Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Digital Marketing

Digital Marketing 2026: Dulu Kejar Google, Sekarang Harus Kejar AI Juga?

👤 Lina Faizatus Sholihah • 📅 September 12, 2026

Dulu, memiliki Instagram, masuk ke marketplace, dan membuat situs web sudah terasa seperti langkah besar dalam bergerak ke arah digital. Banyak usaha kecil menengah merasa bisnisnya sudah sesuai dengan perkembangan zaman hanya karena pelanggan bisa membeli produk melalui internet. Namun, apakah metode itu masih cukup efektif untuk bisa menang dalam persaingan pada tahun 2026?

Masalahnya bukan hanya karena semakin banyak bisnis yang datang ke internet. Cara orang mencari informasi juga mulai berubah. Selain mengetik kata kunci di mesin pencari, para pengguna kini bisa bertanya langsung kepada AI untuk mendapatkan rekomendasi produk, tempat makan, layanan, hingga solusi masalah yang mereka hadapi.

Memiliki akun digital saja belum cukup untuk mendatangkan pelanggan. UMKM perlu hadir di kanal pilihan calon pelanggan, menjawab pertanyaan mereka melalui konten yang relevan, serta menunjukkan keunggulan bisnis agar mereka semakin yakin membeli.

Go Digital Saja Sudah Tidak Cukup untuk UMKM di 2026

Bayangkan sebuah warung makanan lokal yang terbiasa memposting foto menu ke akun Instagram. Produknya rasanya enak, harganya cukup kompetitif, dan akun media sosialnya terlihat masih aktif. Namun, ketika seseorang mencari tempat makan keluarga dekat saya di Google, nama kedai itu tidak muncul.

Situasi ini memperlihatkan bahwa hadir di dunia digital saja belum cukup. Bisnis memang sudah aktif secara online, tetapi calon pelanggan tetap bisa melewatkannya saat mencari produk atau layanan yang mereka perlukan.

Pada tahun 2026, pembeli mulai terbiasa membandingkan beberapa pilihan sebelum memutuskan untuk membeli. Mereka bisa melihat ulasan, mengecek lokasi, membaca informasi produk, menonton video, membandingkan harga, lalu mencari pendapat tambahan dengan menggunakan mesin pencari atau AI.

Oleh karena itu, berdigital bukan hanya tentang bertanya, “Apakah bisnis saya sudah punya akun Instagram?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Ketika seseorang membutuhkan produk saya, apakah mereka bisa menemukan bisnis saya dan percaya pada layanan yang saya tawarkan?”

Kenapa Digital Marketing 2026 Menuntut Strategi yang Lebih Terarah?

Ada beberapa alasan mengapa strategi digital bisnis UMKM harus terus berkembang.

1. Persaingan konten semakin padat


Hampir semua bisnis bisa membuat konten. Foto produk, video singkat, promosi, dan konten edukasi terus muncul setiap hari. Akibatnya, sekadar melakukan posting rutin tidak lagi menjadi hal yang bisa membuatnya berbeda secara kuat.

Pelajari juga: Tren Digital Marketing UMKM 2026: Dulu Cukup Posting, Sekarang Nggak! untuk melihat perubahan strategi pemasaran UMKM yang tidak lagi cukup mengandalkan rutinitas posting.

Konten perlu punya tujuan yang jelas. Misalnya, Anda bisa membuat konten yang membantu calon pembeli memahami manfaat produk, menjawab kekhawatiran mereka, atau melihat keunggulan bisnis saat mereka membandingkan beberapa pilihan.

2. Konsumen semakin selektif

Harga murah bukan satu-satunya pertimbangan. Konsumen juga melihat kualitas barang atau layanan, ulasan dari pelanggan lain, reputasi penyedia, lokasi toko, serta pengalaman orang yang sudah berbelanja sebelumnya. Mereka juga ingin menemukan informasi bisnis dengan cepat sebelum menentukan pilihan.

Ketika informasi bisnis masih minim di internet, calon pelanggan bisa beralih ke kompetitor yang menyajikan informasi lebih lengkap.

3. Google bukan satu-satunya tempat mencari informasi

Google Search masih berperan penting saat konsumen mencari dan membeli produk. Namun, kini mereka juga mencari informasi lewat media sosial, marketplace, video pendek, forum, hingga chatbot AI.

Perubahan ini membuat UMKM harus memperhatikan visibilitas bisnis secara lebih luas, bukan hanya letaknya di hasil pencarian Google.

4. AI mulai memengaruhi cara orang menemukan rekomendasi

Ketika seseorang bertanya kepada AI, caranya mencari jawaban bisa lebih jelas dan seperti orang berbicara biasa. Misalnya, bukan hanya mengetik “laundry terdekat”, tetapi bertanya, “Ada sarana laundry per kilogram yang bisa selesai cepat dan cocok untuk mahasiswa?”

Pertanyaan seperti itu menunjukkan bahwa konsumen mulai mencari jawaban, bukan hanya sekadar daftar tautan.

5. Data dan strategi semakin penting

Posting setiap hari belum tentu menghasilkan penjualan jika bisnis tidak tahu mana konten yang efektif. UMKM harus memperhatikan berbagai data seperti jumlah pengunjung website, cara pengguna berinteraksi dengan konten, asal pelanggan, kata kunci yang membuat pengguna mengunjungi website, hingga tingkat konversi.

Dengan begitu, tim pemasaran dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar mengandalkan perasaan.

Digital Marketing 2026: Google Masih Penting, tetapi AI Mulai Mengubah Cara Orang Mencari

Perubahan ini bukan berarti konsumen akan berhenti menggunakan Google. Justru, mereka bisa memanfaatkan Google dan AI secara bersamaan untuk mencari informasi sebelum menentukan pilihan.

Misalnya, seseorang yang ingin membeli skincare lokal mungkin awalnya mencari “skincare untuk kulit berminyak” di Google. Setelah mendapat beberapa opsi, dia bisa beralih ke Instagram atau TikTok untuk melihat pengalaman pengguna. Ia lalu bisa bertanya kepada AI agar membantu membandingkan beberapa karakteristik produk.

Perilaku tersebut menunjukkan bahwa perjalanan pelanggan kini semakin tidak beraturan. Satu orang bisa menggunakan beberapa platform sebelum membuat keputusan.

Google tetap penting karena banyak orang masih menggunakannya untuk mencari situs web, lokasi bisnis, ulasan, produk, dan informasi lainnya. Namun, kemunculan AI membuat UMKM perlu memperluas cara mereka membangun visibilitas online. Mereka perlu menyajikan informasi yang jelas dan menunjukkan kredibilitas bisnis di berbagai kanal digital.

Pelajari juga: SEO 2026 Berubah? Ini Cara Gen Z Mencari Informasi di Era AI untuk memahami perubahan kebiasaan Gen Z saat mencari informasi melalui Google dan AI.

Di sinilah UMKM perlu memperluas strategi go digital. Jangan berhenti pada kepemilikan channel online. Hubungkan setiap channel agar pelanggan memperoleh informasi yang konsisten di mana pun mereka mencari bisnis Anda.

Contoh Nyata: UMKM Indonesia Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Media Sosial

Misalnya, ada usaha laundry di kawasan kampus yang ramai mahasiswa. Pemiliknya rutin membagikan promo lewat Instagram dan menerima pesanan melalui WhatsApp. Strategi ini sempat mendatangkan pelanggan karena mahasiswa melihat promo tersebut di Instagram dan beberapa teman ikut merekomendasikan jasanya.

Namun, ketika mahasiswa baru tiba di kota itu dan mencari laundry kiloan dekat kampus, akun Instagram tersebut belum tentu muncul sebagai pilihan pertama.

Calon pelanggan mungkin menemukan bisnis lewat profil Google Business, memperhatikan rating dan ulasan, lalu membuka Instagram untuk melihat kegiatan bisnis tersebut. Pelanggan lain mungkin menemukan produk itu lewat TikTok, marketplace layanan, rekomendasi dari teman, atau bahkan dengan bertanya kepada AI.

Masalahnya bukan laundry tersebut tidak go digital. Masalahnya adalah bahwa kehadiran digitalnya belum terhubung menjadi pengalaman yang menyeluruh.

Jika calon pelanggan bisa menemukan informasi tentang lokasi, jam buka, layanan, harga, kontak, foto, dan ulasan di berbagai kanal, mereka akan lebih mudah mengenal bisnis dan menilai kredibilitasnya.

Dari Sekadar Posting ke Strategi Digital Marketing 2026 yang Terintegrasi

UMKM tidak perlu mengelola semua platform sekaligus. Yang paling penting adalah membangun dasar yang saling terhubung.

Untuk memperkuat strategi digital marketing, UMKM bisa menggabungkan beberapa elemen berikut:

  • SEO, agar mesin pencari bisa mengenali website dan konten bisnis saat calon pelanggan mencari informasi.
  • Website, sebagai pusat informasi resmi bisnis.
  • Media sosial, untuk membangun hubungan dan memperkenalkan produk.
  • Google Business Profile, terutama bagi bisnis yang melayani pelanggan secara lokal.
  • Konten, untuk menjawab kebutuhan dan pertanyaan calon pelanggan.
  • Marketplace, jika model bisnis membutuhkan kanal transaksi tersebut.
  • Reputasi online, melalui ulasan dan pengalaman pelanggan.
  • Data pelanggan, untuk memahami perilaku dan kebutuhan pasar.
  • AI, sebagai alat bantu untuk riset, ide konten, analisis, dan efisiensi kerja.

Strategi digital marketing yang baik tidak mengharuskan UMKM mengelola semua elemen dengan porsi yang sama besar. UMKM perlu menentukan prioritas berdasarkan jenis bisnis, target pelanggan, anggaran, dan tujuan pemasaran.

Strategi Digital Marketing 2026 agar UMKM Tetap Terlihat di Google dan AI

1. Bangun website yang informatif

Website tidak harus rumit. Pada tahap awal, pastikan calon pelanggan dapat menemukan informasi penting seperti jenis produk atau layanan, harga atau rentang harga, lokasi, jam buka, cara kontak, serta metode pemesanan.

Informasi yang jelas membantu pelanggan dan memberi konteks yang lebih baik bagi mesin pencari serta sistem berbasis AI.

2. Buat konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pelanggan

Konten sebaiknya tidak sekadar memenuhi jadwal posting. Coba perhatikan hal-hal yang sering pelanggan tanyakan saat mereka menghubungi atau membeli dari bisnis Anda.

Contohnya, bisnis jasa fotografi bisa membuat konten seperti, “Berapa lama proses foto produk?” atau “Apa saja yang harus Anda siapkan sebelum sesi foto?”

Konten seperti ini bermanfaat karena memenuhi kebutuhan nyata yang muncul saat seseorang membeli barang.

3. Perkuat SEO lokal

Jika bisnis melayani wilayah tertentu, fokuskan strategi pada SEO lokal. Pastikan pelanggan bisa menemukan nama toko, alamat, nomor telepon, jam buka, jenis toko, dan informasi lainnya dengan mudah di berbagai kanal.

Selain itu, ajak pelanggan yang senang agar memberikan ulasan yang tulus. Reputasi lokal bisa membuat calon pelanggan merasa lebih percaya sebelum menghubungi bisnis tersebut.

4. Bangun kredibilitas dan reputasi online

Konsumen tidak hanya mencari produk. Mereka juga mencari alasan untuk percaya. Tampilkan pengalaman pelanggan, portofolio, informasi bisnis, testimoni yang benar-benar autentik, serta konten yang menunjukkan kemampuan dan keahlian. Semakin mudah calon pembeli memeriksa sebuah bisnis, semakin sedikit keraguan yang timbul sebelum membeli.

5. Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti strategi

AI bisa membantu UMKM mencari ide konten, merangkum informasi, menemukan topik yang menarik, menyusun kerangka artikel, dan memancing ide baru saat proses kreatif.

Pelajari juga: Lebih dari 90% UMKM Belum Maksimalkan AI, Kenapa Ini Jadi Peluang Besar? Untuk melihat peluang yang bisa muncul ketika UMKM mulai memanfaatkan AI dalam aktivitas bisnis.

Namun, jangan serahkan seluruh komunikasi bisnis kepada AI. UMKM tetap perlu mengecek setiap hasil, menyesuaikan bahasanya dengan identitas merek, dan menambahkan pengalaman nyata dari bisnis mereka sendiri.

6. Konsisten mengevaluasi data dan performa digital marketing

Setelah beberapa kanal digital berjalan, lihat respons yang muncul. Cek kanal mana yang membawa pengunjung, konten mana yang mengundang interaksi, dan halaman website mana yang membuat calon pelanggan lanjut membeli atau justru pergi.

Dari situ, UMKM bisa mulai memperbaiki strategi secara perlahan. Jadi, menjadi digital bukan berarti harus ada di banyak platform, melainkan proses membangun sistem pemasaran yang lebih efektif.

Tabel Perbandingan Strategi UMKM Dulu vs 2026

AspekDulu2026
Cara mencari pelangganFokus pada Google dan media sosialMulti-kanal: Google, media sosial, marketplace, rekomendasi, dan AI
Fokus kontenRutin posting dan promosiMenjawab kebutuhan, pertanyaan, dan masalah pelanggan
Peran GoogleKanal utama pencarianTetap penting, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pencarian
Peran AIBelum menjadi perhatian utamaMulai digunakan untuk pencarian, rekomendasi, riset, dan bantuan keputusan
Ukuran keberhasilanJumlah followers, likes, dan postingTraffic, leads, konversi, reputasi, engagement, dan kualitas pelanggan
StrategiBerdiri sendiri per platformTerintegrasi antara website, SEO, konten, media sosial, data, dan kanal lainnya

Jadi, UMKM Perlu Memulai dari Mana Sekarang?

Tidak perlu langsung mengubah semua strategi dalam seminggu saja. Mulailah dari fondasi yang paling penting.

Checklist sederhana untuk UMKM:

Pastikan bisnis memiliki informasi online yang lengkap dan selalu sesuai.

  • Website: informasi produk, layanan, kontak, dan kebutuhan pelanggan sebaiknya tersedia dengan jelas.
  • Google Business Profile: pastikan lokasi, jam operasional, kategori bisnis, dan informasi kontak sudah lengkap.
  • Pertanyaan pelanggan: gunakan pertanyaan yang sering muncul sebagai bahan untuk mengevaluasi kebutuhan mereka.
  • Ide konten: bahas masalah atau pertanyaan yang sering muncul dari pelanggan saat mereka menghubungi bisnis Anda.
  • Ulasan online: perhatikan komentar pelanggan di berbagai platform untuk mengetahui pengalaman mereka terhadap bisnis Anda.
  • Kanal digital: pilih platform berdasarkan kebiasaan target pelanggan, bukan karena sedang populer.
  • Data performa: lihat traffic, leads, interaksi, dan penjualan agar evaluasi tidak hanya bergantung pada jumlah pengikut.
  • Pemanfaatan AI: manfaatkan teknologi ini untuk mempercepat pekerjaan tertentu, lalu cek hasilnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis.
  • Pengembangan strategi: setelah fondasi digital cukup kuat, Anda bisa melanjutkan ke SEO, konten, dan kanal pemasaran lainnya

Lakukan transformasi digital secara bertahap agar prosesnya tidak terasa seperti pekerjaan besar. Mulailah dari satu masalah bisnis, lalu kembangkan sistem berdasarkan hasil yang muncul dari langkah tersebut.

Butuh Bantuan Menyusun Strategi Digital Marketing UMKM?

Perubahan cara orang berbelanja membuat strategi pemasaran online semakin kompleks. Jika Anda masih bingung menentukan kanal yang paling cocok, meningkatkan visibilitas bisnis, atau menghubungkan SEO, website, media sosial, dan strategi konten, tim Isee Digital Marketing bisa membantu Anda menyusun langkah yang lebih terarah.

Masih bingung bagaimana membuat bisnis Anda tetap terlihat di Google sekaligus mengikuti perubahan pencarian berbasis AI? Kunjungi website Isee Digital Marketing untuk mengenal layanan dan strategi yang bisa membantu kebutuhan bisnis Anda. Jika ingin membahas kondisi bisnis secara langsung, hubungi admin melalui WhatsApp di  wa.me/6289508029834.

Kesimpulan

Memiliki Instagram, website, atau akun marketplace memang membantu UMKM masuk ke dunia online. Namun, kehadiran tersebut belum otomatis mendatangkan pelanggan. Bisnis tetap perlu memikirkan cara calon pelanggan mencari informasi, membandingkan pilihan, dan menentukan tempat untuk membeli.

Google masih punya peran besar dalam proses tersebut. Di sisi lain, AI mulai ikut mengubah kebiasaan orang saat mencari informasi dan rekomendasi. Konsumen kini bisa berpindah dari Google ke media sosial, marketplace, video pendek, atau AI sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, go digital tidak cukup jika UMKM hanya menambah jumlah akun atau rutin mengunggah konten. Bisnis perlu menghubungkan website, SEO, media sosial, konten, reputasi online, dan data pelanggan agar setiap kanal saling mendukung.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi “Apakah bisnis saya sudah go digital?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Ketika calon pelanggan mencari produk atau layanan seperti yang saya tawarkan, apakah mereka bisa menemukan bisnis saya dan merasa yakin untuk memilihnya?”

Pertanyaan tersebut bisa menjadi titik awal bagi UMKM untuk mengevaluasi strategi digital marketing. Tidak perlu mengerjakan semuanya sekaligus. Mulailah dari kebutuhan pelanggan, perkuat kanal yang paling relevan, lalu gunakan data untuk menentukan langkah berikutnya.

Pada 2026, UMKM tidak cukup hanya hadir di internet. Bisnis perlu hadir di tempat yang tepat, menjawab kebutuhan pelanggan, dan membangun kepercayaan sebelum pelanggan mengambil keputusan. Dengan cara itu, strategi digital tidak sekadar membuat bisnis terlihat online, tetapi ikut membantu bisnis berkembang.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop