Strategi ini juga membantu bisnis lokal menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya.
Bagi pengiklan, kondisi tersebut berarti strategi konten dan strategi penjualan tidak lagi bisa berjalan sepenuhnya secara terpisah. Konten perlu memiliki tujuan yang jelas, baik untuk meningkatkan kesadaran merek, membangun kepercayaan, maupun mendorong konsumen mengambil tindakan.
Pelajari juga: Tren Social Commerce Indonesia 2026 dan Dampaknya bagi UMKM untuk mengetahui perkembangan social commerce dan bagaimana UMKM dapat memanfaatkannya untuk menjangkau konsumen serta meningkatkan penjualan.
AI Mulai Mengubah Cara Pengiklan Menjalankan Kampanye
Selain video dan social commerce, kecerdasan artifisial atau AI juga mulai memengaruhi proses pembuatan iklan. Pengiklan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mencari ide konten, membuat variasi materi promosi, membantu analisis data, hingga menyesuaikan pesan dengan karakteristik audiens.
Penggunaan AI dapat membantu bisnis bekerja lebih cepat, terutama ketika mereka harus membuat banyak variasi materi untuk berbagai platform. Namun, pengiklan tetap perlu melakukan pemeriksaan dan penyuntingan agar hasil akhirnya sesuai dengan identitas merek dan kebutuhan target konsumen.
Pelajari juga: AI dalam Digital Marketing 2026: Apa yang Berubah untuk Bisnis agar Anda dapat melihat perubahan strategi digital marketing serta cara bisnis beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Meta melaporkan bahwa hampir dua juta pengiklan telah memanfaatkan teknologi generative AI untuk membantu menghasilkan materi iklan video yang lebih beragam dan relevan. Hal ini menunjukkan bahwa pengiklan mulai menjadikan AI sebagai bagian dari proses kreatif, bukan sekadar teknologi tambahan.
Meski begitu, penggunaan AI juga membawa tantangan. Jika bisnis terlalu mengandalkan AI untuk menghasilkan materi iklan tanpa memberikan sentuhan kreatif, iklan dapat terlihat seragam. Oleh karena itu, pengiklan tetap perlu memahami karakter audiens dan mengembangkan ide kreatif agar mereka dapat menghasilkan komunikasi yang lebih menarik dan memiliki ciri khas.
Dampak Tren Iklan Digital 2026 bagi Pengiklan
Berbagai perubahan tersebut turut mengubah cara bisnis mengelola kampanye. Pengiklan perlu menyesuaikan anggaran, kreativitas, pemilihan platform, serta cara mengukur keberhasilan iklan.
Pelajari juga: Mengapa Social Commerce Semakin Penting untuk Bisnis Indonesia untuk mengetahui bagaimana social commerce dapat membantu bisnis menjangkau konsumen dan mendukung strategi pemasaran digital.
| Tren Iklan Digital 2026 | Dampak bagi Pengiklan | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Video pendek | Persaingan mendapatkan perhatian semakin tinggi | Hook, visual, dan pesan yang singkat |
| Live commerce | Iklan semakin dekat dengan transaksi | Interaksi dan demonstrasi produk |
| Social commerce | Konsumen dapat berpindah dari konten ke pembelian dengan cepat | Integrasi konten dan penjualan |
| AI | Produksi materi dapat berlangsung lebih cepat | Tetap melakukan pemeriksaan dan penyuntingan |
| Lokalisasi konten | Pesan lebih mudah diterima audiens | Bahasa, budaya, dan kebiasaan lokal |
| Mobile-first | Konsumen banyak mengakses iklan melalui ponsel | Format vertikal dan tampilan responsif |
Pertama, pengiklan perlu menentukan tujuan kampanye dengan lebih cermat. Bisnis tidak perlu menggunakan semua platform sekaligus. Sebaliknya, pengiklan dapat memilih kanal yang sesuai dengan karakteristik target audiens dan tujuan kampanye..
Kedua, kualitas konten menjadi semakin penting. Ketika banyak bisnis menggunakan video pendek, konsumen akan melihat banyak materi promosi dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, bisnis perlu membuat konten yang tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga memberikan alasan bagi audiens untuk berhenti dan memperhatikannya.
Ketiga, pengiklan perlu memperhatikan data. Jumlah tayangan memang dapat menunjukkan seberapa luas iklan menjangkau audiens, tetapi angka tersebut belum cukup untuk mengetahui keberhasilan kampanye. Pengiklan juga dapat melihat klik, leads, biaya per hasil, konversi, hingga penjualan yang berasal dari kampanye.
Momentum Lokal Menjadi Peluang bagi Pengiklan di Indonesia
Indonesia memiliki banyak momentum yang dapat membantu pengiklan menyusun strategi iklan digital. Ramadan, Idulfitri, tahun ajaran baru, hari kemerdekaan, musim liburan, hingga kampanye belanja pada tanggal tertentu dapat memengaruhi kebutuhan konsumen.
Ramadan 2026 menjadi salah satu contoh menarik. Sensor Tower mencatat bahwa impresi iklan kategori shopping di Indonesia meningkat menjelang pertengahan Ramadan dan mencapai momentum tinggi pada periode yang berkaitan dengan bonus, sepuluh malam terakhir Ramadan, serta kebutuhan mudik dan pembelian menjelang Lebaran.
Pola tersebut menunjukkan bahwa waktu penayangan iklan dapat memengaruhi peluang sebuah kampanye. Pengiklan sebaiknya tidak hanya membuat materi promosi lalu menjalankannya sepanjang periode tertentu tanpa melakukan penyesuaian. Sebaliknya, bisnis dapat menyesuaikan pesan berdasarkan kebutuhan konsumen pada setiap tahap momentum.
Misalnya, bisnis kebutuhan rumah tangga dapat mempromosikan produk yang berkaitan dengan persiapan Ramadan pada tahap awal. Selanjutnya, bisnis fesyen dapat meningkatkan promosi menjelang Lebaran, sedangkan bisnis perjalanan dapat menyesuaikan pesan dengan kebutuhan konsumen yang mulai mempersiapkan perjalanan.
Pendekatan tersebut membuat iklan terasa lebih relevan. Namun, pengiklan tetap perlu memilih momentum yang sesuai dengan produk agar kampanye terlihat natural dan tidak terkesan memaksakan tren.
Strategi Iklan Tidak Bisa Lagi Hanya Mengejar Tayangan
Persaingan iklan digital yang semakin tinggi membuat pengiklan perlu mengubah cara melihat keberhasilan kampanye. Tayangan yang tinggi memang memberikan keuntungan dari sisi jangkauan, tetapi bisnis tetap perlu mengetahui apakah audiens melakukan tindakan setelah melihat iklan.
Karena itu, pengiklan dapat menggunakan beberapa indikator, seperti rasio klik, biaya per hasil, jumlah leads, tingkat konversi, dan penjualan. Data tersebut membantu bisnis mengevaluasi penggunaan anggaran dan mengetahui apakah kampanye mereka sudah mencapai tujuan.
Selanjutnya, bisnis dapat melakukan pengujian terhadap beberapa versi materi iklan. Misalnya, pengiklan dapat membandingkan dua konsep video, judul, visual, atau ajakan bertindak. Hasil pengujian tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan materi mana yang lebih efektif.
Dengan cara tersebut, pengiklan tidak hanya menghabiskan anggaran untuk mendapatkan perhatian. Mereka juga dapat mengumpulkan data yang berguna untuk menyusun strategi kampanye berikutnya.
Pengiklan Perlu Beradaptasi dengan Perubahan Digital
Tren iklan digital Indonesia 2026 menunjukkan bahwa konsumen semakin dekat dengan konten, kreator, dan platform belanja. Karena itu, bisnis perlu mengembangkan strategi yang mampu menghubungkan berbagai titik dalam perjalanan konsumen.
Pengiklan dapat menggunakan video pendek untuk menarik perhatian audiens. Selanjutnya, bisnis dapat memanfaatkan media sosial untuk membangun hubungan dengan audiens. Website dapat membantu bisnis memberikan informasi yang lebih lengkap, sedangkan iklan berbayar membantu bisnis menjangkau calon konsumen yang lebih spesifik.
Bagi bisnis yang membutuhkan pendampingan dalam mengembangkan strategi digital marketing, Isee Digital Marketing menyediakan berbagai layanan, termasuk pengelolaan media sosial, SEO, pembuatan website, iklan digital, dan konten kreatif. Informasi tersebut tercantum pada website resmi Isee Digital Marketing.
Ingin mengetahui strategi digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda? Kunjungi website Isee Digital Marketing untuk melihat berbagai layanan dan informasi yang dapat membantu bisnis Anda berkembang di era digital.
Masih bingung menentukan strategi yang tepat untuk bisnis Anda? Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 dan sampaikan kebutuhan bisnis Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Tren iklan digital Indonesia 2026 menunjukkan bahwa dunia periklanan semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari konsumen. Video pendek, social commerce, live commerce, AI, dan strategi berbasis data kini menjadi bagian penting dalam perkembangan pemasaran digital. Perubahan tersebut membuat pengiklan perlu memahami cara baru dalam menarik dan mempertahankan perhatian audiens.
Di sisi lain, persaingan untuk mendapatkan perhatian konsumen juga semakin tinggi. Pengiklan tidak cukup hanya membuat iklan yang informatif. Mereka perlu menciptakan konten yang relevan, menarik, dan sesuai dengan karakter target audiens. Penggunaan bahasa, budaya, tren, serta momentum lokal juga dapat membantu bisnis membangun komunikasi yang lebih dekat dengan konsumen Indonesia.
Di tengah perubahan tersebut, UMKM dan bisnis lokal juga memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan memanfaatkan video pendek, media sosial, live shopping, serta iklan digital, bisnis dapat memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas tanpa hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Namun, bisnis tetap perlu merencanakan strategi dan mengukur hasil kampanye agar penggunaan anggaran memberikan hasil yang optimal.
Pada akhirnya, pengiklan yang mampu beradaptasi akan memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi persaingan digital pada 2026. Bisnis perlu menggabungkan kreativitas, teknologi, pemahaman terhadap perilaku konsumen, serta analisis data dalam satu strategi yang terarah. Dengan pendekatan tersebut, iklan digital tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.