Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang β†’
πŸ“ Digital Marketing

Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia Meningkat, Ini Peluang Besar bagi Bisnis di 2026

πŸ‘€ Naila Ayu Pradea Angelia β€’ πŸ“… September 3, 2026
pertumbuhan transaksi digital Indonesia

Pertumbuhan transaksi digital Indonesia meningkat bukan lagi sekadar perubahan cara masyarakat membayar. Perubahan ini mulai memengaruhi cara bisnis mendapatkan pelanggan, menjual produk, membangun loyalitas, hingga mengelola operasional.

Data terbaru menunjukkan skalanya semakin besar. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69% secara tahunan. Transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 24,25%, sedangkan transaksi QRIS bahkan tumbuh 82,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan transaksi digital Indonesia menunjukkan bahwa kebiasaan konsumen terus berubah. Perubahan ini tentu tidak hanya berdampak pada cara masyarakat melakukan pembayaran, tetapi juga membuka peluang baru bagi bisnis untuk menjangkau pelanggan, meningkatkan penjualan, dan membangun hubungan jangka panjang. Lalu, peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan bisnis dari perubahan tersebut?

Artikel ini mengulas faktor yang mendorong pertumbuhan transaksi digital Indonesia, menyajikan data terbaru, mengidentifikasi peluang bisnis, dan memberikan langkah praktis agar Anda dapat mengembangkan digitalisasi bisnis lebih dari sekadar menggunakan QRIS atau media sosial.

pertumbuhan transaksi digital Indonesia
Dokumentasi kegiatan tim Isee Digital Marketing. (DOK. ISEE DIGITAL MARKETING)

Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia Meningkat: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Masyarakat semakin sering menggunakan perangkat dan layanan digital untuk berbagai aktivitas ekonomi, sehingga mendorong pertumbuhan transaksi digital.

Pada kuartal II 2026, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi, tumbuh 36,88% secara tahunan. Pada periode yang sama, transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh 31,39%, transaksi internet tumbuh 16,88%, dan transaksi QRIS tumbuh hingga 100,12%.

Perkembangan tersebut bukan fenomena sesaat. Pada kuartal I 2026 saja, volume transaksi pembayaran digital telah mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% secara tahunan. QRIS menjadi salah satu komponen yang mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 116,43%.

Jika dilihat dari perspektif bisnis, angka tersebut memberikan satu pesan penting:

konsumen semakin terbiasa melakukan aktivitas ekonomi secara digital.

Mereka mencari informasi melalui internet, menemukan produk melalui media sosial, mempertimbangkan ulasan, melakukan komunikasi melalui chat, kemudian menyelesaikan pembayaran secara digital.

Dengan kata lain, perjalanan konsumen semakin terhubung dari

discovery β†’ consideration β†’ transaction β†’ retention

Bisnis yang hanya fokus pada satu bagian perjalanan tersebut berisiko kehilangan peluang di bagian lainnya.

Mengapa Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia Terus Meningkat?

Ada beberapa faktor yang membuat ekosistem transaksi digital Indonesia semakin berkembang.

1. Pembayaran Digital Semakin Mudah

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah semakin mudahnya konsumen melakukan pembayaran secara digital. Konsumen mulai menggunakan QRIS, mobile banking, dan dompet digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan lagi sekadar mengandalkan pembayaran tunai. Perubahan kebiasaan tersebut semakin memperkuat pertumbuhan transaksi digital Indonesia dan menciptakan peluang yang lebih luas bagi bisnis. Perubahan inilah yang kemudian membawa kita pada pertanyaan berikutnya: faktor apa saja yang mendorong pertumbuhan transaksi digital Indonesia?

Pertumbuhan QRIS menunjukkan perubahan tersebut dengan sangat jelas.

Hingga Juni 2026, QRIS telah memiliki 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Menariknya, 96,68% merchant tersebut merupakan UMKM. Pada semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92% secara tahunan.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Semakin Besar, Peluang Apa yang Bisa Dimanfaatkan UMKM?

Angka ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya terjadi pada perusahaan besar. Warung, kedai makanan, toko fashion, jasa, usaha rumahan, hingga bisnis kreatif juga semakin terhubung dengan ekosistem digital.

2. Konsumen Indonesia Semakin Terhubung ke Internet

Perkembangan penggunaan internet turut mendorong masyarakat melakukan semakin banyak transaksi digital.

Perubahan perilaku konsumen tersebut semakin terlihat dari tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia. DataReportal mencatat sekitar 212 juta orang telah menggunakan internet pada awal 2025, dengan penetrasi mencapai 74,6% dari populasi. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 143 juta identitas pengguna media sosial. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen memiliki akses untuk menemukan, mempertimbangkan, dan berinteraksi dengan bisnis melalui kanal digital. Kondisi tersebut kemudian mendorong bisnis untuk semakin memperhatikan kehadiran digital sebagai bagian dari strategi menjangkau dan melayani konsumen.

Semakin luasnya akses internet kemudian turut mengubah cara konsumen berinteraksi dengan bisnis. Konsumen kini melakukan berbagai aktivitas melalui kanal online, mulai dari mencari informasi hingga melakukan pembelian, yang sebelumnya mereka lakukan secara offline. Perubahan perilaku inilah yang semakin memperkuat pertumbuhan transaksi digital Indonesia.

Konsumen bisa melihat produk di TikTok atau Instagram, mencari informasi tambahan melalui Google, membaca review, bertanya melalui WhatsApp, lalu melakukan pembayaran tanpa harus datang langsung ke toko.

Karena itu, bisnis perlu menempatkan transaksi digital sebagai bagian dari keseluruhan customer journey, bukan sekadar metode pembayaran.

3. Infrastruktur Pembayaran Semakin Terintegrasi

Infrastruktur pembayaran yang semakin kuat turut mendorong pertumbuhan transaksi digital.

Pada kuartal II 2026, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,529 miliar transaksi, tumbuh 38,09% secara tahunan dengan nilai transaksi Rp3.777 triliun.

Kemudahan tersebut kemudian tidak hanya mengubah cara konsumen melakukan pembayaran, tetapi juga memengaruhi pengalaman mereka saat bertransaksi dengan bisnis. Semakin cepat dan sederhana sistem pembayaran digunakan, semakin kecil hambatan yang dirasakan konsumen untuk menyelesaikan pembelian. Kondisi ini menjadi peluang bagi bisnis untuk menciptakan proses transaksi yang lebih praktis dan nyaman.

Bagi bisnis, ini berarti satu hal: friksi dalam proses pembelian harus semakin kecil.

Jika konsumen sudah tertarik tetapi harus melalui proses checkout yang rumit, mengisi terlalu banyak data, atau kesulitan menemukan metode pembayaran yang sesuai, peluang konversi dapat hilang.

Peluang Bisnis dari Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia

Pertumbuhan transaksi digital Indonesia menciptakan peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar menerima pembayaran cashless.

Peluang 1: Menjangkau Konsumen di Luar Lokasi Fisik

Bisnis lokal tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada pelanggan yang tinggal di sekitar toko.

Kehadiran berbagai kanal digital tersebut memungkinkan bisnis memperluas jangkauan pasar dan menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

Contohnya, UMKM makanan tidak harus hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung. Bisnis dapat membangun awareness melalui konten media sosial, membantu konsumen menemukan bisnis melalui Google, serta melayani konsultasi dan pemesanan melalui WhatsApp.

Dengan demikian, kemudahan pembayaran digital turut memperlancar perjalanan konsumen dari tahap ketertarikan hingga menyelesaikan transaksi.

Baca juga: Mengapa UMKM Harus Menggabungkan Marketplace dan Social Media Marketing?

Peluang 2: Meningkatkan Conversion Rate

Tidak semua orang yang melihat iklan akan membeli.

Namun, bisnis dapat memperpendek jarak antara ketertarikan dan pembelian dengan menyediakan customer journey yang sederhana. Misalnya:

Iklan β†’ Landing Page β†’ WhatsApp β†’ Penawaran β†’ Pembayaran Digital

Semakin sedikit hambatan dalam perjalanan tersebut, semakin besar kemungkinan konsumen menyelesaikan transaksi. Karena itu, bisnis sebaiknya tidak hanya bertanya:

β€œBerapa banyak orang yang melihat iklan?”

Tetapi juga:

β€œBerapa banyak orang yang akhirnya melakukan transaksi?”

Ini mengubah fokus digital marketing dari sekadar mengejar traffic menjadi mengejar business outcome.

Peluang 3: Membangun Data Pelanggan

Transaksi digital juga dapat membantu bisnis memahami pola pelanggan. Misalnya, bisnis dapat mengidentifikasi:

  • Produk yang paling sering dibeli.
  • Waktu transaksi paling ramai.
  • Pelanggan yang melakukan pembelian berulang.
  • Produk yang sering dibeli bersamaan.
  • Respons konsumen terhadap promo.
  • Saluran pemasaran yang menghasilkan transaksi.

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat strategi marketing yang lebih presisi.

Contohnya, ketika data menunjukkan pelanggan lama lebih mudah melakukan pembelian ulang daripada pelanggan baru, bisnis dapat mengalokasikan sebagian anggaran untuk retention marketing. Strategi ini dapat membantu bisnis menggunakan anggaran pemasaran secara lebih efisien tanpa terus-menerus mencari pelanggan baru.

Peluang 4: Cross-Selling dan Upselling

Transaksi digital memberikan ruang bagi bisnis untuk menawarkan produk tambahan. Contohnya, ketika konsumen membeli kopi, bisnis dapat menawarkan pastry.

Ketika konsumen membeli skincare, bisnis dapat menawarkan produk pelengkap.

Ketika konsumen membeli jasa pembuatan website, bisnis dapat menawarkan maintenance atau digital marketing.

Dengan pendekatan tersebut, bisnis dapat meningkatkan nilai setiap transaksi sekaligus memaksimalkan potensi pelanggan yang sudah ada.

Studi Kasus: QRIS Menunjukkan Digitalisasi Sudah Masuk ke UMKM

Lalu, bagaimana perubahan transaksi digital tersebut terlihat dalam praktik, khususnya pada bisnis berskala kecil? Salah satu gambaran yang dapat digunakan adalah perkembangan QRIS yang semakin banyak digunakan oleh pelaku UMKM. Data QRIS menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran kini mulai menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari.

Pada Juni 2026, terdapat 44,86 juta merchant QRIS dan hampir 97% di antaranya merupakan UMKM. Ini menunjukkan bahwa digital payment bukan lagi teknologi eksklusif perusahaan besar.

Bayangkan sebuah kedai kecil yang sebelumnya hanya menerima uang tunai. Setelah menggunakan QRIS, pelanggan yang tidak membawa uang tunai tetap dapat melakukan pembelian. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada pembayaran. Jika digitalisasi tersebut kemudian dikombinasikan dengan:

QRIS + Google Business Profile + Instagram + WhatsApp + database pelanggan

Maka bisnis mulai memiliki ekosistem pemasaran yang jauh lebih lengkap. Di sinilah letak peluang sebenarnya. Pembayaran digital seharusnya menjadi pintu masuk menuju digitalisasi bisnis secara keseluruhan.

Bagaimana Bisnis Memanfaatkan Pertumbuhan Transaksi Digital?

Bisnis tidak harus langsung membuat aplikasi sendiri atau mengeluarkan anggaran besar. Yang lebih penting adalah membangun fondasi yang tepat.

1. Petakan Customer Journey

Pertama, cari tahu bagaimana konsumen menemukan dan membeli produk. Buat pemetaan sederhana:

TahapPertanyaan yang Perlu Dijawab
AwarenessDari mana konsumen mengetahui bisnis?
ConsiderationInformasi apa yang mereka cari?
ConversionApa yang membuat mereka membeli?
PaymentApakah proses pembayaran mudah?
RetentionBagaimana membuat mereka membeli lagi?

Dari sini bisnis dapat menemukan titik yang paling banyak menyebabkan calon pelanggan berhenti. Misalnya, traffic website tinggi tetapi transaksi rendah. Berarti masalahnya mungkin bukan pada awareness, melainkan pada conversion.

2. Pastikan Bisnis Mudah Ditemukan Secara Digital

Setidaknya, bisnis perlu memiliki aset digital dasar seperti:

  • Google Business Profile.
  • Instagram atau platform sosial yang relevan.
  • WhatsApp Business.
  • Website atau landing page jika dibutuhkan.
  • Marketplace apabila produknya sesuai.
  • Sistem pembayaran digital.

Tidak semua bisnis membutuhkan semuanya sekaligus. Pilih berdasarkan perilaku target konsumen.

3. Sederhanakan Proses Pembelian

Jangan membuat konsumen bekerja terlalu keras untuk membeli. Pastikan informasi berikut mudah ditemukan:

Harga β†’ manfaat β†’ cara order β†’ metode pembayaran β†’ pengiriman β†’ kontak

Jika menggunakan WhatsApp, buat template pesan dan katalog agar proses komunikasi lebih cepat.

Jika menggunakan website, pastikan tombol pembelian atau kontak terlihat jelas.

4. Gunakan Digital Marketing Berdasarkan Data

Pertumbuhan transaksi digital juga membuat pengukuran marketing menjadi semakin penting. Jangan hanya melihat jumlah likes atau followers. Gunakan metrik yang berhubungan dengan bisnis:

  • Cost per Lead (CPL).
  • Conversion Rate.
  • Customer Acquisition Cost (CAC).
  • Average Order Value (AOV).
  • Repeat Purchase Rate.
  • Return on Ad Spend (ROAS).
  • Customer Lifetime Value (CLV).

Sebagai contoh, iklan dengan 100.000 impressions belum tentu lebih baik daripada iklan dengan 30.000 impressions.

Jika iklan pertama menghasilkan penjualan Rp1 juta dengan biaya Rp500 ribu, sementara iklan kedua menghasilkan penjualan Rp3 juta dengan biaya Rp700 ribu, maka iklan kedua memberikan kontribusi bisnis yang lebih kuat. Digital marketing harus diukur dari dampaknya terhadap bisnis, bukan sekadar popularitas konten.

5. Bangun Strategi Retention

Mendapatkan transaksi pertama hanyalah awal. Setelah pelanggan melakukan pembelian, bisnis dapat membangun hubungan melalui:

  • Follow-up setelah pembelian.
  • Program loyalitas.
  • Promo khusus pelanggan lama.
  • Reminder pembelian ulang.
  • Rekomendasi produk.
  • Konten edukasi.
  • WhatsApp marketing yang relevan.

Strategi ini penting karena bisnis sering mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pelanggan baru daripada mempertahankan pelanggan yang sudah mengenal bisnis.

Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia: Jangan Terjebak pada Tingginya Transaksi

Ini bagian yang sering terlewat. Pertumbuhan transaksi digital secara nasional tidak otomatis berarti setiap bisnis akan mengalami pertumbuhan penjualan.

Mengapa?

Karena konsumen memiliki semakin banyak pilihan. Ketika pembayaran semakin mudah, kompetisi juga dapat menjadi semakin ketat. Pelanggan dapat membandingkan harga, membaca review, melihat produk kompetitor, dan berpindah dari satu brand ke brand lainnya hanya dalam hitungan menit.

Karena itu, bisnis tidak cukup hanya menyediakan QRIS. Bisnis membutuhkan alasan yang membuat konsumen memilih mereka.

Baca juga: Persaingan UMKM di Marketplace Semakin Ketat, Strategi Apa yang Dibutuhkan?

Alasan tersebut bisa berupa:

harga yang kompetitif, kualitas produk, kecepatan pelayanan, pengalaman pelanggan, kepercayaan, branding, atau value proposition yang jelas.

Dengan kata lain:

Digitalisasi mengurangi hambatan transaksi, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan bisnis untuk memberikan nilai.

Strategi Memanfaatkan Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia dengan Payment, Marketing, dan Data

Tahap berikutnya adalah menghubungkan tiga komponen:

Payment β†’ Marketing β†’ Data

  • Payment membantu bisnis menerima transaksi.
  • Marketing membantu mendatangkan konsumen.
  • Data membantu bisnis memahami apa yang terjadi.

Ketiganya harus berjalan sebagai satu sistem.

Sebagai contoh:

Seorang konsumen melihat konten Instagram β†’ mengunjungi WhatsApp β†’ bertanya β†’ membeli β†’ melakukan pembayaran digital β†’ masuk database pelanggan β†’ mendapatkan penawaran yang relevan β†’ melakukan pembelian ulang.

Dengan melacak seluruh proses tersebut, bisnis dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih kuat. Pendekatan ini memberikan wawasan yang jauh lebih bernilai daripada sekadar mengetahui bahwa β€œpenjualan bulan ini naik”. Setelah memahami pentingnya data dalam membaca transaksi, langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana bisnis dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan strategi yang lebih tepat.

Bisnis dapat mengetahui mengapa penjualan naik dan kanal mana yang berkontribusi.

Bagaimana UMKM Memanfaatkan Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia?

Tidak perlu mengubah seluruh sistem bisnis dalam satu hari. Gunakan pendekatan bertahap.

  • Minggu pertama: audit seluruh customer journey dari pertama kali konsumen menemukan bisnis hingga melakukan pembayaran.
  • Minggu kedua: rapikan aset digital seperti media sosial, WhatsApp, Google Business Profile, website, dan informasi produk.
  • Minggu ketiga: pastikan proses pembayaran dan pemesanan berjalan cepat serta mudah.
  • Minggu keempat: mulai ukur CAC, conversion rate, AOV, repeat purchase, dan sumber transaksi.

Setelah mendapatkan data, barulah bisnis menentukan investasi digital marketing berikutnya.

Baca juga: Bisnis Offline Mulai Beralih ke Digital Marketing, Apa Alasannya?

Dengan pendekatan tersebut, anggaran digital tidak hanya digunakan untuk β€œmencoba iklan”, tetapi diarahkan berdasarkan masalah dan peluang yang benar-benar ditemukan.

FAQ: Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia

Apakah UMKM wajib mengikuti tren transaksi digital?

Tidak harus menggunakan seluruh teknologi sekaligus. Namun, UMKM perlu memastikan bisnisnya mampu mengikuti kebiasaan konsumen yang semakin digital, terutama dalam pencarian informasi, komunikasi, pemesanan, dan pembayaran.

Apakah QRIS saja sudah cukup untuk digitalisasi bisnis?

Belum. QRIS mempermudah pembayaran, tetapi digitalisasi bisnis juga mencakup pemasaran, customer service, pengelolaan data, operasional, dan strategi mempertahankan pelanggan.

Apa peluang terbesar dari pertumbuhan transaksi digital?

Peluang terbesar bukan hanya bertambahnya jumlah transaksi, tetapi kemampuan bisnis membangun customer journey yang lebih cepat, mudah, terukur, dan dapat menghasilkan pembelian berulang.

Apakah bisnis kecil perlu menggunakan digital marketing?

Perubahan perilaku konsumen tersebut membuat kehadiran bisnis di kanal digital semakin penting. Namun, digitalisasi tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit atau membutuhkan biaya besar. Bisnis dapat memulainya secara bertahap dari kanal yang paling dekat dengan konsumennya, seperti media sosial, Google Business Profile, WhatsApp, hingga sistem pembayaran digital.

Kesimpulan: Memanfaatkan Pertumbuhan Transaksi Digital Indonesia

Pertumbuhan transaksi digital Indonesia meningkat secara signifikan dan menciptakan peluang besar bagi bisnis. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi pembayaran digital, QRIS, dan BI-FAST terus tumbuh pada 2026. Bahkan, hingga Juni 2026 QRIS telah menjangkau 44,86 juta merchant dengan 96,68% di antaranya merupakan UMKM.

Namun, peluang terbesar bukan sekadar menerima pembayaran secara digital. Bisnis perlu memanfaatkan perubahan tersebut untuk:

  • Memperluas jangkauan konsumen.
  • Mempermudah proses pembelian.
  • Meningkatkan conversion rate.
  • Mengumpulkan dan memahami data pelanggan.
  • Meningkatkan average order value.
  • Membangun pembelian berulang.
  • Mengukur digital marketing berdasarkan hasil bisnis.

Pada akhirnya, transaksi digital hanyalah salah satu bagian dari transformasi bisnis. Pada akhirnya, berbagai perubahan tersebut menunjukkan bahwa peluang dari pertumbuhan transaksi digital tidak hanya terletak pada kemudahan pembayaran. Bisnis perlu melihatnya sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan pembayaran, pemasaran, data, dan pengalaman pelanggan. Lalu, apa yang perlu dipersiapkan bisnis agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara berkelanjutan?

Pada akhirnya, pertumbuhan transaksi digital Indonesia bukan hanya tentang semakin banyaknya konsumen yang beralih ke pembayaran digital, tetapi juga tentang bagaimana bisnis mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Melihat perubahan tersebut, bisnis perlu mulai memikirkan bagaimana strategi digital marketing dapat menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang terus berkembang. Dari sinilah peran strategi yang tepat dan terukur menjadi semakin penting untuk membantu bisnis memanfaatkan peluang digital secara maksimal.

Pelajari layanan dan insight lainnya melalui

Isee Digital Marketing

Atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda melalui WhatsApp

Admin Isee Digital Marketing

Jika Anda masih memiliki pertanyaan, pengalaman, atau pendapat mengenai pertumbuhan transaksi digital di Indonesia, jangan ragu untuk membagikannya. Tulis pertanyaan atau pendapat Anda di kolom komentar di bawah, ya!

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop