Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Digital Marketing

Kondisi Ekonomi 2026 Mempengaruhi Bisnis, Strategi Marketing Apa yang Harus Diubah?

👤 Lina Faizatus Sholihah • 📅 September 1, 2026

Kondisi ekonomi 2026 membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi pelaku bisnis di Indonesia. Meskipun perekonomian nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif, ketidakpastian ekonomi global membuat perusahaan perlu lebih cermat dalam mengambil keputusan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan kuat, meskipun pelaku usaha masih menghadapi berbagai tekanan dari kondisi global.

Situasi tersebut turut memengaruhi cara konsumen menentukan pilihan. Konsumen semakin mempertimbangkan harga, manfaat, kualitas, serta reputasi sebuah merek sebelum melakukan pembelian. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya meningkatkan promosi. Bisnis juga perlu menyesuaikan strategi marketing agar lebih relevan dengan kondisi pasar dan kemampuan konsumen.

Lantas, bagaimana bisnis mengubah strategi marketing pada 2026? Perusahaan tidak selalu perlu menambah anggaran ketika kondisi pasar berubah. Sebaliknya, bisnis dapat mengalokasikan dana secara lebih cermat, mempelajari kebutuhan konsumen, dan memanfaatkan digital marketing untuk menjangkau target pasar secara efektif.

Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia 2026 Memengaruhi Bisnis?

Ekonomi Indonesia masih memperlihatkan ketahanan yang cukup baik. Pada triwulan I 2026, ekonomi tumbuh 5,61% secara tahunan, kemudian tumbuh 5,29% pada triwulan II. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%. Pertumbuhan tersebut terutama mendapat dukungan dari permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, investasi, dan stimulus pemerintah.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak berarti semua bisnis dapat menjalankan strategi yang sama seperti tahun sebelumnya. Bank Indonesia mencatat prospek pertumbuhan ekonomi global 2026 masih relatif lemah, sementara tekanan inflasi global tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi investasi, perdagangan, nilai tukar, hingga daya beli di berbagai sektor.

Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong UMKM Beralih ke Digital Marketing untuk memahami bagaimana perubahan kebiasaan konsumen memengaruhi cara UMKM memasarkan produk dan menjangkau pelanggan.

Dalam kondisi seperti ini, pelaku bisnis perlu membaca pasar dengan lebih teliti. Konsumen mungkin tetap berbelanja, tetapi mereka dapat menjadi lebih selektif dalam menentukan produk yang memberikan nilai terbaik. Oleh sebab itu, strategi marketing harus mampu menjawab kebutuhan tersebut, bukan sekadar menyampaikan promosi.

Mengapa Strategi Marketing Perlu Berubah pada 2026?

Perubahan ekonomi biasanya ikut memengaruhi perilaku konsumen. Ketika konsumen semakin berhati-hati dalam menggunakan uang, perusahaan harus memberikan alasan yang kuat agar mereka tetap memilih produknya. Pesan pemasaran yang terlalu umum akan semakin sulit menarik perhatian.

Selain itu, persaingan digital juga semakin padat. Banyak bisnis menggunakan media sosial, iklan digital, marketplace, dan mesin pencari untuk mendapatkan pelanggan. Akibatnya, perusahaan tidak cukup hanya hadir secara online. Mereka harus memastikan setiap konten memiliki tujuan yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan target pasar.

Pelajari juga: Mengapa Strategi Digital Marketing 2025 Tidak Selalu Efektif di 2026? Perubahan pasar mendorong pelaku usaha mencari strategi marketing yang lebih sesuai pada 2026. Baca pembahasan selengkapnya.

Isee Digital Marketing menunjukkan penerapan strategi tersebut melalui layanan pemasaran digital yang mereka tawarkan. Selain itu, Isee membagikan berbagai materi tentang SEO, pengelolaan media sosial, iklan Facebook dan Instagram, serta pemasaran digital untuk beragam kebutuhan bisnis.

Strategi Marketing Bisnis Menghadapi Perubahan Ekonomi 2026

Perubahan kondisi ekonomi membuat bisnis perlu melihat kembali cara mereka memasarkan produk. Konsumen kini semakin cermat dalam menentukan pilihan, sementara persaingan antarbisnis terus meningkat di berbagai kanal digital. Karena itu, perusahaan perlu memilih strategi marketing yang mampu menarik perhatian konsumen sekaligus menjaga penggunaan anggaran tetap efisien.

1. Fokus pada Nilai Produk, Bukan Sekadar Harga

Ketika konsumen semakin mempertimbangkan pengeluaran, perusahaan sering kali tergoda memberikan diskon besar. Padahal, strategi tersebut tidak selalu menjadi solusi terbaik. Bisnis justru perlu menunjukkan nilai produk secara jelas, misalnya melalui kualitas, manfaat, pelayanan, garansi, kemudahan pembelian, atau pengalaman pelanggan.

Dengan begitu, perusahaan tidak perlu berlomba menawarkan harga paling rendah. Brand dapat menonjolkan keunggulan produknya agar konsumen memahami manfaat yang mereka peroleh. Komunikasi yang konsisten juga membantu bisnis mempertahankan citra positif dan kualitas produk dalam jangka panjang.

2. Gunakan Digital Marketing Secara Lebih Terukur

Pada 2026, bisnis tidak cukup menilai keberhasilan digital marketing dari jumlah tayangan dan likes. Perusahaan perlu menghubungkan aktivitas pemasaran dengan hasil yang mereka capai. Data traffic website, leads, engagement, conversion rate, dan biaya akuisisi pelanggan dapat membantu tim marketing menilai kinerja setiap kampanye.

Pelajari juga: Strategi Digital Marketing 2026 untuk Bisnis yang Ingin Tetap Kompetitif untuk mengetahui strategi pemasaran digital yang dapat membantu bisnis beradaptasi dengan persaingan dan perubahan pasar pada 2026.

Selain itu, perusahaan dapat membandingkan hasil dari setiap kanal sebelum membagi anggaran pemasaran. Jika SEO berhasil mendatangkan traffic secara konsisten, tim marketing dapat meningkatkan produksi konten untuk kanal tersebut. Sementara itu, bisnis dapat memanfaatkan iklan berbayar untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan ketika kampanye memiliki target yang jelas.

3. Perkuat Konten yang Menjawab Masalah Konsumen

Konsumen tidak selalu mencari iklan ketika membuka internet. Mereka juga mencari informasi, membandingkan produk, membaca ulasan, dan mencari solusi atas masalah tertentu. Oleh karena itu, perusahaan perlu membuat konten yang membantu audiens sebelum mengajak mereka membeli.

Contohnya, bisnis kuliner membagikan rekomendasi menu berdasarkan kebutuhan pelanggan. Sementara itu, bisnis jasa membuat artikel atau video yang mengulas persoalan umum calon pelanggan. Konten tersebut membantu brand memperkenalkan keahlian dan membangun kepercayaan calon pelanggan.

4. Pertahankan Pelanggan Lama

Mencari pelanggan baru membutuhkan biaya dan usaha yang tidak sedikit. Karena itu, perusahaan juga perlu memperhatikan pelanggan yang sudah pernah melakukan transaksi. Strategi seperti program loyalitas, follow-up, konten khusus pelanggan, dan pelayanan yang responsif dapat membantu meningkatkan kemungkinan pembelian ulang.

Strategi ini sejalan dengan pentingnya pengelolaan media sosial untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Isee Digital Marketing juga menyoroti pengelolaan media sosial sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan repeat order.

5. Manfaatkan Data Sebelum Menambah Anggaran

Ketika kondisi ekonomi masih penuh ketidakpastian, bisnis sebaiknya tidak meningkatkan anggaran marketing secara sembarangan. Perusahaan perlu mengetahui kampanye mana yang menghasilkan dampak paling besar dan kanal mana yang kurang efektif.

Pelajari juga: Mengapa Biaya Digital Marketing Semakin Menjadi Tantangan bagi UMKM untuk memahami berbagai tantangan biaya pemasaran digital dan cara UMKM mengelola anggaran agar tetap efektif.

Perusahaan bisa menghemat anggaran dengan memeriksa hasil setiap kegiatan marketing. Tim marketing mengecek jumlah leads dari setiap iklan. Mereka juga membandingkan jumlah pengunjung setiap konten dan melihat kebiasaan calon pelanggan saat mencari produk melalui mesin pencari. Dari data tersebut, perusahaan memilih strategi yang memberikan hasil paling baik. Setelah itu, perusahaan mengalokasikan lebih banyak dana untuk strategi pilihan tersebut.

Perbandingan Strategi Marketing Lama dan Strategi 2026

Aspek MarketingPendekatan LamaPendekatan yang Lebih Relevan pada 2026
Target pasarMenjangkau audiens seluas mungkinMenentukan audiens berdasarkan kebutuhan dan perilaku
KontenBerfokus pada promosiMenggabungkan edukasi, informasi, dan promosi
IklanMengejar jumlah tayanganMengukur leads, konversi, dan biaya akuisisi
AnggaranMenambah budget untuk memperluas jangkauanMengoptimalkan budget berdasarkan data
Media sosialMengejar followers dan likesMembangun engagement dan hubungan pelanggan
SEOMenargetkan kata kunci secara umumMembuat konten yang menjawab search intent
PelangganFokus mencari pelanggan baruMenjaga pelanggan lama dan meningkatkan repeat order

Strategi Isee Digital Marketing yang Dapat Menginspirasi Bisnis

Isee Digital Marketing dapat menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan jasa digital marketing menyesuaikan layanan dengan kebutuhan bisnis. Isee menawarkan pendekatan yang berkaitan dengan SEO, media sosial, serta iklan digital. Beberapa kontennya juga membahas kebutuhan spesifik berdasarkan sektor dan lokasi, seperti bisnis edukasi dan properti di Yogyakarta.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa setiap bisnis membutuhkan pola marketing yang berbeda. Setiap perusahaan menghadapi target konsumen, karakter produk, dan tingkat persaingan yang tidak sama. Karena itu, perusahaan harus memilih strategi yang sesuai dengan tujuan serta kondisi bisnisnya.

Bagi UMKM, pendekatan tersebut juga dapat menjadi pertimbangan. Pemilik usaha tidak harus langsung menjalankan semua kanal pemasaran sekaligus. Mereka dapat menentukan prioritas berdasarkan target pasar, kemudian mengevaluasi hasilnya secara berkala.

Kapan Bisnis Perlu Mengubah Strategi Marketing?

Bisnis perlu mengecek kembali strategi marketing ketika biaya pemasaran terus naik, tetapi hasil kampanye tidak ikut bertambah. Penurunan leads, engagement yang melemah, traffic yang stagnan, atau kenaikan biaya untuk mendapatkan pelanggan menunjukkan bahwa strategi yang berjalan belum memberikan hasil maksimal. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencari pendekatan marketing yang lebih efektif.

Pelajari juga: Cara UMKM Menghadapi Persaingan Digital yang Semakin Ketat di 2026 Simak langkah pelaku UMKM menghadapi persaingan digital dan mempertahankan daya saing di tengah perkembangan pemasaran online.

Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga menjadi alasan penting untuk melakukan evaluasi. Jika target pasar mulai lebih aktif menggunakan platform tertentu, perusahaan perlu mempertimbangkan kehadiran di kanal tersebut. Begitu pula ketika konsumen semakin sering mencari informasi melalui mesin pencari, bisnis perlu memperkuat SEO dan konten informatif.

Namun, perubahan strategi tidak berarti perusahaan harus meninggalkan seluruh strategi lama. Sebaliknya, bisnis perlu mempertahankan pendekatan yang masih efektif dan memperbaiki bagian yang tidak memberikan hasil optimal. Dengan begitu, perusahaan dapat beradaptasi tanpa membuang sumber daya secara berlebihan.

Jangan Menunggu Kondisi Ekonomi Stabil untuk Mulai Beradaptasi

Kondisi ekonomi 2026 menunjukkan bahwa peluang bisnis masih terbuka. Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif, sedangkan Bank Indonesia menilai permintaan domestik masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian.

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan strategi yang matang. Bisnis perlu mengikuti perubahan perilaku konsumen agar mampu menentukan langkah pemasaran yang tepat. Sebaliknya, bisnis yang hanya mempertahankan cara lama akan lebih sulit mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, perusahaan sebaiknya mengevaluasi strategi marketing secara rutin sebelum penjualan mulai menurun.

Ingin tahu strategi digital marketing yang tepat untuk bisnis Anda? Kunjungi website Isee Digital Marketing untuk melihat berbagai informasi dan layanan pemasaran digital, mulai dari SEO, media sosial, hingga iklan digital.

Masih bingung menentukan strategi marketing yang cocok untuk bisnis Anda? Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di  wa.me/6289508029834 untuk mendiskusikan kebutuhan pemasaran dan menemukan strategi yang sesuai dengan target bisnis Anda.

Kesimpulan

Kondisi ekonomi Indonesia pada 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat, tetapi bisnis tetap menghadapi ketidakpastian dari lingkungan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% pada triwulan II 2026 menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berjalan, sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan sepanjang 2026 berada pada kisaran 4,9–5,7%.

Situasi tersebut membuat bisnis perlu melihat strategi marketing dari sudut pandang yang lebih luas. Perusahaan tidak cukup hanya mengejar penjualan melalui promosi. Bisnis perlu memahami kebutuhan konsumen, memperkuat nilai produk, membangun hubungan dengan pelanggan, dan menggunakan data untuk menentukan keputusan pemasaran.

Digital marketing membuka peluang bagi bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Perusahaan dapat memanfaatkan SEO, media sosial, konten, dan iklan digital untuk menjangkau calon pelanggan sekaligus mengukur hasil setiap kampanye. Cara tersebut membantu perusahaan mengatur anggaran marketing secara lebih cermat dan meningkatkan efektivitas pemasaran.

Pada akhirnya, kondisi ekonomi bukan alasan bagi bisnis untuk berhenti melakukan pemasaran. Justru, perubahan kondisi pasar menjadi kesempatan untuk mengevaluasi strategi dan menemukan pendekatan yang lebih efektif. Dengan strategi yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen, bisnis dapat tetap membangun pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi 2026.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop