Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Digital Marketing

Konsumen Indonesia Semakin Beralih ke Transaksi Digital, Apa Dampaknya bagi UMKM?

👤 Lina Faizatus Sholihah • 📅 September 2, 2026

Perubahan cara masyarakat Indonesia melakukan transaksi semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jika dahulu konsumen lebih sering membawa uang tunai ketika berbelanja, kini ponsel sudah menjadi salah satu alat pembayaran yang praktis. Masyarakat dapat membeli makanan, membayar transportasi, berbelanja kebutuhan sehari-hari, hingga membayar berbagai layanan hanya dengan beberapa langkah melalui perangkat digital.

Perubahan tersebut tentu ikut memengaruhi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan harga produk, tetapi juga memperhatikan kemudahan ketika melakukan pembayaran. Karena itu, UMKM perlu mengikuti perkembangan tersebut agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan tidak tertinggal dalam persaingan bisnis.

Kebiasaan tersebut juga membuat pelaku usaha perlu memahami cara konsumen berinteraksi dengan bisnis. Pelanggan kini dapat mencari informasi produk, membandingkan pilihan, hingga menyelesaikan pembayaran melalui perangkat yang sama. Kondisi ini membuka peluang bagi UMKM untuk memberikan layanan yang lebih praktis sekaligus menjangkau calon pelanggan melalui berbagai kanal digital.

Mengapa Konsumen Indonesia Semakin Memilih Transaksi Digital?

Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat. Kehadiran mobile banking, dompet digital, dan QRIS membuat konsumen dapat menyelesaikan pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai. Selain praktis, transaksi digital juga membantu konsumen menghemat waktu karena mereka tidak perlu mencari uang dengan nominal yang sesuai atau menunggu kembalian.

Bank Indonesia mencatat 16,07 miliar transaksi pembayaran digital pada triwulan II 2026. Jumlah tersebut naik 36,88% dari 11,74 miliar transaksi pada triwulan II 2025. Pada periode yang sama, masyarakat juga meningkatkan penggunaan QRIS hingga mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 100,12% secara tahunan.

Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong UMKM Beralih ke Digital Marketing untuk memahami bagaimana perubahan kebiasaan konsumen mendorong UMKM menyesuaikan strategi pemasaran di era digital.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Kebiasaan ini kemudian menciptakan tuntutan baru bagi pelaku usaha. Ketika konsumen sudah terbiasa membayar secara cepat melalui ponsel, mereka cenderung mengharapkan pengalaman serupa ketika berbelanja di UMKM.

QRIS Membuka Peluang Digitalisasi bagi UMKM

Masyarakat kini semakin sering menggunakan QRIS saat melakukan transaksi sehari-hari. Bank Indonesia mengembangkan QRIS sebagai standar pembayaran dengan kode QR sehingga konsumen dapat membayar melalui berbagai aplikasi yang mendukung layanan tersebut. Bagi UMKM, satu kode pembayaran membuat proses menerima uang dari pelanggan menjadi lebih praktis dan sederhana.

Perkembangan QRIS juga menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjangkau banyak pelaku usaha kecil. Hingga Juni 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 44,86 juta. Sebanyak 96,68% dari merchant tersebut merupakan UMKM. Pada semester I 2026, transaksi QRIS juga mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp1,12 kuadriliun.

Pelajari juga: UMKM Indonesia Semakin Beralih ke Digital Marketing, Apa Penyebabnya? Untuk mengetahui alasan semakin banyak UMKM memanfaatkan digital marketing dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen.

Dengan jumlah tersebut, UMKM memiliki peluang untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen tanpa harus membangun sistem pembayaran sendiri. Namun, pemanfaatan teknologi sebaiknya tidak berhenti pada penggunaan QRIS. Pelaku usaha juga perlu mengembangkan pemasaran digital agar semakin banyak konsumen mengenal produk yang mereka tawarkan.

Apa Dampaknya bagi UMKM?

Peralihan konsumen menuju transaksi digital membawa dampak yang cukup besar bagi UMKM. Perubahan tersebut dapat memberikan peluang untuk meningkatkan pelayanan, memperluas pasar, dan mengelola transaksi dengan lebih teratur. Namun, UMKM juga menghadapi tantangan karena persaingan digital membuat konsumen semakin mudah membandingkan berbagai bisnis.

Dampak Transaksi DigitalPengaruh bagi UMKM
Pembayaran lebih praktisMemudahkan pelanggan menyelesaikan transaksi
Proses transaksi lebih cepatMembantu mempercepat pelayanan
Pencatatan transaksi lebih mudahMembantu pemilik usaha memantau pemasukan
Jangkauan pasar lebih luasMembuka peluang mendapatkan pelanggan baru
Persaingan semakin terbukaMendorong UMKM meningkatkan kualitas produk dan pelayanan
Ketergantungan pada teknologiMenuntut pelaku usaha memahami keamanan transaksi digital

Oleh sebab itu, UMKM perlu melihat transaksi digital sebagai bagian dari perkembangan bisnis secara keseluruhan. Pembayaran digital memang memberikan kemudahan, tetapi pelaku usaha tetap perlu membangun strategi agar konsumen tertarik membeli dan kembali menggunakan produk mereka.

Pelajari juga: Daya Saing UMKM di Era Digital 2026 Semakin Bergantung pada Pemasaran Online untuk memahami bagaimana pemasaran online dapat membantu UMKM mempertahankan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.

1. Konsumen Semakin Mengutamakan Kemudahan Saat Berbelanja

Konsumen yang terbiasa melakukan transaksi digital cenderung mencari proses pembelian yang praktis. Misalnya, saat membeli makanan di sebuah kedai, pelanggan dapat langsung memindai QRIS setelah menerima pesanan. Cara tersebut membuat pelanggan menyelesaikan pembayaran dengan cepat tanpa perlu menyiapkan uang tunai atau mencari nominal yang sesuai. Karena itu, UMKM perlu menghadirkan proses transaksi yang sederhana agar pelanggan merasa nyaman selama berbelanja.

Selain pembayaran, UMKM juga perlu memudahkan pelanggan ketika mencari informasi. Pelaku usaha dapat mencantumkan harga, alamat, jam operasional, katalog, dan informasi kontak melalui media sosial atau website. Konsumen pun dapat memperoleh informasi tersebut tanpa harus bertanya berulang kali. Kemudahan seperti ini membuat pelanggan lebih mudah mengenal bisnis, mempertimbangkan produk, dan menentukan pilihan. Oleh sebab itu, UMKM perlu menggabungkan transaksi digital dengan pelayanan yang responsif untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih baik.

2. Peluang Pasar Bertambah, tetapi Persaingan Juga Semakin Ketat

Transaksi digital memberikan kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pelaku usaha tidak harus mengandalkan pelanggan yang datang langsung ke toko karena mereka dapat memanfaatkan media sosial, marketplace, website, dan layanan pesan antar. Dengan strategi yang tepat, bisnis kecil dapat memperkenalkan produknya kepada konsumen di luar wilayah tempat usaha beroperasi.

Namun, kemudahan tersebut juga membuat persaingan semakin terbuka. Konsumen dapat membandingkan harga, kualitas, ulasan, pelayanan, dan promosi dari berbagai bisnis hanya melalui ponsel. Karena itu, UMKM sebaiknya tidak hanya bersaing melalui harga murah. Pelaku usaha perlu membangun keunggulan melalui kualitas produk, pelayanan, identitas merek, serta komunikasi yang konsisten di kanal digital.

Digitalisasi UMKM Sejalan dengan Perkembangan Ekonomi Indonesia

Perubahan perilaku konsumen juga berjalan bersamaan dengan berbagai upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital. Bank Indonesia terus memperluas penggunaan pembayaran digital melalui QRIS dan mendorong konektivitas sistem pembayaran. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melihat transaksi digital sebagai bagian penting dari perkembangan ekonomi Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mulai memberikan perhatian terhadap kemampuan UMKM untuk bersaing di pasar digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem pasar digital yang lebih adil sehingga UMKM dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya berbicara tentang penggunaan internet, tetapi juga tentang kemampuan bisnis memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing.

Perkembangan kebijakan tersebut menjadi semakin relevan ketika masyarakat terus mengubah kebiasaan berbelanja. UMKM yang mampu mengikuti perubahan dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan pelanggan, dan mengelola aktivitas bisnis secara lebih efektif.

Bagaimana UMKM Menghadapi Perubahan Transaksi Digital?

UMKM dapat memulai proses digitalisasi dari langkah sederhana. Pertama, pelaku usaha dapat menyediakan metode pembayaran digital yang sesuai dengan kebiasaan pelanggan. QRIS menjadi salah satu pilihan karena konsumen dapat menggunakannya melalui berbagai aplikasi pembayaran yang tersedia.

Pelajari juga: UMKM Go Digital Bukan Lagi Pilihan, Apa Strategi yang Harus Dilakukan? Untuk mengetahui strategi yang dapat diterapkan UMKM agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan konsumen.

Selanjutnya, UMKM perlu memperkuat kehadiran mereka di kanal digital. Pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk, membagikan informasi, menampilkan ulasan pelanggan, dan berinteraksi langsung dengan calon pembeli. Di sisi lain, website dapat membantu bisnis menyajikan informasi yang lebih lengkap sekaligus meningkatkan peluang calon pelanggan menemukan usaha melalui mesin pencari.

Pelaku usaha juga sebaiknya memanfaatkan data transaksi untuk memahami perilaku pelanggan. Catatan penjualan dapat membantu pemilik bisnis mengetahui produk yang paling banyak terjual, periode penjualan yang ramai, serta kebutuhan konsumen. Dengan informasi tersebut, UMKM dapat menentukan strategi promosi dan persediaan berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus menjaga keamanan setiap transaksi digital. Sebelum menyerahkan produk, mereka perlu memastikan pelanggan sudah membayar melalui sistem atau aplikasi pembayaran. Langkah tersebut membantu UMKM menghindari kesalahan sekaligus menekan risiko penipuan saat bertransaksi secara digital.

Bagaimana Isee Digital Marketing Membantu UMKM?

Perubahan kebiasaan konsumen semakin mendorong UMKM untuk memperkuat pemasaran digital. Saat ini, konsumen dapat mencari informasi tentang produk melalui internet sebelum menentukan pilihan. Karena itu, pelaku usaha perlu membangun kehadiran digital yang informatif agar calon pelanggan lebih mudah mengenal bisnis dan yakin memilih produk mereka.

Pelajari juga: Bisnis Semakin Sulit Mendapatkan Pelanggan, Mengapa Digital Marketing Dibutuhkan?Untuk mengetahui alasan digital marketing semakin dibutuhkan UMKM dalam menjangkau dan mempertahankan pelanggan.

Isee Digital Marketing dapat menjadi pilihan bagi UMKM yang ingin mengembangkan strategi pemasaran digital. Dengan strategi yang sesuai, pelaku usaha dapat meningkatkan visibilitas bisnis, memperkenalkan produk kepada target konsumen, serta mengoptimalkan berbagai kanal digital untuk mendukung perkembangan usaha.

Ingin mengetahui strategi digital marketing yang sesuai untuk bisnis Anda? Anda dapat mengunjungi website Isee Digital Marketing melalui www.iseedigitalmarketing.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan strategi pemasaran digital.

Masih ingin berkonsultasi secara langsung? Anda juga dapat menghubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di  wa.me/6289508029834 untuk menanyakan kebutuhan pemasaran digital bisnis Anda.

Kesimpulan

Peralihan konsumen Indonesia menuju transaksi digital menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembelian terus berubah. Konsumen kini semakin terbiasa menggunakan ponsel untuk menyelesaikan pembayaran karena metode tersebut menawarkan kemudahan dan kecepatan. Perubahan ini kemudian mendorong UMKM untuk menyesuaikan cara mereka melayani pelanggan.

Pertumbuhan QRIS menjadi salah satu bukti nyata dari perkembangan tersebut. Jumlah merchant yang mencapai puluhan juta dan dominasi UMKM dalam ekosistem QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital sudah menjadi bagian dari aktivitas bisnis skala kecil. Bagi UMKM, kondisi ini membuka kesempatan untuk memberikan pelayanan yang lebih praktis sekaligus mengikuti kebiasaan konsumen.

Namun, UMKM tidak cukup hanya menyediakan pembayaran digital. Pelaku usaha juga perlu memperkuat pemasaran, meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan transaksi, dan memanfaatkan data penjualan untuk mengambil keputusan. Dengan cara tersebut, teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan bisnis.

Pada akhirnya, transaksi digital bukan sekadar perubahan cara membayar. Perubahan ini juga mencerminkan perubahan ekspektasi konsumen terhadap sebuah bisnis. UMKM yang mampu memahami kebutuhan tersebut dan memanfaatkan teknologi secara tepat akan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pelanggan, menjangkau pasar baru, dan menghadapi persaingan bisnis di era digital.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop