Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang โ†’
๐Ÿ“ Instagram bisnis

Tidak Follow, Tapi Beli: Begini Cara Konten Instagram Bekerja

๐Ÿ‘ค Lina Faizatus Sholihah โ€ข ๐Ÿ“… September 24, 2026

Pernah menemukan produk makanan yang terlihat menarik di Instagram, padahal Anda tidak pernah mengikuti akun penjualnya? Awalnya mungkin hanya melihat konten Instagram beberapa detik. Setelah itu, Anda membuka profil, melihat harga, membaca komentar, lalu menyimpan produknya untuk dipertimbangkan. Beberapa hari kemudian, Anda kembali mencarinya dan akhirnya menjalankan pembelian.

Situasi seperti ini semakin sering kita temui di media sosial. Pengguna bisa mengenal produk atau jasa dari sebuah akun tanpa perlu mengikutinya terlebih dahulu. Mereka juga bisa tertarik setelah melihat sebuah unggahan, meskipun tidak memberikan tanda suka atau meninggalkan komentar.

Bagi pelaku UMKM, kreator, dan pemilik bisnis online, calon pembeli tidak harus mengikuti sebuah akun untuk menemukan produk. Mereka bisa mencari produk melalui pencarian, Reels, Explore, Stories, rekomendasi Instagram, atau melihat unggahan yang muncul saat pengguna lain membagikannya.

Karena itu, bisnis tidak cukup hanya mengejar jumlah pengikut saat membangun kehadiran di Instagram. Bisnis juga perlu membuat unggahan yang menarik perhatian, menyampaikan informasi dengan jelas, membangun kepercayaan, dan membuat calon pelanggan semakin yakin sebelum membeli.

Mengapa Orang Bisa Menemukan Akun yang Tidak Mereka Follow?

Instagram tidak hanya menjadi tempat bagi pengguna untuk melihat unggahan dari akun yang mereka ikuti. Platform ini juga menghadirkan beragam rekomendasi berdasarkan aktivitas dan minat pengguna.

Contohnya, seseorang sering menonton video tentang kopi, mencari tempat makan, atau berinteraksi dengan unggahan kuliner. Pada kesempatan berikutnya, Instagram dapat menampilkan unggahan lain yang masih berhubungan dengan kebiasaan tersebut.

Di sinilah peluang bisnis muncul. Misalnya, sebuah kedai kopi lokal di Surabaya membuat video singkat tentang menu barunya. Pelanggan lama bisa melihat video tersebut, tetapi orang yang sedang mencari rekomendasi tempat minum kopi juga dapat menemukannya.

Pengguna tersebut mungkin tidak mengenal nama kedai sebelumnya. Ia juga belum tentu mengikuti akun kedai tersebut. Akan tetapi, satu unggahan yang sesuai dapat menjadi titik awal perjalanan menuju pembelian.

Oleh sebab itu, bisnis tidak selalu harus menunggu seseorang menjadi pengikut terlebih dahulu. Mereka perlu membuat materi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna ketika pengguna tersebut menemukannya.

Bagaimana Konten Instagram Menjangkau Calon Pembeli?

Ada beberapa jalur yang dapat mempertemukan pengguna dengan sebuah akun meskipun mereka belum mengikutinya.

Reels sebagai Bagian dari Konten Instagram

Reels menjadi salah satu format yang memungkinkan sebuah akun menjangkau orang di luar pengikutnya. Video pendek dapat memperkenalkan produk melalui demonstrasi, ulasan, tutorial, tahapan pembuatan, atau cerita di balik sebuah bisnis.

Contohnya, pemilik usaha makanan rumahan dapat memperlihatkan proses membuat dessert dalam video singkat. Orang yang sebelumnya tidak mengenal usaha tersebut mungkin berhenti menonton karena visual makanannya menarik.

Akan tetapi, perhatian saja belum tentu membuahkan transaksi. Pengguna masih dapat melanjutkan perjalanan dengan membuka profil, melihat menu, membaca komentar, atau mencari informasi tambahan.

Pelajari juga: Jangan Asal Pilih Creator untuk Promosi Bisnis kenali cara memilih creator yang sesuai agar promosi dapat menjangkau audiens yang relevan dengan bisnis Anda.

Explore

Halaman Explore dapat mempertemukan pengguna dengan beragam unggahan yang sesuai dengan minat mereka. Bagi bisnis, kondisi ini membuka peluang untuk ditemukan oleh calon pelanggan baru.

Bayangkan seseorang sedang mencari inspirasi pakaian untuk menghadiri acara. Ia melihat unggahan dari toko fashion lokal yang menampilkan beberapa kombinasi pakaian. Meskipun belum mengikuti toko tersebut, ia bisa membuka profil karena menemukan produk yang sesuai kebutuhannya.

Stories

Stories dapat membantu bisnis mempertahankan perhatian pengguna melalui pembaruan yang lebih spontan. Pemilik bisnis dapat menampilkan stok terbaru, tahapan produksi, menu hari ini, ulasan pelanggan, atau informasi promosi.

Pengguna yang sebelumnya hanya melihat satu unggahan dapat kembali menemukan bisnis tersebut melalui Stories. Interaksi yang awalnya sederhana kemudian dapat berkembang menjadi rasa ingin tahu.

Pencarian dan Konten Instagram

Pencarian juga punya peran penting. Saat seseorang sudah tahu produk yang mereka butuhkan, mereka bisa menggunakan Instagram untuk mencari referensi.

Contohnya, seseorang mencari โ€œkue ulang tahun Surabayaโ€. Ia mungkin menemukan beberapa akun usaha lokal, melihat portofolio, membaca komentar pelanggan, lalu memilih akun yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Artinya, akun bisnis perlu mempertimbangkan bagaimana pengguna menemukan mereka, bukan hanya bagaimana mereka membuat pengikut bertambah.

Mengapa Konten Instagram Tidak Langsung Menghasilkan Pembelian?

Salah satu kesalahan dalam memahami perilaku pengguna adalah menganggap bahwa seseorang harus langsung membeli setelah melihat sebuah unggahan.

Pada kenyataannya, calon pembeli sering membutuhkan beberapa kali interaksi. Seseorang dapat melihat video produk hari ini, menyimpan unggahan tersebut besok, membuka profil beberapa hari kemudian, lalu membeli setelah mendapatkan informasi tambahan.

Perjalanan seperti itu sangat masuk akal, terutama untuk produk yang membutuhkan pertimbangan. Skincare, pakaian, makanan dalam jumlah besar, jasa fotografi, hingga layanan digital mempunyai tahapan pertimbangan yang berbeda.

Karena itu, sebuah unggahan yang belum membuahkan penjualan pada hari yang sama belum tentu tidak memiliki nilai. Unggahan tersebut bisa menjadi salah satu bagian dari perjalanan calon pelanggan.

Dari Melihat sampai Membeli: Apa yang Terjadi?

Perjalanan pengguna dapat berlangsung melalui beberapa tahap. Setiap tahap memiliki tujuan yang berbeda.

Tahap PenggunaPerilaku yang Mungkin TerjadiHal yang Perlu Disiapkan Bisnis
Melihat kontenBerhenti menonton atau membacaVisual dan informasi yang menarik
BerinteraksiMemberikan like, komentar, simpan, atau membagikanMateri yang relevan dan mudah dipahami
Mengunjungi profilMelihat bio, katalog, dan unggahan lainProfil yang jelas dan meyakinkan
Mempertimbangkan produkMembandingkan harga, kualitas, ulasan, dan pilihanInformasi produk yang lengkap
Melakukan pembelianMenghubungi penjual atau melakukan transaksiProses pembelian yang sederhana

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa interaksi di Instagram tidak berhenti pada like. Seseorang yang tidak menyajikan tanda suka tetap dapat menjadi calon pelanggan.

Bahkan, pengguna yang membaca informasi lalu membuka profil bisa saja lebih serius mempertimbangkan produk daripada pengguna yang hanya memberikan tanda suka.

Pelajari juga: Satu Review Jelek Bisa Bikin Orang Batal Beli? Cari tahu bagaimana ulasan pelanggan dapat memengaruhi pertimbangan calon pembeli sebelum mereka melakukan transaksi.

Mengapa Pengguna Bisa Melihat Produk Berkali-kali?

Tidak semua orang mengambil keputusan dalam satu kali melihat unggahan. Bayangkan seorang mahasiswa menemukan sepatu dari merek lokal melalui Reels. Ia tertarik, tetapi belum langsung membeli karena masih mempunyai banyak pertimbangan. Ia kemudian membuka profil, melihat pilihan warna, mengecek harga, dan membaca komentar.

Beberapa hari kemudian, ia melihat produk yang sama atau produk serupa kembali muncul. Kali ini, ia sudah mengenali mereknya. Rasa familiar tersebut dapat membuat tahapan pertimbangan terasa lebih mudah.

Situasi serupa dapat terjadi pada produk makanan dan minuman. Seseorang mungkin melihat video sebuah kedai, tetapi belum memiliki rencana untuk datang. Ketika beberapa hari kemudian ia membutuhkan tempat untuk bertemu teman, nama kedai tersebut sudah tersimpan dalam ingatannya. Artinya, keputusan pembelian dapat terbentuk secara bertahap.

Pelajari juga: AI Mulai Jadi Teman Belanja Gen Z, Bisnis Harus Ngapain? Cari tahu bagaimana AI membantu Gen Z mencari informasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum berbelanja.

Like dan Jumlah Followers Bukan Satu-Satunya Ukuran

Jumlah pengikut memang menyajikan gambaran tentang ukuran audiens sebuah akun. Akan tetapi, angka tersebut tidak otomatis menggambarkan berapa banyak orang yang akan membeli produk.

Akun dengan pengikut yang besar dapat mempunyai banyak orang yang sekadar melihat unggahan. Sebaliknya, akun dengan jumlah pengikut yang lebih kecil dapat menemukan calon pelanggan yang memang membutuhkan produknya.

Hal yang sama berlaku pada jumlah like. Seseorang mungkin melihat unggahan, merasa tertarik, lalu langsung membuka tautan pembelian tanpa memberikan like. Ada pula pengguna yang menyimpan informasi produk untuk dipertimbangkan kemudian.

Karena itu, bisnis perlu melihat perjalanan pengguna secara lebih luas. Jangkauan, kunjungan profil, penyimpanan, percakapan, klik, dan transaksi dapat memberikan konteks yang berbeda.

Namun, bisnis perlu membaca setiap petunjuk sesuai dengan tujuan kontennya. Unggahan untuk memperkenalkan produk tentu memiliki pendekatan yang berbeda dari unggahan yang mengajak pelanggan melakukan transaksi.

Bagaimana Konten Instagram Membantu Pengguna Mengambil Keputusan?

Pengguna tidak selalu membutuhkan promosi yang terus-menerus. Dalam banyak situasi, mereka justru membutuhkan informasi sebelum merasa yakin.

Contohnya, bisnis skincare bisa menjelaskan cara memakai produk, kandungan utamanya, serta produk yang cocok untuk jenis kulit tertentu. Toko pakaian dapat memberikan informasi ukuran dan tips memilih model. Sementara itu, kedai makanan bisa menunjukkan menu, harga, lokasi, hingga suasana tempat lewat unggahan mereka.

Informasi tersebut membantu pengguna menjawab pertanyaan yang muncul sebelum membeli. Dari perspektif lain, bisnis juga perlu memahami bahwa setiap calon pelanggan mempunyai kebutuhan berbeda. Konten yang menarik bagi seseorang belum tentu sesuai bagi orang lain.

Karena itu, bisnis tidak cukup hanya mengejar jumlah tayangan lewat setiap unggahan. Mereka perlu memilih topik yang sesuai dengan kebutuhan audiens dan menentukan tindakan yang ingin mereka dapatkan setelah pengguna melihat konten.

Contoh Konten Instagram dalam Perjalanan Calon Pembeli

Mari melihat contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seorang pengguna sedang mencari camilan untuk acara kecil bersama teman. Saat membuka Instagram, ia menemukan Reels dari UMKM yang menjual cookies. Video tersebut menampilkan produk secara menarik dan mencantumkan informasi rasa.

Pengguna itu belum mengikuti akun tersebut. Ia kemudian membuka profil untuk melihat pilihan produk lainnya. Setelah itu, ia membaca beberapa komentar pelanggan dan melihat Stories yang berisi informasi harga. Karena acara baru berlangsung beberapa hari kemudian, ia belum menjalankan pembelian.

Dua hari kemudian, ia kembali membuka profil tersebut. Kali ini, ia sudah menentukan produk pilihannya. Ia kemudian menghubungi penjual dan langsung memesan produk tersebut. Tidak ada tahapan yang mengharuskan pengguna mengikuti akun terlebih dahulu.

Inilah alasan bisnis perlu memandang Instagram sebagai bagian dari perjalanan pelanggan. Satu unggahan mungkin menjadi pintu masuk, sedangkan unggahan lain membantu pengguna membangun kepercayaan sebelum akhirnya membeli.

Apa yang Bisa Bisnis Lakukan?

Bisnis tidak harus membuat semua unggahan dengan sasaran menjual secara langsung. Justru, variasi konten dapat membantu pengguna mengenal bisnis dari beragam sisi.

Bisnis makanan dapat membuat konten tentang menu, tahapan pembuatan, cara penyajian, dan ulasan pelanggan. Bisnis fashion dapat memperlihatkan cara memadukan pakaian, detail produk, serta panduan ukuran.

Sementara itu, kreator dapat membuat materi edukatif yang menjawab pertanyaan audiens. Jasa lokal juga dapat memperlihatkan proses kerja, temuan layanan, dan informasi yang membantu calon pelanggan memahami layanan tersebut.

Dengan strategi seperti itu, setiap unggahan mempunyai peran dalam perjalanan pengguna. Konten Instagram yang baik bukan hanya membuat orang berhenti menggulir layar. Konten tersebut juga dapat membantu pengguna memahami produk, mengenali bisnis, dan mempertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Bukan Follow Dulu, Baru Beli

Kebiasaan pengguna media sosial terus berkembang. Orang dapat menemukan produk dari akun yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, melihat beberapa unggahan, kemudian menjalankan pembelian tanpa pernah menekan tombol Follow.

Bagi bisnis, gejala tersebut menunjukkan bahwa mereka perlu membuat materi yang membantu audiens menemukan informasi, menjawab kebutuhan mereka, dan membangun kepercayaan.

Jumlah pengikut tetap mempunyai fungsi sebagai salah satu petunjuk pertumbuhan akun. Akan tetapi, bisnis sebaiknya tidak menjadikan angka tersebut sebagai satu-satunya gambaran keberhasilan.

Ujungnya, konten Instagram dapat menjadi bagian dari perjalanan yang panjang: seseorang melihat, tertarik, mencari informasi, mempertimbangkan, lalu membeli ketika waktunya tepat.

Kesimpulan

Perjalanan calon pembeli di Instagram tidak selalu berjalan secara langsung. Seseorang dapat menemukan produk melalui Reels, Explore, Stories, pencarian, atau rekomendasi tanpa mengikuti akun terlebih dahulu. Mereka juga tidak harus menyajikan like atau komentar untuk memperlihatkan bahwa mereka tertarik.

Karena itu, bisnis perlu melihat setiap unggahan sebagai bagian dari perjalanan pengguna. Informasi yang jelas, visual yang sesuai, profil yang rapi, serta pengalaman yang meyakinkan dapat membantu pengguna bergerak dari sekadar melihat menuju pertimbangan dan pembelian.

Jumlah pengikut dan interaksi tetap berguna untuk membaca perkembangan akun, tetapi keputusan pembelian sering melibatkan tahapan yang lebih panjang. Dengan memahami perilaku tersebut, bisnis dapat membuat strategi yang tidak hanya mengejar perhatian, tetapi juga membantu calon pelanggan mengambil keputusan.

Sudah membuat konten Instagram, tetapi calon pembeli masih sulit menemukan bisnis Anda? Kunjungi www.iseedigitalmarketing.com untuk melihat bagaimana Isee Digital Marketing membantu bisnis menyusun strategi digital yang sesuai dengan kebutuhan audiens.

Punya pertanyaan tentang strategi digital marketing untuk bisnis Anda? Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 untuk berdiskusi langsung.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop