Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang β†’
πŸ“ Social Media Marketing

Affiliate Makin Ramai, Apakah Endorse Mulai Ditinggalkan?

πŸ‘€ Naila Ayu Pradea Angelia β€’ πŸ“… September 21, 2026
Affiliate Marketing untuk UMKM

Affiliate marketing untuk UMKM semakin menarik perhatian karena cara bisnis mempromosikan produk ikut berubah. Dulu, banyak pelaku usaha mengandalkan endorse influencer dengan membayar biaya tertentu agar kreator mengunggah produk mereka. Sekarang, semakin banyak bisnis memilih sistem affiliate karena mereka dapat menghubungkan biaya promosi dengan performa atau transaksi. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan baru: apakah meningkatnya popularitas affiliate berarti endorse mulai kehilangan tempat?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Affiliate dan endorse memang sama-sama melibatkan kreator, tetapi keduanya mempunyai fungsi, sistem pembayaran, dan sasaran pemasaran yang berbeda. Affiliate cenderung berorientasi pada konversi dan penjualan, sementara endorse dapat membantu bisnis membangun awareness serta citra brand. Maka dari itu, UMKM perlu memahami karakter masing-masing strategi sebelum menentukan anggaran promosi.

Mengapa Affiliate Marketing untuk UMKM Semakin Menarik?

Salah satu alasan utama affiliate semakin populer terletak pada sistem pembayarannya. Bisnis biasanya menyajikan komisi kepada kreator setelah terjadi transaksi melalui tautan atau kode tertentu. Dengan sistem tersebut, UMKM dapat menghubungkan biaya pemasaran dengan temuan yang lebih terukur. Cara ini terasa menarik bagi bisnis yang mempunyai anggaran terbatas dan ingin menekan risiko biaya promosi.

Di samping itu, pertumbuhan social commerce membuat tahapan affiliate semakin mudah. Kreator dapat membuat video pendek, ulasan, tutorial, atau live shopping sambil menyertakan produk yang mereka promosikan. Konsumen juga dapat langsung mengecek produk tanpa harus meninggalkan platform terlalu lama. Karena itu, affiliate semakin dekat dengan kebiasaan belanja pengguna media sosial.

Dari perspektif lain, banyak kreator tidak harus memiliki jutaan pengikut untuk mengikuti program affiliate. Kreator dengan audiens yang lebih kecil tetap dapat membuahkan transaksi ketika kontennya sesuai dan mampu menjawab kebutuhan calon pembeli. Kondisi ini membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk bekerja dengan banyak kreator sekaligus. Oleh sebab itu, promosi produk tidak hanya bergantung pada satu influencer besar.

Baca juga: Orang Makin Sering Cari di TikTok, Lalu Apa Kabar Google?

Bagaimana Cara Kerja Affiliate Marketing?

Affiliate marketing memakai sistem berbasis performa. Bisnis menyediakan produk dan skema komisi, kemudian kreator mempromosikan produk tersebut melalui konten. Ketika seseorang membeli melalui tautan, kode, atau fitur affiliate milik kreator, sistem akan mencatat transaksi tersebut. Selanjutnya, kreator mendapatkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam praktiknya, kreator affiliate mempunyai kebebasan lebih besar dalam membuat konten. Ada kreator yang membuat ulasan, tutorial, perbandingan, video pengalaman pribadi, hingga demonstrasi penggunaan produk. Pola ini memungkinkan promosi terasa lebih natural daripada iklan yang terlalu formal. Akan tetapi, bisnis tetap perlu memastikan informasi produk yang kreator sampaikan sesuai dengan fakta.

Sistem tersebut juga membuat bisnis lebih mudah mengevaluasi performa. Anda dapat melihat kreator mana yang membuahkan klik, pesanan, atau nilai penjualan tertinggi. Data itu kemudian dapat membantu Anda menentukan produk, komisi, dan jenis kreator yang layak mendapat prioritas.

Baca juga: Kenapa Iklan Terasa Tahu Apa yang Kita Inginkan? Membongkar Strategi Digital Marketing

Affiliate Marketing vs Endorse Influencer

Affiliate dan endorse sering terlihat serupa karena sama-sama memakai kreator sebagai penghubung antara brand dan konsumen. Namun, model kerja keduanya cukup berbeda.

AspekAffiliate MarketingEndorse Influencer
Sistem pembayaranKomisi berdasarkan transaksi atau performaBiaya berdasarkan kerja sama atau konten
Biaya awalRelatif lebih fleksibelBisa membutuhkan pembayaran sejak awal
Risiko biayaLebih terkendali karena terkait hasilBiaya tetap dapat keluar meski penjualan rendah
Fokus utamaKonversi dan penjualanAwareness, branding, dan exposure
Potensi penjualanTinggi jika kreator mampu menghasilkan konversiBergantung pada kualitas audiens dan kampanye
Brand awarenessBisa meningkat melalui banyak kreatorKuat jika influencer memiliki audiens relevan
Pengukuran performaLebih mudah melalui transaksi dan linkPerlu melihat reach, impression, engagement, dan dampak lanjutan
Cocok untukBisnis yang mengejar penjualan terukurBrand yang ingin membangun citra dan jangkauan
KekuranganKontrol pesan bisa lebih terbatasBiaya dapat tinggi tanpa jaminan penjualan

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa affiliate lebih dekat dengan performance marketing. Sebaliknya, endorse lebih kuat ketika bisnis ingin memperkenalkan brand kepada audiens tertentu. Karena itu, UMKM sebaiknya tidak membandingkan keduanya hanya dari pertanyaan β€œmana yang lebih murah”. Anda juga perlu melihat sasaran kampanye dan posisi bisnis saat ini.

Kenapa UMKM Mulai Mempertimbangkan Affiliate?

UMKM biasanya bekerja dengan anggaran pemasaran yang lebih terbatas daripada brand besar. Kondisi itu membuat efisiensi biaya menjadi pertimbangan penting. Affiliate marketing untuk UMKM memberi peluang untuk menjalankan promosi dengan sistem komisi yang lebih fleksibel. Bisnis dapat membayar berdasarkan transaksi yang benar-benar terjadi.

Di samping itu, affiliate memungkinkan satu produk muncul melalui banyak gaya komunikasi. Seorang kreator dapat fokus pada fungsi produk, sementara kreator lain mengulas harga atau pengalaman penggunaan. Bahkan, variasi tersebut dapat membantu bisnis mengetahui pesan pemasaran mana yang paling menarik perhatian calon pelanggan.

Akan tetapi, affiliate tidak otomatis membuahkan penjualan. Bisnis tetap membutuhkan produk yang kompetitif, halaman produk yang meyakinkan, harga yang sesuai, stok yang stabil, serta pelayanan yang baik. Kreator dapat mendatangkan calon pembeli, tetapi pengalaman belanja tetap menentukan apakah konsumen akhirnya menjalankan transaksi.

Keunggulan dan Kekurangan Affiliate Marketing

Keunggulan utama affiliate terletak pada efisiensi sistem pembayaran. Bisnis dapat mengalokasikan komisi berdasarkan temuan akibatnya biaya promosi lebih mudah dikaitkan dengan penjualan. Di samping itu, banyak kreator dapat mempromosikan produk secara bersamaan sehingga jangkauan konten berpotensi berkembang lebih luas.

Affiliate juga membantu bisnis mendapatkan banyak materi promosi dari sudut pandang kreator. Konten yang terasa autentik dapat menyajikan social proof kepada calon pelanggan. Dari perspektif lain, bisnis juga dapat mengamati pola konten yang membuahkan konversi paling baik.

Akan tetapi, model ini mempunyai tantangan. Kreator dapat memilih produk yang memberi peluang komisi lebih menarik, sehingga bisnis perlu bersaing untuk mendapatkan perhatian mereka. Selain itu, UMKM memiliki kontrol yang lebih terbatas terhadap gaya komunikasi kreator. Oleh sebab itu, bisnis perlu membuat panduan produk yang jelas tanpa menghilangkan karakter alami konten.

Endorse Masih Punya Kekuatan untuk Branding

Endorse influencer tetap sesuai ketika bisnis membutuhkan exposure dalam waktu tertentu. Influencer yang mempunyai hubungan kuat dengan audiens dapat membantu brand muncul di depan calon konsumen yang sesuai. Di samping itu, asosiasi dengan figur tertentu dapat membantu bisnis membangun citra dan persepsi.

Contohnya, UMKM yang baru meluncurkan produk mungkin membutuhkan awareness terlebih dahulu. Dalam kondisi seperti ini, endorse dapat membantu memperkenalkan nama brand, visual produk, dan keunggulannya. Konsumen mungkin belum langsung membeli, tetapi mereka mulai mengenali brand tersebut.

Meskipun demikian, UMKM perlu memilih influencer berdasarkan relevansi, bukan sekadar jumlah followers. Tingkat interaksi, karakter audiens, jenis konten, serta kesesuaian dengan produk sering kali lebih penting. Influencer dengan audiens yang tepat dapat memberi temuan lebih berarti daripada akun besar dengan pengikut yang kurang relevan.

Baca juga: Promosi Bisnis Menggunakan Influencer: Wajib atau Sekadar Pilihan?

Biaya dan Risiko: Mana yang Lebih Aman?

Affiliate mempunyai risiko biaya yang relatif lebih mudah dikendalikan karena bisnis biasanya membayar komisi setelah transaksi. Akan tetapi, bisnis tetap perlu menghitung margin produk. Komisi yang terlalu besar dapat menekan keuntungan, sementara komisi yang terlalu kecil dapat membuat kreator kurang tertarik.

Sementara itu, endorse biasanya membutuhkan biaya yang telah disepakati sebelumnya. Biaya tersebut dapat meliputi satu video, satu unggahan, beberapa story, atau paket kampanye tertentu. Maka dari itu, bisnis perlu mengukur temuan endorse melalui reach, engagement, kunjungan profil, kenaikan pencarian brand, hingga penjualan.

Dalam praktiknya, UMKM perlu membandingkan biaya dengan sasaran. Jika Anda mengejar transaksi langsung, affiliate bisa menjadi opsi yang sesuai. Jika Anda ingin membangun persepsi, memperkenalkan produk baru, atau menaikkan kredibilitas, endorse masih layak Anda pertimbangkan.

Cara Memulai Affiliate Marketing untuk UMKM

1. Tentukan sasaran program affiliate

Tentukan apakah Anda ingin menaikkan penjualan, memperkenalkan produk tertentu, atau menguji pasar baru. Tujuan yang jelas akan membantu Anda menyusun strategi lebih terarah.

2. Pilih produk yang menarik untuk dipromosikan

Utamakan produk yang mempunyai keunggulan jelas, visual menarik, ulasan positif, atau margin yang cukup untuk komisi. Produk yang mudah kreator jelaskan biasanya lebih mudah masuk ke konten.

3. Tentukan skema komisi yang kompetitif

Hitung komisi berdasarkan margin dan harga produk. Anda perlu membuat nominal yang tetap menarik bagi kreator tanpa mengganggu keuntungan bisnis.

4. Cari affiliate atau kreator yang sesuai

Perhatikan niche, gaya komunikasi, audiens, serta kualitas konten mereka. Jangan hanya mengejar jumlah pengikut.

5. Siapkan materi promosi yang mudah dipakai

Berikan informasi seperti kegunaan, keunggulan produk, cara penggunaan, dan FAQ. Materi ini membantu kreator memahami produk dengan lebih cepat.

6. Pantau performa penjualan

Periksa klik, jumlah pesanan, nilai transaksi, dan tingkat konversi. Data membantu Anda memahami performa masing-masing kreator.

7. Penilaian kreator dengan konversi terbaik

Anda dapat memberi dukungan tambahan kepada kreator yang membuahkan performa bagus. Contohnya, berikan sampel produk baru, komisi khusus, atau akses promosi lebih awal.

Langkah tersebut membantu Anda menjalankan program secara lebih terstruktur. Anda juga dapat memulai dari skala kecil agar lebih mudah menjalankan evaluasi. Setelah menemukan pola yang bekerja, Anda dapat memperluas jaringan kreator secara bertahap.

Kapan UMKM Sebaiknya Memilih Affiliate?

Affiliate cocok ketika bisnis mempunyai produk yang mudah konsumen beli secara online dan memiliki margin yang cukup untuk membayar komisi. Strategi ini juga sesuai ketika Anda sudah memiliki katalog, sistem checkout, dan stok yang stabil. Dalam kondisi tersebut, kreator dapat langsung mengarahkan audiens menuju transaksi.

Di samping itu, affiliate marketing untuk UMKM cocok bagi bisnis yang ingin mengukur sumbangan promosi secara lebih jelas. Anda dapat melihat performa berdasarkan transaksi akibatnya penilaian menjadi lebih terukur. Strategi ini membantu UMKM mengalokasikan anggaran ke aktivitas yang menyajikan temuan.

Akan tetapi, jangan terlalu mengandalkan affiliate jika konsumen belum mengenal produk Anda sama sekali. Produk yang membutuhkan edukasi panjang atau memiliki harga tinggi mungkin membutuhkan strategi tambahan sebelum orang siap membeli.

Kapan Endorse Influencer Masih Dibutuhkan?

Endorse masih sesuai ketika sasaran Anda berfokus pada awareness dan branding. Contohnya, Anda baru meluncurkan brand dan ingin memperkenalkannya ke segmen tertentu. Influencer dapat membantu Anda mendapatkan perhatian dalam waktu relatif singkat.

Endorse juga berguna ketika bisnis membutuhkan kredibilitas tambahan. Audiens yang percaya pada seorang kreator dapat lebih terbuka untuk mengenal produk yang kreator tersebut rekomendasikan. Akan tetapi, Anda tetap perlu menghindari klaim berlebihan dan menyajikan ruang kepada influencer untuk menjaga gaya komunikasinya.

Dari perspektif lain, endorse tidak harus selalu memakai selebritas atau influencer besar. Micro influencer dapat menjadi pilihan realistis bagi UMKM karena mereka sering mempunyai komunitas yang lebih spesifik. Strategi ini dapat membantu bisnis menjaga relevansi tanpa menghabiskan anggaran terlalu besar.

Gabungkan Affiliate dan Endorse dalam Satu Strategi

UMKM tidak harus memilih salah satu secara permanen. Anda dapat memakai endorse untuk menciptakan awareness, lalu menjalankan affiliate untuk menangkap penjualan dari kreator yang mampu membuahkan konversi. Kombinasi ini membantu bisnis menghubungkan fungsi branding dan performance marketing.

Contohnya, Anda dapat mengajak beberapa kreator menjalankan endorse saat peluncuran produk. Setelah itu, tawarkan program affiliate kepada kreator yang audiensnya menyajikan respons positif. Oleh sebab itu, hubungan dengan kreator tidak berhenti setelah satu konten.

Strategi tersebut juga membantu Anda membangun data. Anda dapat mengetahui kreator yang kuat dalam membangun engagement dan kreator yang berdaya guna mendorong transaksi. Selanjutnya, Anda dapat membagi anggaran pemasaran dengan lebih rasional.

Baca juga: Mending Live 2 Jam atau Posting 20 Konten?

Strategi Realistis untuk UMKM dengan Anggaran Terbatas

Jika anggaran masih kecil, Anda tidak perlu langsung membayar banyak influencer. Mulailah dengan beberapa kreator affiliate yang sesuai dengan niche produk. Selanjutnya, amati konten dan transaksi yang mereka hasilkan.

Anda juga dapat memilih satu atau dua micro influencer untuk kampanye endorse yang lebih terarah. Gunakan kampanye tersebut untuk membangun awareness, sementara jaringan affiliate membantu mengejar konversi. Strategi ini membuat strategi marketing UMKM lebih seimbang antara branding dan penjualan.

Di samping itu, jangan hanya melihat temuan dalam satu atau dua hari. Pemasaran digital UMKM membutuhkan tahapan penilaian. Bandingkan biaya, reach, engagement, penjualan, repeat order, dan sumbangan setiap kanal. Oleh sebab itu, keputusan pemasaran Anda akan lebih berbasis data.

Jadi, Apakah Endorse Mulai Ditinggalkan?

Meningkatnya popularitas affiliate tidak berarti endorse akan hilang. Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda dalam strategi pemasaran online. Affiliate lebih cocok ketika UMKM ingin fokus pada performa dan penjualan, sementara endorse masih memiliki peran penting dalam membangun awareness, citra, dan kepercayaan terhadap brand.

Ujungnya, affiliate marketing untuk UMKM dapat menjadi pilihan efisien ketika bisnis memiliki sasaran penjualan yang jelas dan sistem transaksi yang siap. Akan tetapi, endorse tetap sesuai ketika Anda perlu memperkenalkan brand serta membangun hubungan emosional dengan audiens. UMKM juga dapat menggabungkan keduanya sesuai produk, target konsumen, tujuan kampanye, dan kemampuan anggaran.

Jika Anda ingin mempelajari lebih jauh tentang affiliate marketing, influencer marketing, dan strategi digital marketing untuk UMKM, Anda dapat menemukan beragam insight melalui website

Isee Digital Marketing

Anda juga dapat berdiskusi mengenai strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi bisnis melalui Admin Isee Digital Marketing lewat WhatsApp

wa.me/6289508029834

Karena setiap UMKM memiliki tantangan dan target yang berbeda, strategi pemasaran perlu disusun berdasarkan data, tujuan bisnis, serta karakter pelanggan. Bangun pertumbuhan bisnis Anda melalui strategi digital yang tepat dan relevan.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop