Pernahkah Anda merasa sudah rutin membuat konten, tetapi hasilnya belum sesuai harapan? Anda mungkin sudah mengunggah materi hampir setiap hari, merancang desain semenarik mungkin, mengedit video dengan serius, bahkan mengikuti tren terbaru. Namun, setelah membuat konten, Anda justru bingung menentukan langkah berikutnya. Akhirnya, aktivitas pemasaran berhenti begitu saja setelah unggahan tayang.
Padahal, strategi digital marketing bukan hanya soal seberapa sering bisnis membuat dan mengunggah materi. Bisnis juga perlu melihat respons audiens setelah unggahan tayang. Dari sana, perhatian audiens dapat berkembang menjadi interaksi, kepercayaan, leads, hingga pelanggan.
Persoalannya, banyak bisnis kecil dan kreator terlalu fokus memproduksi materi. Mereka sibuk mencari ide untuk unggahan berikutnya sampai lupa mengecek respons audiens terhadap unggahan sebelumnya.
Sebagai contoh, sebuah UMKM mengunggah video produk dan meraih ribuan penayangan. Angka itu tentu tampak menggembirakan. Tetapi, bagaimana jika hampir tidak ada orang yang melihat profil, bertanya lewat pesan, mengeklik tautan, atau membeli produk?
Di sinilah pertanyaan “sudah bikin konten, terus ngapain?” menjadi relevan. Setelah menarik perhatian audiens, bisnis perlu memikirkan langkah berikutnya agar peluang pemasaran tidak berhenti pada satu unggahan.
Kenapa Strategi Digital Marketing Tidak Cukup Hanya dengan Konten?
Konten memegang peran penting dalam pemasaran digital. Melalui unggahan yang tepat, bisnis dapat mengenalkan produk, menunjukkan keahlian, menjawab pertanyaan calon pelanggan, sekaligus menjalin hubungan dengan audiens.
Akan tetapi, memperoleh perhatian tidak selalu identik dengan mendapatkan pelanggan. Bayangkan sebuah kedai kopi sedang membuat video mengenai menu baru. Video itu meraih banyak tayangan sebab penyampaiannya menarik. Audiens mungkin berhenti menggulir layar dan menontonnya hingga habis. Namun, perhatian itu belum secara otomatis membuat mereka datang ke kedai.
Ada sejumlah tahapan yang harus terjadi setelah perhatian timbul. Audiens mungkin perlu melihat profil, membaca informasi produk, bertanya lewat pesan, melihat ulasan pelanggan lain, lalu mempertimbangkan pembelian.
Oleh karena itu, bisnis perlu membedakan materi yang hanya menarik perhatian dengan aktivitas yang mendorong audiens untuk bertindak. Sebuah unggahan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan bisnis. Setelah itu, berikan arahan yang jelas agar audiens tahu langkah berikutnya. Tanpa arahan tersebut, mereka mungkin hanya menikmati informasi lalu kembali menggulir layar.
Hal yang sama juga berlaku bagi kreator. Banyak komentar menunjukkan ketertarikan audiens, sehingga kreator bisa memanfaatkan percakapan tersebut untuk membangun hubungan yang lebih dekat. Karena itu, fokusnya bukan sekadar menambah unggahan, tetapi menentukan langkah yang tepat setelah publikasi. Respons audiens juga dapat menjadi petunjuk untuk menyusun materi berikutnya sekaligus membuka peluang interaksi yang lebih panjang.
Pelajari juga: Dulu Hanya Membuat Konten, Kini Membangun Bisnis: Ketika Content Creator Menjadi Pengusaha cari tahu bagaimana kreator dapat mengembangkan konten menjadi bagian dari aktivitas bisnis, bukan sekadar mengejar jumlah unggahan.
Strategi Digital Marketing Tidak Berhenti Setelah Konten Terbit
Setelah mengunggah materi, bisnis tidak perlu langsung beralih ke unggahan berikutnya. Gunakan waktu ini untuk melihat respons audiens dan menentukan langkah yang paling tepat.
Strategi digital marketing harus meninjau perjalanan konten secara lebih menyeluruh. Bisnis bisa mengamati siapa yang merespons, bagaimana respons yang muncul, tindakan apa yang timbul, serta bagian mana yang masih belum sesuai dengan tujuan.
Langkah pertamanya adalah memantau performa. Jangan hanya menilai apakah konten memperoleh banyak likes. Perhatikan pula jangkauan, komentar, penyimpanan, kunjungan profil, klik tautan, pesan masuk, sampai tindakan pembelian apabila datanya tersedia.
Pelajari juga: Hashtag Makin Sedikit, Tapi Kok Konten Tetap Bisa Ditemukan? Cari tahu bagaimana bisnis dapat meningkatkan peluang konten ditemukan audiens tanpa hanya mengandalkan hashtag.
Berikutnya, bangunlah percakapan. Saat seseorang berkomentar atau mengajukan pertanyaan, respons itu menjadi peluang untuk membangun hubungan yang lebih erat.
Setelah itu, berikan tindak lanjut yang sesuai. Saat ingin memperkenalkan produk, arahkan audiens ke halaman produk atau pesan langsung. Jika ingin membangun kepercayaan, ajak mereka melihat ulasan, portofolio, atau materi pendukung. Dengan alur tersebut, setiap unggahan dapat menjalankan perannya dalam mengarahkan audiens menuju tujuan pemasaran.
5 Langkah yang Sering Kelewat Setelah Membuat Konten
1. Cek respons dan performa konten
Jangan buru-buru menutup konten setelah kamu menekan tombol unggah. Sediakan waktu untuk mengamati bagaimana reaksi audiens.
Sebagai contoh, sebuah UMKM makanan mengunggah dua jenis video. Video pertama mengulas proses pembuatan produk dan memperoleh banyak penyimpanan. Video kedua hanya menampilkan foto produk, namun mendapat interaksi yang lebih sedikit.
Dari situ, pemilik bisnis bisa melihat bahwa audiens mungkin lebih tertarik pada konten yang memberi informasi atau memperlihatkan proses. Tidak perlu langsung mengubah keseluruhan strategi. Jadikan data tersebut sebagai acuan untuk merancang eksperimen konten selanjutnya.
2. Balas dan bangun interaksi dengan audiens
Komentar dan pesan tidak hanya berupa angka. Di balik semua itu, ada orang yang tengah menunjukkan perhatian kepada bisnis. Apabila seseorang menanyakan harga, jangan berhenti pada jawaban yang singkat. Sampaikan informasi yang dapat menolong mereka dalam mengambil keputusan. Bila ada yang memberi komentar positif, tanggapi dengan cara yang tetap terasa manusiawi.
Sebagai contoh, sebuah toko pakaian menerima komentar, “Kak, ukuran XL ada?” Daripada sekadar menjawab “Ada”, admin bisa menjelaskan ukuran yang tersedia sekaligus mengarahkan calon pelanggan ke katalog.
Interaksi semacam ini membantu menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Di samping itu, komentar audiens juga bisa menjadi sumber ide. Pertanyaan yang sering muncul berulang kali dapat menjadi bahan untuk konten selanjutnya.
3. Arahkan audiens menuju tindakan berikutnya
Bukan berarti setiap konten wajib langsung bersifat menjual. Meski begitu, hampir semua konten idealnya punya tujuan yang jelas. Apabila tujuan kontennya memperoleh leads, bisnis bisa mengajak audiens untuk mengisi formulir atau menghubungi admin. Bila tujuannya menambah kunjungan ke toko, bisnis dapat menyampaikan informasi lokasi serta jam operasional. Pakailah ajakan bertindak yang simpel dan sesuai dengan konteksnya.
Sebagai ilustrasi:
- Cek katalog lengkap di profil.
- Simpan konten ini untuk referensi.
- Kirim pesan jika ingin mengetahui ukuran yang tersedia.
- Lihat menu lengkap melalui tautan di profil.
Ajakan semacam itu membuat audiens tahu apa yang bisa mereka lakukan setelah menyimak konten.
4. Gunakan kembali konten yang memiliki performa baik
Kalau sebuah konten berhasil menarik perhatian audiens, jangan langsung meninggalkan idenya. Kembangkan topik tersebut ke dalam format lain, seperti video lanjutan, infografik, atau artikel.
Sebagai contoh, konten “3 kesalahan memilih sepatu olahraga” mendapat banyak penyimpanan dari audiens. Melihat respons tersebut, bisnis bisa mengolah topik yang sama menjadi video lanjutan, infografik, artikel, atau sesi tanya jawab.
Pendekatan ini menjadikan proses produksi lebih efisien. Bisnis tidak perlu terus-menerus mencari ide dari awal. Akan tetapi, gunakan kembali gagasannya, bukan sekadar menyalin konten tanpa perubahan apa pun. Sesuaikan formatnya dengan kebiasaan audiens pada masing-masing platform.
5. Evaluasi dan sesuaikan strategi berikutnya
Setelah melihat data dan respons audiens, bisnis bisa menentukan langkah berikutnya. Pertahankan unggahan yang memberikan hasil baik dan kembangkan ide yang masih menarik bagi audiens. Jika hasilnya belum sesuai harapan, periksa kembali topik, pembuka, format, cara menyampaikan pesan, hingga ajakan bertindak.
Jika sebuah konten terus memberikan hasil rendah, bisnis bisa mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi atau menghentikannya setelah melakukan evaluasi. Dengan begitu, keputusan pemasaran tidak lagi bergantung pada perkiraan seperti “kayaknya konten ini bagus”. Bisnis dapat melihat data terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya.
Strategi Digital Marketing: Jangan Hanya Melihat Jumlah Likes
Likes memang gampang untuk diamati. Akan tetapi, angka itu belum tentu mencerminkan tujuan akhir dari sebuah konten. Bayangkan ada sebuah bisnis yang membuat konten edukasi. Sasarannya ialah memperoleh calon pelanggan. Konten itu meraih banyak likes, namun tidak mendatangkan kunjungan profil maupun pesan masuk.
Sebaliknya, konten lain mungkin mendapat lebih sedikit likes, tetapi justru mendorong lebih banyak orang bertanya tentang produk. Jika bisnis ingin mendapatkan calon pelanggan, respons seperti ini layak mendapat perhatian karena menunjukkan adanya ketertarikan untuk mencari tahu lebih lanjut.
Pelajari juga: “FYP Terus, Tapi Kok Nggak Laku?” Ini yang Sering Salah dari Konten TikTok cari tahu mengapa jumlah penayangan yang tinggi belum tentu menghasilkan pelanggan dan bagaimana bisnis dapat mengarahkan perhatian audiens menjadi tindakan.
Karena itu, jangan asal memilih indikator. Sesuaikan angka yang Anda pantau dengan tujuan konten. Jangkauan dan penayangan membantu Anda melihat seberapa luas konten menjangkau audiens. Untuk melihat respons mereka, perhatikan komentar, bagikan, dan penyimpanan. Sementara itu, jumlah klik, kunjungan halaman, formulir, dan pesan masuk bisa Anda gunakan saat ingin mencari calon pelanggan.
Kalau ingin melihat hasil penjualan, cek jumlah pembelian dan konversi yang terjadi. Jangan berhenti pada angka sebagai bahan laporan saja. Gunakan data tersebut untuk memahami perilaku audiens, lalu tentukan langkah pemasaran berdasarkan apa yang benar-benar terjadi.
Bagaimana Mengubah Konten Menjadi Pelanggan?
Biasanya, perjalanan audiens mulai dari melihat konten hingga menjadi pelanggan tidak berlangsung dalam satu langkah saja.
Secara sederhana, prosesnya berjalan seperti ini:
Konten → perhatian → interaksi → kepercayaan → tindakan → pelanggan
Pertama, konten berfungsi menarik perhatian audiens. Sebagai contoh, UMKM makanan membuat video pendek yang menunjukkan proses pembuatan produk mereka.
Kedua, perhatian mulai muncul. Audiens menghentikan aktivitas menggulir dan menonton video tersebut karena visual atau topiknya menarik.
Ketiga, interaksi pun terjadi. Audiens menulis komentar, menyimpan konten, mengikuti akun, atau mengajukan pertanyaan.
Keempat, bisnis mulai membangun kepercayaan. Bisnis bisa menampilkan testimoni, proses kerja, informasi produk, hasil penggunaan, atau jawaban atas pertanyaan yang sering muncul.
Kelima, audiens melakukan tindakan. Mereka bisa saja mengunjungi katalog, menghubungi admin, datang ke toko, atau melakukan pembelian.
Terakhir, audiens berubah menjadi pelanggan.Tidak semua orang akan melewati tahapan tersebut dengan kecepatan yang sama. Oleh karena itu, bisnis perlu menyediakan konten dan pengalaman yang mendukung berbagai tahap perjalanan audiens.
Strategi Digital Marketing dan Peran Data dalam Evaluasi Konten
Lewat data, bisnis bisa memahami mengapa sebuah konten mendapat respons tertentu. Strategi digital marketing tidak hanya membutuhkan angka untuk melihat hasil unggahan. Bisnis juga dapat membaca pola dari data tersebut, lalu menggunakannya saat mencoba ide pada konten berikutnya.
Sebagai contoh, sebuah konten memperoleh banyak views namun hanya sedikit interaksi. Situasi ini bisa menandakan bahwa topiknya berhasil menarik perhatian, tetapi pesannya belum cukup membuat audiens merespons. Sebaliknya, konten yang mendapat banyak komentar dapat menandakan adanya topik yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Bisnis dapat mengembangkan percakapan itu menjadi konten lanjutan.
Berikut contoh sederhana untuk membaca kondisi sebuah konten:
| Kondisi Konten | Kemungkinan Masalah | Langkah yang Bisa Dilakukan |
|---|---|---|
| Banyak views, sedikit interaksi | Konten menarik tetapi kurang relevan atau kurang mendorong respons | Perbaiki pesan dan ajakan interaksi |
| Banyak likes, sedikit klik | Audiens tertarik tetapi belum terdorong bertindak | Perjelas CTA dan manfaat yang ditawarkan |
| Views rendah | Distribusi, topik, pembuka, atau format kurang sesuai | Evaluasi topik, format, dan cara membuka konten |
| Banyak komentar | Audiens menunjukkan ketertarikan terhadap topik | Bangun percakapan dan tindak lanjuti pertanyaan |
| Banyak kunjungan profil, sedikit leads | Profil belum memberikan arah yang jelas | Perbaiki informasi profil dan ajakan bertindak |
Bisnis kecil tidak perlu memakai analisis yang rumit sejak awal. Pilih beberapa indikator yang sesuai dengan tujuan, lalu bandingkan hasil dari beberapa unggahan. Perbandingan ini membantu bisnis menemukan pola dan memahami jenis materi yang paling sesuai dengan respons audiens.
Strategi Digital Marketing Dimulai dari Tujuan Konten
Konten yang menarik saja belum cukup untuk mendukung pemasaran. Sebelum membuat unggahan, tentukan dulu apa yang ingin bisnis capai. Ada konten yang bertugas mengenalkan bisnis kepada audiens baru, mengajak orang berdiskusi, membangun kepercayaan, mencari calon pelanggan, atau mendorong pembelian.
Tujuan konten ikut menentukan cara bisnis menyusun pesan dan melihat hasilnya. Misalnya, saat mengenalkan bisnis kepada audiens baru, jangan buru-buru mengajak mereka membeli. Manfaatkan konten tersebut untuk menunjukkan masalah yang bisa bisnis bantu selesaikan melalui produknya.
Sementara itu, bisnis yang menyasar calon pelanggan bisa membahas harga, manfaat, perbandingan produk, hingga cara melakukan pembelian. Ketika bisnis sudah menentukan tujuan sejak awal, proses membuat konten pun terasa lebih terarah. Bisnis tidak lagi membuat unggahan hanya karena merasa “harus posting hari ini”.
Di sisi lain, tujuan yang jelas bukan berarti setiap unggahan harus terasa seperti iklan. Bisnis tetap bisa membagikan materi edukasi, hiburan, inspirasi, atau ajakan berinteraksi sesuai kebutuhan audiens. Yang terpenting, pahami alasan di balik setiap unggahan agar seluruh aktivitas pemasaran tetap memiliki arah.
Jadi, Setelah Bikin Konten Harus Ngapain?
Jawaban singkatnya: jangan berhenti setelah unggahan tayang. Amati respons audiens setelah mereka menemukannya. Apakah mereka berkomentar, membagikannya, mengunjungi profil, atau justru langsung pergi? Respons tersebut dapat menunjukkan apakah materi yang Anda buat sudah menjalankan tujuan yang Anda tetapkan. Selanjutnya, manfaatkan komentar dan pesan masuk untuk membuka percakapan dengan audiens.
Berikutnya, arahkan audiens pada tindakan yang relevan. Beri petunjuk yang jelas agar mereka tahu langkah setelah melihat konten. Selanjutnya, tinjau data untuk menemukan pola dari setiap unggahan. Pertahankan konten yang memberikan hasil baik dan kembangkan idenya ke dalam format atau topik lain. Jika hasilnya belum memuaskan, cari bagian yang masih kurang dan perbaiki bagian tersebut. Dalam pemasaran online, bisnis perlu terus mencoba, mengukur hasil, memahami respons audiens, lalu menyesuaikan langkah berikutnya.
Pada akhirnya, strategi digital marketing yang efektif tidak hanya bergantung pada seberapa sering bisnis mengunggah materi. Bisnis perlu mengelola perhatian audiens sejak mereka melihat unggahan hingga mengambil tindakan. Materi yang menarik dapat memancing perhatian, interaksi membuka hubungan, dan informasi yang relevan membantu membangun kepercayaan. Setelah itu, arahkan audiens dengan ajakan yang jelas dan gunakan data untuk menentukan langkah pemasaran berikutnya.
Jadi, kalau selama ini Anda bertanya, “sudah bikin konten, terus ngapain?”, jangan buru-buru membuat unggahan berikutnya. Amati respons audiens, tanggapi interaksi, arahkan mereka, ukur hasilnya, lalu evaluasi kembali. Ulangi proses tersebut sambil memperbaiki langkah yang masih kurang. Inilah bagian penting dalam strategi digital marketing yang sering terlewat ketika bisnis terlalu fokus pada produksi.
Sudah siap mengembangkan strategi digital marketing setelah konten terbit? Yuk, kunjungi www.iseedigitalmarketing.com untuk mengulik lebih jauh cara menerapkannya bagi bisnis Anda.
Masih punya pertanyaan tentang langkah pemasaran yang tepat untuk bisnis Anda? Hubungi admin melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 dan diskusikan kebutuhan Anda secara langsung.