Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Social Media Marketing

Rahasia Gen Z Bikin Konten Makin Menarik

👤 Naila Ayu Pradea Angelia • 📅 September 26, 2026
cara membuat konten menarik

Gen Z tumbuh bersama internet, media sosial, dan arus informasi yang bergerak sangat cepat. Tidak heran jika generasi ini mempunyai cara unik dalam menikmati sekaligus membuahkan konten digital. Mereka tidak hanya memperhatikan tampilan, tetapi juga mencari konten yang terasa dekat, jujur, menghibur, dan sesuai. Maka dari itu, memahami cara membuat konten menarik menjadi langkah penting bagi kreator maupun bisnis yang ingin mendapatkan perhatian audiens di tengah padatnya media sosial. Konten yang tepat bahkan dapat membantu sebuah brand membangun hubungan yang lebih kuat dengan calon pelanggan.

Saat membuka TikTok atau Instagram Reels, contohnya, audiens dapat menemukan puluhan konten hanya dalam beberapa menit. Mereka bisa langsung menggulir layar jika sebuah video gagal menarik perhatian sejak awal. Kondisi tersebut membuat kreator dan bisnis perlu memikirkan lebih dari sekadar desain yang bagus. Mereka juga harus memahami kebutuhan audiens, menentukan pesan yang jelas, dan menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang terasa natural.

Menariknya, Gen Z menyajikan banyak pelajaran tentang bagaimana sebuah konten dapat bertahan dalam persaingan tersebut. Mereka berani bereksperimen dengan format, tren, humor, visual, hingga storytelling. Akan tetapi, mereka tetap mempertahankan karakter yang membuat kontennya mudah dikenali.

Mengapa Konten Ala Gen Z Mudah Menarik Perhatian?

Gen Z memahami satu hal sederhana: perhatian audiens sangat terbatas. Karena itu, mereka biasanya langsung menyampaikan sesuatu yang menarik sejak beberapa detik pertama. Sebuah video mungkin berawal dari pertanyaan, kejadian tidak terduga, pernyataan yang membuat penasaran, atau visual yang langsung mencuri perhatian.

Baca juga: Gen Z Makin Selektif, Kreator Harus Bikin Konten Apa?

Contohnya, sebuah kedai kopi tidak harus selalu membuka video dengan menampilkan logo dan daftar menu. Sebaliknya, mereka bisa memulai dengan adegan pelanggan yang kebingungan memilih kopi, kemudian memperlihatkan rekomendasi berdasarkan karakter atau aktivitas pelanggan tersebut. Cara seperti ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, Gen Z cenderung menyukai komunikasi yang tidak terlalu kaku. Brand dapat menguraikan keunggulan produk tanpa terdengar seperti sedang membacakan brosur. Misalnya, bisnis skincare dapat membuat video singkat tentang kebiasaan memakai terlalu banyak produk sekaligus, kemudian menjelaskan solusi melalui cerita ringan.

Dari perspektif lain, audiens saat ini semakin cepat mengenali konten yang terasa terlalu dibuat-buat. Karena itu, autentisitas mempunyai peran besar. Video sederhana dengan pencahayaan natural dan cerita yang sesuai terkadang membuahkan interaksi lebih tinggi daripada produksi mahal yang tidak memiliki cerita kuat.

Oleh sebab itu, kualitas konten tidak selalu bergantung pada kamera mahal, studio, atau efek visual yang rumit. Ide, penyampaian, dan relevansi justru sering menentukan apakah audiens akan berhenti melihat konten atau langsung menggulir layar.

7 Cara Membuat Konten Menarik yang Bisa Langsung Dicoba

Kreativitas memang penting, tetapi kreator tidak perlu menunggu inspirasi datang secara tiba-tiba. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu membuahkan konten yang lebih menarik dan terarah.

1. Kenali siapa yang ingin diajak bicara

Jangan memulai dengan pertanyaan, “Hari ini mau unggah apa?” Mulailah dengan pertanyaan, “Audiens sedang membutuhkan apa?” Pertanyaan tersebut membantu kreator menemukan topik yang lebih sesuai. Contohnya, bisnis makanan untuk mahasiswa dapat mengangkat menu hemat akhir bulan, sementara bisnis fashion dapat mengulas kombinasi pakaian sederhana untuk kuliah.

2. Buat pembuka yang memancing rasa penasaran

Beberapa detik pertama sangat menentukan. Karena itu, gunakan kalimat pembuka yang langsung menyentuh persoalan atau kebutuhan audiens. Misalnya, “Kenapa konten produkmu sepi padahal desainnya bagus?” terdengar lebih menarik daripada “Hari ini kita akan membahas konten pemasaran.”

3. Fokus pada satu pesan utama

Jangan memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu konten pendek. Sebaliknya, pilih satu pesan dan jelaskan dengan jelas. Jika ingin membahas tiga masalah pelanggan, pertimbangkan untuk membuat tiga video terpisah. Cara tersebut juga membantu bisnis mempunyai lebih banyak stok konten.

4. Gunakan storytelling sederhana

Cerita tidak harus panjang. Sebuah konten bisa memakai pola masalah, tahapan, dan temuan. Misalnya, tunjukkan pemilik usaha yang kesulitan mendapatkan pelanggan, kemudian ceritakan perubahan strategi kontennya hingga akhirnya mendapat lebih banyak pertanyaan melalui DM.

5. Manfaatkan visual yang mendukung pesan

Visual harus membantu audiens memahami isi konten. Gunakan tulisan di layar, perubahan sudut kamera, gambar produk, atau demonstrasi sederhana. Akan tetapi, jangan memenuhi layar dengan terlalu banyak elemen karena hal tersebut justru dapat mengganggu perhatian.

6. Masukkan unsur yang relate

Meme, kejadian sehari-hari, atau situasi yang sering dialami audiens dapat membuat konten terasa lebih dekat. Namun, brand tetap perlu menyesuaikan humor dengan identitasnya. Tidak semua tren harus diikuti.

7. Ajak audiens ikut berinteraksi

Setelah menyampaikan informasi, dorong audiens untuk menyajikan respons. Misalnya, tanyakan pengalaman mereka, minta mereka memilih dua pilihan produk, atau ajak mereka membagikan pendapat melalui komentar.

Langkah-langkah tersebut memperlihatkan bahwa cara membuat konten menarik tidak harus selalu bergantung pada ide yang rumit. Kreator justru perlu memahami masalah audiens, mengemas pesan dengan sederhana, lalu menyampaikan solusi melalui format yang nyaman untuk dikonsumsi.

Konten Menarik Bukan Sekadar Konten Viral

Banyak bisnis mengejar viral karena menganggap jumlah penonton sebagai petunjuk utama keberhasilan konten. Padahal, angka tayangan belum tentu membuahkan pengaruh terhadap bisnis. Sebuah video dapat memperoleh ratusan ribu penonton, tetapi gagal menghasilkan kunjungan profil, percakapan, ataupun penjualan.

Baca juga: Endorse Mahal, Cuan Maksimal atau Sekadar Viral?

Maka dari itu, bisnis perlu melihat sasaran yang lebih besar. Jika tujuan konten adalah mengenalkan brand, jumlah jangkauan memang penting. Akan tetapi, jika bisnis ingin menghasilkan calon pelanggan, jumlah DM, klik, penyimpanan, atau kunjungan ke website dapat menyajikan gambaran yang lebih sesuai.

Perbedaan tujuan tersebut juga memengaruhi gaya konten. Konten edukasi dapat membantu audiens memahami persoalan. Sementara itu, video testimonial dapat menaikkan kepercayaan. Konten hiburan bisa memperluas jangkauan, sedangkan konten promosi dapat mendorong audiens mengambil tindakan.

Berikut contoh beberapa format konten dan fungsi sederhananya:

Jenis KontenContohTujuan Utama
EdukasiTips, tutorial, kesalahan umumMemberikan nilai dan membangun kepercayaan
StorytellingCerita pelanggan atau perjalanan bisnisMembangun kedekatan emosional
HiburanMeme, tren, situasi relateMeningkatkan jangkauan dan interaksi
TestimonialPengalaman pelangganMemperkuat kepercayaan calon pembeli
User-generated contentVideo pelanggan memakai produkMemberikan bukti sosial
PromosiDiskon, bundling, produk baruMendorong tindakan atau pembelian

Dengan memahami fungsi tersebut, bisnis tidak perlu memaksakan setiap konten untuk langsung membuahkan penjualan. Sebaliknya, setiap konten dapat memainkan perannya dalam perjalanan audiens mengenal hingga mempercayai sebuah brand.

Gunakan Tren untuk Membuat Konten Lebih Menarik

Tren menjadi salah satu elemen penting dalam ekosistem media sosial. Musik tertentu dapat mendadak populer. Format video baru juga dapat menyebar dalam hitungan hari. Bahkan, sebuah meme dapat berubah menjadi gaya komunikasi yang dipakai ribuan akun bisnis.

Akan tetapi, mengikuti semua tren bukan strategi yang tepat. Brand perlu memilih tren yang sesuai dengan karakter dan audiensnya.

Sebagai contoh, bisnis kuliner dapat memanfaatkan tren “POV” untuk memperlihatkan pengalaman pelanggan ketika menerima pesanan. Sementara itu, bisnis jasa dapat memakai format percakapan singkat untuk menggambarkan persoalan calon pelanggan. Keduanya tetap mengikuti tren, tetapi tetap membawa pesan yang berhubungan dengan bisnis.

Pada saat yang sama, brand perlu mempunyai ciri khas. Ciri tersebut dapat muncul melalui gaya visual, sudut pandang, karakter admin, jenis humor, atau cara bercerita. Konsistensi membantu audiens mengenali sebuah brand meskipun mereka belum melihat nama akun.

Dalam praktiknya, cara membuat konten menarik bukan berarti meniru konten yang sedang viral secara mentah. Kreator perlu memahami alasan tren tersebut menarik perhatian, kemudian mengolahnya sesuai identitas brand.

Autentisitas dan Kreativitas Lebih Penting daripada Terlihat Sempurna

Media sosial mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Audiens mulai terbiasa melihat konten yang terasa spontan dan personal. Karena itu, sebuah brand tidak harus selalu terlihat sempurna.

Contohnya, pemilik usaha dapat memperlihatkan tahapan mengemas pesanan, kesibukan menjelang peluncuran produk, atau cerita ketika mencoba gagasan baru. Konten seperti ini membuka sisi manusia dari sebuah bisnis.

Bukan hanya itu, proses di balik layar dapat menciptakan kedekatan. Audiens merasa ikut melihat perjalanan sebuah brand, bukan hanya menerima iklan.

Akan tetapi, autentik bukan berarti asal mengunggah. Kreator tetap perlu menentukan pesan, memilih bagian cerita yang sesuai, dan menjaga kualitas komunikasi. Video sederhana tetap membutuhkan sasaran yang jelas.

Kreativitas juga tidak selalu berarti membuahkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Sering kali, kreativitas muncul ketika seseorang mengambil ide yang sudah familiar lalu menyajikan sudut pandang berbeda.

Misalnya, banyak akun membuat konten “tips digital marketing”. Agar tidak terasa sama, sebuah agensi dapat mengubahnya menjadi format “kesalahan yang sering dijalankan pemilik bisnis ketika mengelola Instagram sendiri”. Topik dasarnya serupa, tetapi sudut pandangnya memberikan pengalaman yang berbeda bagi audiens.

Jangan Hanya Bicara, Ajak Audiens Berinteraksi

Media sosial berbeda dengan media tradisional karena audiens dapat menyajikan respons secara langsung. Mereka bisa berkomentar, membagikan konten, mengirim pesan, atau bahkan membuat konten sendiri tentang sebuah brand.

Karena itu, cara membuat konten menarik juga perlu mempertimbangkan percakapan setelah konten tayang. Jangan hanya berhenti pada jumlah likes. Perhatikan komentar, pertanyaan, penyimpanan, share, serta pesan yang masuk.

Baca juga: Pelanggan Pergi Karena Kesalahan yang Diremehkan

Contohnya, sebuah brand makanan membuat video tentang dua varian rasa baru. Alih-alih hanya menampilkan produk, brand dapat meminta audiens memilih varian favorit melalui kolom komentar. Selanjutnya, komentar tersebut dapat menjadi asal ide untuk konten berikutnya.

Bahkan, pertanyaan pelanggan dapat berubah menjadi seri konten. Jika banyak orang bertanya tentang harga, ukuran, cara memakai produk, atau perbedaannya dengan produk lain, bisnis sudah mendapatkan daftar ide langsung dari audiensnya.

User-generated content juga dapat memperkuat engagement. Brand dapat mengajak pelanggan membagikan pengalaman mereka menggunakan produk. Selanjutnya, brand dapat menampilkan ulang cerita tersebut dengan izin pemilik konten. Strategi ini memberikan bukti sosial sekaligus membangun komunitas.

Konten Menarik Harus Terhubung dengan Strategi Digital Marketing

Konten yang bagus akan menyajikan temuan lebih kuat ketika bisnis menghubungkannya dengan strategi digital marketing yang jelas. Jangan sampai sebuah akun rajin membuat video, tetapi tidak mengetahui sasaran dari setiap konten.

Bisnis dapat mulai dengan membagi konten berdasarkan tahapan perjalanan pelanggan. Pada tahap awal, buat konten yang menarik perhatian dan memperkenalkan persoalan. Setelah itu, berikan edukasi dan solusi. Kemudian, tampilkan testimonial, studi kasus, atau kegunaan produk untuk menaikkan kepercayaan. Pada tahap berikutnya, arahkan audiens menuju tindakan seperti mengunjungi website, mengirim WhatsApp, atau menjalankan pembelian.

Dengan struktur tersebut, cara membuat konten menarik tidak berhenti pada kreativitas. Konten juga mempunyai fungsi dalam meraih target pemasaran.

Di samping itu, lakukan penilaian secara berkala. Perhatikan jenis konten yang membuahkan share paling tinggi, video yang membuat orang mengunjungi profil, hingga topik yang memancing banyak pertanyaan. Data tersebut dapat membantu bisnis memahami preferensi audiens secara nyata.

Kemudian, gunakan hasil evaluasi sebagai dasar untuk memperluas konten berikutnya. Jika storytelling pelanggan menghasilkan respons tinggi, buat lebih banyak cerita serupa. Sebaliknya, jika format tertentu terus menghasilkan engagement rendah, coba ubah strategi.

Ujungnya, strategi konten yang kuat selalu memadukan kreativitas, pemahaman audiens, konsistensi, dan evaluasi data.

Baca juga: Kenapa Banyak Bisnis Gulung Tikar Meski Produknya Bagus?

Saatnya Bikin Konten yang Lebih Relevan

Gen Z memperlihatkan bahwa konten digital tidak harus rumit untuk mendapatkan perhatian. Audiens lebih menghargai pesan yang sesuai, visual yang nyaman, cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta komunikasi yang terasa manusiawi. Maka dari itu, jangan hanya mengejar tren atau tampilan yang sempurna.

Mulailah dengan memahami orang yang ingin Anda jangkau. Selanjutnya, temukan persoalan yang mereka alami, pilih format yang tepat, lalu kemas pesan dengan karakter brand sendiri. Setelah konten tayang, dengarkan respons audiens dan gunakan respons tersebut untuk menentukan langkah berikutnya.

Jika Anda ingin mengulik lebih jauh tentang cara membuat konten menarik sekaligus memahami strategi digital marketing yang relevan untuk perkembangan bisnis kunjungi

Isee Digital Marketing

Anda dapat mempelajari beragam strategi yang membantu bisnis membangun kehadiran digital dengan lebih terarah.

Ingin mendiskusikan kebutuhan digital marketing bisnis secara langsung? Hubungi Admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di

wa.me/6289508029834

Mulai dari sekarang, jangan biarkan konten bisnis Anda hanya sekadar lewat di beranda audiens. Bangun strategi yang lebih kreatif, relevan, dan konsisten agar setiap konten mampu menarik perhatian sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis di dunia digital.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop