TikTok Shop dan Perubahan Strategi Pemasaran Digital UMKM 2026 menjadi topik penting bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Kini, masyarakat tidak hanya menggunakan media sosial untuk mencari hiburan, tetapi juga menemukan produk, membandingkan pilihan, melihat ulasan, hingga melakukan pembelian. Kondisi tersebut semakin mempersempit batas antara aktivitas menikmati konten dan berbelanja. mungkinkan penjual menawarkan produk melalui video, siaran langsung, dan fitur Showcase. Dengan demikian, calon pelanggan dapat menemukan produk sekaligus melihat informasi penjual tanpa harus meninggalkan ekosistem platform.
Perubahan tersebut membuat UMKM perlu mengubah cara memandang pemasaran digital. Jika sebelumnya pelaku usaha cukup mengunggah foto produk dan mencantumkan harga, kini mereka perlu menggunakan strategi yang lebih menarik untuk mendapatkan perhatian audiens. Pelaku usaha perlu membuat konten yang informatif, relevan, dan mampu membangun interaksi.
Selain itu, konsumen semakin terbiasa menemukan rekomendasi produk melalui video pendek dan konten kreator. Oleh karena itu, UMKM perlu menggabungkan kreativitas, pemahaman audiens, dan kemampuan membaca data agar pemasaran tidak sekadar ramai, tetapi juga menghasilkan penjualan.
Pelajari juga: Tren Digital Marketing Indonesia 2026 yang Mulai Mengubah Strategi Bisnis untuk mengetahui berbagai perkembangan pemasaran digital yang mendorong bisnis menyesuaikan cara menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen.
TikTok Shop Tidak Lagi Sekadar Tempat Berjualan
Perkembangan TikTok Shop menunjukkan bahwa platform perdagangan digital kini memainkan peran yang lebih luas dalam perjalanan pelanggan. Konsumen dapat mengenal sebuah merek melalui video, melihat demonstrasi produk saat LIVE, membaca komentar, kemudian mengambil keputusan pembelian.
Model tersebut menciptakan pengalaman belanja yang lebih interaktif. Penjual tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga dapat membangun cerita di balik produk tersebut. Misalnya, pemilik usaha makanan dapat menunjukkan proses pembuatan produk, menjelaskan bahan yang mereka gunakan, serta memperagakan cara menyajikan makanan. Sementara itu, pemilik bisnis fesyen dapat menampilkan detail bahan, memperagakan cara memadukan pakaian, dan memberikan inspirasi kepada calon pembeli untuk menggunakannya.
Kemudian, fitur afiliasi memberikan peluang bagi UMKM untuk bekerja sama dengan kreator yang memiliki audiens sesuai target pasar. Strategi ini dapat membantu UMKM menarik perhatian komunitas yang sebelumnya sulit mereka jangkau melalui promosi konvensional.
Pelajari juga: Mengapa Social Commerce Semakin Penting untuk Bisnis Indonesia untuk memahami bagaimana perkembangan social commerce membuka peluang baru bagi bisnis dalam menjangkau konsumen secara digital.
Integrasi ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop juga menunjukkan perkembangan tersebut. Integrasi Seller Center memungkinkan penjual mengelola aktivitas toko di kedua platform dengan lebih efisien serta mengakses ekosistem afiliasi dan live shopping.
Contoh Perkembangan UMKM di Indonesia pada 2026
Perubahan strategi pemasaran tersebut bukan sekadar teori. Berbagai pelaku UMKM di Indonesia telah menunjukkan cara mereka memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar.
Pada Ramadan 2026, misalnya, aktivitas LIVE shopping mendapatkan perhatian tinggi. ANTARA melaporkan bahwa masyarakat telah menonton sesi LIVE shopping pada awal Ramadan lebih dari 3,4 juta kali. Konsumen juga banyak memilih produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, dan kemeja.
Contoh lain datang dari UNERD Footwear, brand alas kaki asal Pasuruan, Jawa Timur. Brand lokal tersebut memanfaatkan tingginya aktivitas digital selama Ramadan untuk memperkenalkan produknya melalui TikTok dan ekosistem TikTok Shop. Contoh tersebut menunjukkan bahwa bisnis daerah juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas ketika mereka mengelola konten dan platform digital secara tepat.
Pemerintah juga semakin mendorong kemampuan UMKM dalam menggunakan pemasaran digital. Pada Juni 2026, Kementerian UMKM mengadakan pelatihan strategi pemasaran digital di Balikpapan dengan menggandeng TikTok Shop by Tokopedia. Pelatihan tersebut membahas cara meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan konsumen, dan meningkatkan penjualan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, pada Agustus 2026, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mengadakan pelatihan mengenai affiliate dan live selling TikTok dalam rangkaian Ekon Fest 2026. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membuat konten, memahami produk, dan melakukan penjualan secara langsung melalui platform digital semakin relevan bagi UMKM.
UMKM Perlu Memperkuat Strategi Pemasaran Digital
TikTok Shop dan Perubahan Strategi Pemasaran Digital UMKM 2026 mendorong pelaku usaha untuk membangun strategi yang lebih menyeluruh. UMKM tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis konten atau berharap sebuah video menjadi viral.
Berikut beberapa strategi yang dapat UMKM terapkan:
| Strategi | Penerapan untuk UMKM | Tujuan |
|---|---|---|
| Video pendek | Membuat konten edukasi, demonstrasi, dan storytelling | Meningkatkan perhatian audiens |
| LIVE shopping | Menjelaskan produk dan menjawab pertanyaan audiens secara langsung | Membangun interaksi dan mendorong pembelian |
| Affiliate | Bekerja sama dengan kreator yang sesuai dengan target pasar | Memperluas jangkauan |
| Konten edukatif | Memberikan tips yang berkaitan dengan produk | Membangun kepercayaan |
| Analisis data | Mengevaluasi tayangan, interaksi, dan penjualan | Menentukan strategi berikutnya |
| Integrasi kanal | Menghubungkan TikTok, marketplace, dan kanal digital lainnya | Memperluas perjalanan pelanggan |
1. Kenali Target Konsumen
Pertama, UMKM perlu memahami siapa target konsumennya. Misalnya, ketika UMKM menyasar mahasiswa, pelaku usaha perlu menyesuaikan pendekatan pemasaran dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Pemahaman tersebut membantu UMKM menentukan gaya bahasa, visual, topik konten, hingga waktu publikasi.
Pelaku usaha dapat mengamati pertanyaan pelanggan, komentar pada konten, produk yang paling menarik perhatian, serta karakteristik audiens. Dengan cara tersebut, UMKM dapat membuat konten yang lebih sesuai dengan kebutuhan calon pembeli.
2. Perkuat Storytelling Produk
Kedua, pelaku usaha perlu memperkuat storytelling. Konsumen tidak selalu membeli karena harga paling murah. Mereka juga mempertimbangkan manfaat, kualitas, keunikan, reputasi, serta pengalaman yang mereka rasakan saat menggunakan sebuah merek.
Misalnya, pemilik usaha kerajinan dapat menceritakan proses pembuatan produknya. Sementara itu, pemilik usaha makanan dapat menunjukkan pemilihan bahan, proses produksi, hingga cara penyajian. Konten seperti ini dapat membuat calon konsumen merasa lebih dekat dengan sebuah produk.
3. Manfaatkan LIVE Shopping secara Konsisten
Ketiga, UMKM dapat memanfaatkan LIVE shopping secara konsisten. Namun, pelaku usaha sebaiknya tidak menjadikan sesi LIVE sebagai kegiatan menjual secara terus-menerus.
Penjual dapat memberikan edukasi dan menjawab pertanyaan audiens secara langsung. Mereka juga dapat memperlihatkan cara menggunakan produk, menjelaskan keunggulannya, dan membangun percakapan agar audiens merasa terlibat. Dengan pendekatan tersebut, sesi LIVE dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif.
4. Evaluasi Data dan Performa Konten
Keempat, pemilik bisnis perlu mengevaluasi data. Jumlah penonton memang penting, tetapi angka tersebut bukan satu-satunya indikator keberhasilan.
UMKM juga perlu melihat interaksi, klik produk, kunjungan toko, konversi, serta produk yang paling sering menarik perhatian konsumen. Selanjutnya, pelaku usaha dapat menggunakan hasil tersebut untuk menentukan konten yang harus mereka kembangkan serta strategi yang perlu mereka tingkatkan.
Kreator dan Affiliate Mengubah Cara Konsumen Menemukan Produk
Salah satu perubahan terbesar dalam pemasaran digital adalah semakin pentingnya peran kreator dan affiliate. Sebelumnya, perusahaan cenderung mengandalkan iklan untuk memperkenalkan produk. Sekarang, rekomendasi dari kreator dapat menjadi bagian dari proses penemuan produk.
Kreator dapat memperkenalkan produk melalui pengalaman penggunaan, ulasan, tutorial, atau konten hiburan. Karena itu, UMKM sebaiknya tidak memilih kreator hanya berdasarkan jumlah pengikut. UMKM justru perlu mempertimbangkan kesesuaian audiens dan karakter konten sebagai faktor utama.
Misalnya, bisnis makanan lokal dapat bekerja sama dengan kreator kuliner yang memiliki audiens di wilayah target. Begitu pula bisnis fesyen dapat memilih kreator yang memang memiliki komunitas dengan minat terhadap produk fesyen.
Pendekatan tersebut juga membuat strategi pemasaran menjadi lebih manusiawi.Konsumen dapat melihat cara orang menggunakan produk dalam situasi nyata, bukan hanya melihat foto promosi yang menampilkan produk secara profesional.
Data ekosistem #BeliLokal pada semester I 2026 juga menunjukkan pertumbuhan positif. Tokopedia dan TikTok Shop mencatat penjualan produk lokal yang meningkat 51% hingga mendekati 700 juta produk. Selain itu, lebih banyak penjual ikut dalam kampanye tersebut, dengan jumlah peserta meningkat 50% dibandingkan dengan semester I 2025.
UMKM Harus Mengutamakan Konten yang Memberikan Nilai
TikTok Shop dan Perubahan Strategi Pemasaran Digital UMKM 2026 juga memperlihatkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi pada harga. Banyak produk memiliki kategori dan fungsi yang serupa sehingga konsumen membutuhkan alasan lain untuk memilih sebuah merek.
Karena itu, UMKM dapat menggunakan konten untuk menunjukkan alasan yang membuat konsumen memilih produknya. UMKM dapat membuat konten berupa tips, tutorial, perbandingan fitur, proses produksi, cerita di balik produk, hingga jawaban atas pertanyaan yang sering pelanggan sampaikan.
Selanjutnya, pelaku usaha dapat menggunakan pendekatan konten berseri. Sebagai contoh, bisnis kopi dapat membuat seri tentang cara memilih biji kopi, metode seduh, kesalahan saat menyimpan kopi, hingga rekomendasi produk berdasarkan karakter rasa. Konten seperti ini dapat membangun hubungan dengan audiens sekaligus memperkenalkan produk secara natural.
UMKM juga perlu memperhatikan kualitas visual dan audio. Konten tidak harus menggunakan peralatan mahal. Yang lebih penting, UMKM perlu menyampaikan pesan dengan jelas, menggunakan pencahayaan yang cukup, menghasilkan suara yang jernih, dan menampilkan produk secara optimal.
Kemudian, pelaku usaha perlu menggunakan ajakan bertindak atau call to action secara wajar. Alih-alih hanya menulis “beli sekarang”, penjual dapat mengarahkan audiens untuk melihat detail produk, mengecek katalog, atau mengikuti akun agar mendapatkan informasi berikutnya.
Jangan Bergantung pada Satu Platform
Perkembangan TikTok Shop memberikan peluang besar, tetapi UMKM tetap perlu membangun aset digital di luar platform. Ketergantungan pada satu kanal dapat meningkatkan risiko ketika algoritma, kebijakan, atau perilaku pengguna berubah.
Pelajari juga: Mengapa Bisnis Indonesia Semakin Beralih ke Digital Marketing pada 2026 untuk memahami alasan semakin banyak bisnis memanfaatkan kanal digital sebagai bagian dari strategi pemasaran dan pengembangan usahanya.
Oleh sebab itu, pelaku usaha dapat membangun website, mengembangkan media sosial lain, mengoptimalkan mesin pencari, dan menjaga hubungan dengan pelanggan melalui kanal yang sesuai. Strategi tersebut membuat bisnis memiliki beberapa sumber trafik dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform.
Website juga dapat menjadi tempat untuk memperkuat kredibilitas. Pelanggan dapat menemukan informasi tentang profil bisnis, produk, layanan, kontak, serta berbagai informasi pendukung lainnya. Dengan demikian, TikTok dapat berfungsi sebagai pintu masuk, sedangkan website menjadi salah satu aset digital untuk memperkuat kepercayaan.
Pelajari juga: Transformasi Digital UMKM Indonesia 2026: Dari Online ke Penjualan untuk memahami bagaimana UMKM dapat mengembangkan kehadiran digital menjadi strategi yang mampu mendorong penjualan.
Bagaimana UMKM Menyiapkan Strategi Digital pada 2026?
TikTok Shop dan Perubahan Strategi Pemasaran Digital UMKM 2026 pada akhirnya menuntut pelaku usaha untuk berpikir lebih strategis. UMKM perlu menggabungkan konten, marketplace, affiliate, live shopping, SEO, iklan digital, serta analisis data sesuai kebutuhan bisnis.
Langkah awal, UMKM perlu menetapkan tujuan pemasaran. Apakah bisnis ingin meningkatkan brand awareness, menarik pelanggan baru, mendorong penjualan, atau memperkenalkan produk baru? Tujuan tersebut membantu UMKM menentukan jenis konten dan indikator keberhasilan yang perlu dipantau.
Pelajari juga: Kenapa UMKM Tidak Cukup Hanya Go Digital di 2026 untuk memahami mengapa kehadiran di platform digital saja belum cukup tanpa strategi pemasaran yang tepat.
Setelah itu, lakukan riset terhadap audiens. Pelajari masalah mereka, kebiasaan belanja, jenis konten yang mereka sukai, dan alasan mereka memilih sebuah produk. Kemudian, gunakan informasi tersebut sebagai dasar dalam membuat kalender konten.
Selanjutnya, lakukan pengujian. Jangan menganggap satu format konten pasti berhasil untuk semua produk. Buat beberapa variasi, pantau hasilnya, lalu pertahankan strategi yang memberikan performa terbaik.
Pelaku UMKM juga dapat meminta bantuan profesional ketika sumber daya internal masih terbatas. Pendampingan digital marketing dapat membantu bisnis menyusun strategi yang lebih terarah, mulai dari perencanaan konten hingga evaluasi performa kampanye.
Ingin tahu strategi digital marketing yang paling sesuai untuk bisnis Anda? Kunjungi www.iseedigitalmarketing.com dan temukan berbagai layanan yang dapat membantu mengembangkan pemasaran bisnis Anda.
Masih ragu memilih strategi yang tepat? Mengapa tidak langsung bertanya kepada admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 Anda dapat mendiskusikan kebutuhan pemasaran dan kondisi bisnis secara langsung.
Kesimpulan
TikTok Shop dan Perubahan Strategi Pemasaran Digital UMKM 2026 menunjukkan bahwa pemasaran digital UMKM di Indonesia terus bergerak menuju pola yang lebih interaktif. Konsumen tidak hanya menerima iklan, tetapi juga menemukan produk melalui video, kreator, siaran langsung, dan berbagai bentuk konten yang muncul dalam aktivitas sehari-hari.
Berbagai perkembangan di Indonesia pada 2026 memperlihatkan bahwa pelaku usaha lokal sudah memanfaatkan peluang tersebut. Peningkatan aktivitas LIVE shopping saat Ramadan, perkembangan brand lokal dari Pasuruan, dan pelatihan pemasaran digital bagi UMKM di Balikpapan menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola kanal digital bagi daya saing usaha.
Namun, UMKM tidak seharusnya mengejar viralitas semata. Pelaku usaha perlu membangun strategi yang berkelanjutan dengan memahami audiens, menghasilkan konten bernilai, memanfaatkan affiliate dan live shopping, serta mengevaluasi data secara rutin. Dengan pendekatan tersebut, platform digital dapat menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar tempat mengunggah promosi.
Pada akhirnya, perubahan perilaku konsumen membuka peluang baru bagi UMKM Indonesia. Bisnis yang mampu beradaptasi, mengembangkan kreativitas, dan memadukan berbagai kanal pemasaran akan memiliki peluang lebih besar untuk membangun merek yang kuat. Karena itu, 2026 dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas pemasaran digital sekaligus memperluas pasar secara lebih terukur.