Persaingan di dunia digital membuat bisnis tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan website. Bisnis juga perlu memanfaatkan media sosial dan iklan digital agar dapat menjangkau calon pelanggan dengan lebih efektif.
Di sinilah landing page memiliki peran penting. Landing page bukan sekadar halaman website dengan desain menarik. Halaman ini harus mampu mengarahkan pengunjung menuju tindakan tertentu, seperti menghubungi WhatsApp, mengisi formulir, membeli produk, mendaftar layanan, atau meminta konsultasi.
Bagi bisnis di Indonesia, landing page juga perlu menyesuaikan karakter calon konsumen lokal. Pengunjung biasanya ingin memperoleh informasi yang jelas, melihat manfaat produk atau layanan, mengetahui penawaran, serta menemukan cara menghubungi bisnis dengan cepat. Oleh karena itu, pembuatan landing page harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna sekaligus tujuan pemasaran.
Apa Itu Landing Page?
Bisnis menggunakan landing page untuk mengarahkan pengunjung pada satu tujuan utama. Sementara itu, halaman beranda menampilkan berbagai menu dan informasi. Landing page menyajikan informasi yang lebih terarah sehingga pengunjung dapat memahami tujuan halaman dan mengambil tindakan sesuai kebutuhan bisnis.
Sebagai contoh, sebuah klinik dapat membuat landing page khusus untuk layanan konsultasi. Sementara itu, bisnis properti dapat menggunakan landing page untuk menawarkan unit rumah tertentu. Begitu juga dengan jasa digital marketing yang dapat membuat landing page khusus untuk menawarkan layanan SEO, Meta Ads, Google Ads, atau pengelolaan media sosial.
Landing page membuat pengunjung lebih mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan tanpa harus menjelajahi terlalu banyak halaman. Informasi mengenai tawaran, manfaat, dan langkah berikutnya dapat bisnis susun secara langsung dalam satu halaman.
Anda dapat mempelajari: Landing Page Bisnis untuk mengetahui bagaimana bisnis dapat memanfaatkan landing page sebagai bagian dari strategi pemasaran dan meningkatkan peluang mendapatkan pelanggan.
Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis di Indonesia?
Perilaku konsumen Indonesia semakin terhubung dengan dunia digital. Calon pelanggan dapat menemukan sebuah bisnis melalui Google, Instagram, Facebook, TikTok, iklan digital, hingga rekomendasi dari orang lain. Setelah tertarik, mereka biasanya akan mencari informasi tambahan sebelum mengambil keputusan.
Traffic yang tinggi tidak selalu berujung pada penjualan. Pengunjung bisa meninggalkan website ketika landing page tidak menyampaikan informasi yang mereka cari. Karena itu, bisnis perlu merancang landing page yang mampu mengarahkan perhatian pengunjung menuju tindakan yang lebih jelas. Iklan berperan mendatangkan traffic, sedangkan landing page membantu mengubah perhatian tersebut menjadi tindakan.
Jika Anda ingin memahami peran landing page dalam strategi pemasaran digital secara lebih luas, Anda dapat mempelajari: Landing Page Marketing untuk mengetahui bagaimana bisnis dapat memanfaatkan landing page sebagai bagian dari strategi marketing.
Sebagai contoh, bisnis dapat membuat iklan dengan pesan “Konsultasi Digital Marketing untuk Bisnis Anda”. Setelah calon pelanggan mengklik iklan tersebut, arahkan mereka ke halaman yang secara khusus menjelaskan layanan konsultasi. Dengan cara ini, pengunjung tidak perlu mencari layanan yang mereka butuhkan di antara berbagai pilihan pada halaman beranda.
1. Tentukan Tujuan Landing Page Sejak Awal
Tentukan hasil yang ingin Anda capai sebelum mulai membuat landing page. Setelah itu, pikirkan tindakan yang Anda harapkan dari pengunjung setelah mereka membaca seluruh informasi di halaman tersebut.
Apakah tujuan halaman untuk mendapatkan leads, mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp, menjual produk, mengumpulkan data melalui formulir, mendapatkan pendaftaran konsultasi, atau mempromosikan layanan tertentu?
Sebaiknya satu landing page memiliki satu tujuan utama. Jika bisnis ingin mendapatkan konsultasi melalui WhatsApp, tombol ajakan bertindak sebaiknya mengarahkan pengguna langsung ke WhatsApp. Dengan tujuan yang jelas, Anda juga lebih mudah menentukan judul, isi, visual, dan call to action.
2. Buat Judul yang Langsung Menjawab Kebutuhan Pengunjung
Headline menarik perhatian pengunjung sejak pertama kali mereka membuka halaman. Karena itu, buat judul yang langsung menjelaskan manfaat atau solusi bisnis, bukan sekadar menggunakan judul umum tanpa pesan yang jelas.
Contohnya, daripada menggunakan judul “Selamat Datang di Website Kami”, lebih baik menggunakan judul yang langsung menjelaskan manfaat seperti:
“Tingkatkan Pelanggan Bisnis Anda dengan Strategi Digital Marketing yang Tepat”
Judul seperti ini membantu pengunjung memahami manfaat yang bisnis tawarkan sejak awal. Selain itu, pilih bahasa yang sederhana agar pengunjung memahami informasi dengan mudah. Bisnis di Indonesia menjangkau target audiens yang beragam, sehingga pemasar perlu menyesuaikan pilihan istilah dengan karakter audiens agar pesan tersampaikan secara efektif.
3. Jelaskan Manfaat, Bukan Hanya Fitur
Banyak landing page terlalu fokus memaparkan fitur tanpa menjelaskan manfaatnya bagi pelanggan. Padahal, calon pelanggan ingin mengetahui solusi yang dapat membantu mereka mengatasi kebutuhan atau masalah melalui produk dan layanan tersebut.
Sebagai contoh, sebuah jasa digital marketing tidak cukup hanya mengatakan bahwa mereka menyediakan SEO, Meta Ads, dan pengelolaan media sosial. Landing page juga perlu menjelaskan manfaat layanan tersebut bagi bisnis.
Misalnya, SEO dapat membantu bisnis meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Sementara itu, pengelolaan media sosial dapat membantu bisnis membangun komunikasi dengan audiens dan menjaga konsistensi kehadiran digital. Dengan begitu, pengunjung dapat memahami hubungan antara layanan dan kebutuhan mereka.
4. Gunakan Call to Action yang Jelas
Call to action atau CTA membantu mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan setelah mereka membaca informasi di landing page. Gunakan CTA yang jelas agar pengunjung langsung mengetahui langkah berikutnya yang perlu mereka lakukan.
Contoh CTA yang dapat Anda gunakan:
- Konsultasi Sekarang
- Hubungi Admin
- Dapatkan Penawaran
- Mulai Konsultasi
- Tanya Layanan via WhatsApp
Hindari CTA yang hanya menggunakan kata-kata umum. Gunakan ajakan yang langsung menunjukkan tindakan atau manfaat bagi pengunjung, misalnya “Konsultasi Sekarang” atau “Dapatkan Penawaran”.
Selain itu, letakkan CTA di beberapa bagian penting dalam landing page. Tampilkan CTA setelah headline, setelah penjelasan manfaat, dan di bagian akhir halaman agar pengunjung lebih mudah mengambil tindakan.
5. Tampilkan Bukti untuk Membangun Kepercayaan
Calon pelanggan biasanya mempertimbangkan tingkat kepercayaan sebelum membeli produk atau menggunakan sebuah layanan. Karena itu, landing page perlu memberikan bukti yang dapat membantu mereka merasa lebih yakin.
Karena itu, landing page dapat menampilkan elemen pendukung seperti:
- Testimoni pelanggan.
- Portofolio.
- Studi kasus.
- Logo pelanggan jika memang memiliki izin untuk menampilkannya.
- Pengalaman tim.
- Informasi perusahaan.
- Kontak yang jelas.
Bukti yang kuat membantu bisnis membangun kepercayaan calon pelanggan. Tampilkan data, testimoni, atau pencapaian yang benar-benar Anda miliki untuk memperkuat kredibilitas. Cara ini memberi calon pelanggan alasan yang lebih jelas untuk mempercayai bisnis Anda.
6. Buat Desain yang Sederhana dan Responsif
Desain landing page tidak harus penuh dengan animasi atau elemen visual yang berlebihan. Justru, desain yang terlalu ramai dapat membuat pengunjung kesulitan menemukan informasi penting.
Gunakan struktur yang sederhana, misalnya:

Pastikan landing page memberikan pengalaman yang nyaman saat calon pelanggan mengaksesnya melalui smartphone. Bisnis di Indonesia perlu memperhatikan hal ini karena calon pelanggan menggunakan berbagai perangkat untuk membuka halaman.
Saat melakukan pengecekan, perhatikan ukuran teks, tombol, gambar, jarak antarbagian, dan kecepatan halaman pada perangkat mobile. Jangan sampai calon pelanggan kesulitan menekan tombol WhatsApp hanya karena ukuran tombol terlalu kecil.
7. Susun Informasi Berdasarkan Perjalanan Calon Pelanggan
Susun landing page berdasarkan cara pengunjung mencari dan memahami informasi.
Pengunjung biasanya mencari tahu terlebih dahulu apakah bisnis dapat memenuhi kebutuhan mereka. Setelah menemukan solusi yang sesuai, mereka akan menilai manfaatnya, mencari alasan untuk mempercayai bisnis, lalu menentukan tindakan berikutnya.
Oleh karena itu, susun informasi secara logis agar pengunjung dapat mengikuti alur informasi dengan mudah.
Berikut gambaran elemen landing page dan tujuan masing-masing:
| Elemen Landing Page | Tujuan Utama | Contoh Penerapan |
|---|---|---|
| Headline | Menarik perhatian | “Tingkatkan Jangkauan Bisnis dengan Strategi Digital” |
| Subheadline | Memperjelas manfaat | Penjelasan singkat mengenai solusi |
| Masalah | Membuat pengunjung merasa relevan | Traffic tinggi tetapi belum menghasilkan leads |
| Solusi | Menawarkan jawaban | SEO, iklan digital, atau social media marketing |
| Bukti | Membangun kepercayaan | Testimoni dan portofolio |
| CTA | Mengarahkan tindakan | “Konsultasi Sekarang” |
| Kontak | Mempermudah komunikasi | WhatsApp atau formulir konsultasi |
Dengan struktur tersebut, setiap bagian memiliki fungsi. Jadi, landing page tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mendukung proses konversi.
8. Sesuaikan Landing Page dengan Iklan
Jika bisnis menggunakan iklan digital, jangan mengarahkan semua iklan ke satu landing page yang sama. Misalnya, arahkan iklan Meta Ads ke halaman yang secara khusus membahas layanan Meta Ads. Untuk iklan SEO, gunakan landing page yang menjelaskan layanan SEO. Penyesuaian tersebut membuat informasi dalam iklan tetap selaras dengan halaman yang pengunjung buka. Pendekatan ini membuat pesan antara iklan dan halaman tujuan menjadi lebih konsisten.
Jika tujuan utama Anda adalah meningkatkan penjualan melalui landing page, Anda dapat mempelajari: Landing Page Penjualan untuk memahami strategi yang dapat membantu mengarahkan pengunjung hingga melakukan pembelian.
Ketika calon pelanggan melihat iklan tentang layanan tertentu lalu menemukan informasi yang sama setelah mengkliknya, mereka lebih mudah memahami bahwa mereka berada di halaman yang tepat.
Dengan demikian, bisnis dapat menciptakan perjalanan pengguna yang lebih relevan dari iklan hingga landing page.
9. Optimalkan Landing Page untuk SEO
Landing page juga dapat mendukung strategi SEO apabila bisnis ingin memperoleh traffic organik dari Google. Tempatkan kata kunci yang relevan pada elemen penting seperti judul, subjudul, isi artikel, URL, dan bagian halaman yang mendukung konteks pencarian. Namun, jangan memasukkan kata kunci secara berlebihan karena kualitas dan kenyamanan membaca tetap harus menjadi prioritas.
Selain itu, perhatikan struktur heading, kualitas konten, kecepatan halaman, pengalaman pengguna, dan tampilan mobile. SEO dan conversion rate optimization juga dapat berjalan bersama. Traffic dari mesin pencari akan lebih bernilai apabila landing page mampu memberikan pengalaman yang baik dan mengarahkan pengunjung menuju tindakan.
10. Gunakan Bahasa yang Dekat dengan Target Pasar Indonesia
Pilih bahasa yang sederhana dan terasa natural agar pengunjung dapat menangkap informasi tanpa kesulitan. Jika bisnis menyasar pemilik UMKM, gunakan contoh yang dekat dengan persoalan mereka sehari-hari. Jangan terlalu banyak menggunakan istilah teknis digital marketing tanpa penjelasan.
Anda dapat mempelajari: Landing Page UMKM untuk mengetahui cara menyesuaikan landing page dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis UMKM.
Sebaliknya, jelaskan manfaat dengan bahasa yang sederhana. Pendekatan ini membantu calon pelanggan memahami layanan dengan lebih cepat.
Selain itu, tampilkan informasi kontak secara jelas. Banyak calon pelanggan terbiasa melakukan komunikasi awal melalui WhatsApp. Karena itu, tombol WhatsApp dapat menjadi salah satu CTA yang relevan untuk bisnis yang membutuhkan komunikasi langsung.
Mengenal Lebih Jauh Isee Digital Marketing
Jika bisnis Anda membutuhkan strategi digital marketing yang lebih terarah, Isee Digital Marketing dapat menjadi salah satu referensi untuk mengenal berbagai layanan pemasaran digital.
Isee Digital Marketing bergerak di bidang marketing services dan memperkenalkan diri sebagai penyedia solusi digital marketing untuk membantu bisnis mengembangkan strategi pemasaran di ranah digital.
Website Isee Digital Marketing juga memuat berbagai pembahasan mengenai SEO, iklan digital, media sosial, dan strategi pemasaran untuk beragam kebutuhan bisnis. Pendekatan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi bisnis yang ingin meningkatkan kehadiran dan pemasaran mereka di dunia digital.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh layanan dan strategi digital marketing dari Isee Digital Marketing, kunjungi www.iseedigitalmarketing.com untuk mendapatkan informasi selengkapnya. Selain itu, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan admin melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Dengan mendapatkan informasi yang lebih lengkap, Anda dapat mempertimbangkan strategi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis.
Pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia karena setiap pasar memiliki karakteristik audiens yang berbeda. Strategi pemasaran untuk UMKM lokal, bisnis properti, klinik, lembaga pendidikan, atau bisnis jasa tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Karena itu, ketika membangun landing page, bisnis sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan visual. Strategi tersebut perlu terhubung dengan target audiens, iklan, SEO, konten, serta tujuan bisnis secara keseluruhan.
Uji dan Optimalkan Landing Page Secara Berkala
Setelah Anda menyelesaikan landing page, lanjutkan pekerjaan dengan memantau performanya secara berkala. Evaluasi hasilnya untuk menemukan bagian yang masih perlu Anda perbaiki.
Mulailah evaluasi dengan melihat jumlah pengunjung, sumber traffic, klik pada CTA, jumlah leads, serta tingkat konversi. Gunakan data tersebut untuk mengetahui bagian yang perlu bisnis Anda perbaiki.
Misalnya, traffic landing page sudah tinggi tetapi jumlah orang yang menghubungi bisnis masih rendah. Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa bisnis perlu mengevaluasi headline, penawaran, CTA, kepercayaan, atau struktur halaman.
Jika Anda ingin memahami lebih jauh cara meningkatkan kemampuan landing page dalam menghasilkan konversi, Anda dapat mempelajari:: Landing Page Konversi Tinggi untuk mengetahui strategi yang dapat membantu mengubah lebih banyak pengunjung menjadi calon pelanggan.
Kemudian, bisnis dapat melakukan pengujian terhadap beberapa elemen. Anda dapat mencoba headline yang berbeda, CTA berbeda, susunan konten berbeda, atau visual yang berbeda. Dengan demikian, keputusan optimasi tidak hanya berdasarkan asumsi.
Jadikan hasil pengukuran sebagai acuan untuk menentukan perubahan pada landing page. Lakukan evaluasi secara rutin agar bisnis dapat menemukan kombinasi headline, penawaran, CTA, dan elemen visual yang paling sesuai dengan perilaku audiens.
Kesimpulan
Landing page yang baik tidak hanya mengandalkan tampilan yang menarik. Setiap elemen di dalamnya harus membantu pengunjung memahami solusi, melihat manfaat, memperoleh keyakinan, dan menentukan langkah berikutnya.
Untuk bisnis di Indonesia, strategi tersebut semakin penting karena calon pelanggan dapat datang dari berbagai saluran digital. Iklan, media sosial, pencarian Google, dan konten dapat mendatangkan traffic, tetapi landing page berperan penting dalam mengubah traffic tersebut menjadi peluang bisnis.
Karena itu, tentukan tujuan landing page sejak awal. Kenali target audiens, susun headline yang menarik, jelaskan manfaat, tampilkan bukti yang relevan, gunakan CTA yang spesifik, dan pastikan pengunjung dapat menggunakan halaman dengan nyaman melalui smartphone. Selanjutnya, manfaatkan data untuk mengevaluasi performa dan mengoptimalkan landing page secara berkala.
Pada akhirnya, arahkan pengunjung melalui setiap tahap, mulai dari mengenal bisnis hingga mengambil keputusan. Sediakan informasi yang mereka perlukan, jelaskan manfaat produk atau layanan, kemudian arahkan mereka untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan tujuan bisnis.