Perkembangan teknologi mengubah cara masyarakat Indonesia mencari informasi dan membeli produk. Jika dahulu pelaku usaha mengandalkan toko fisik, brosur, atau rekomendasi pelanggan, kini mereka dapat menjangkau calon pembeli melalui marketplace dan media sosial. Perubahan tersebut membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar tanpa harus membuka banyak cabang.
Marketplace dan media sosial memiliki peran yang berbeda dalam proses pemasaran. Marketplace membantu pelaku usaha menampilkan produk sekaligus melayani transaksi, sedangkan media sosial membantu UMKM memperkenalkan produk dan berinteraksi dengan calon pelanggan. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memahami cara memanfaatkan kedua kanal tersebut agar kegiatan pemasaran dapat berjalan lebih efektif.
Perubahan Cara Konsumen Mencari dan Membeli Produk
Perilaku konsumen terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Saat membutuhkan suatu produk, banyak orang mencari informasi melalui mesin pencari, media sosial, atau marketplace sebelum mengambil keputusan pembelian. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga melihat ulasan, foto produk, informasi penjual, serta pengalaman pelanggan lain.
Kondisi tersebut membuat kehadiran digital semakin penting bagi UMKM. Produk yang berkualitas tetap membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar calon pelanggan dapat menemukannya. Dengan memanfaatkan kanal digital, UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di luar wilayah tempat usaha.
Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong UMKM Beralih ke Digital Marketing untuk memahami bagaimana perubahan kebiasaan konsumen memengaruhi strategi pemasaran UMKM di era digital.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik E-Commerce 2023 mencatat penggunaan media sosial dan marketplace sebagai sarana penjualan bagi pelaku usaha e-commerce di Indonesia. Sebanyak 33,29 persen usaha memanfaatkan media sosial untuk menjual produknya, sedangkan 17,80 persen menggunakan marketplace atau platform digital.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kanal digital telah menjadi bagian dari aktivitas perdagangan. Meskipun penggunaannya masih dapat berkembang, UMKM memiliki peluang untuk memanfaatkan kedua kanal tersebut sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.
Mengapa Marketplace Penting bagi Penjualan UMKM?
Marketplace memberikan tempat bagi UMKM untuk menampilkan produk dan bertemu dengan calon pembeli yang sedang mencari barang. Pelaku usaha tidak perlu membangun sistem toko daring dari awal karena marketplace telah menyediakan berbagai fitur, seperti katalog produk, ulasan pelanggan, pembayaran, promosi, hingga pengiriman.
Selain itu, marketplace membantu UMKM menjangkau konsumen dari berbagai daerah. Penjual yang sebelumnya hanya melayani pelanggan di sekitar tempat usaha kini dapat menerima pesanan dari kota lain. Kondisi ini membuat peluang pertumbuhan pasar menjadi lebih luas.
Marketplace juga dapat membantu konsumen membandingkan produk sebelum membeli. Mereka dapat melihat harga, membaca ulasan, memperhatikan penilaian toko, dan memeriksa informasi produk. Karena itu, UMKM perlu menjaga kualitas produk sekaligus memberikan pelayanan yang baik agar mendapatkan kepercayaan pelanggan.
Pelajari juga: Konsumen Indonesia Semakin Beralih ke Transaksi Digital, Apa Dampaknya bagi UMKM? Untuk memahami perubahan kebiasaan konsumen dalam melakukan transaksi dan pengaruhnya terhadap perkembangan penjualan UMKM.
Namun, persaingan di marketplace juga semakin ketat. Banyak penjual menawarkan produk yang serupa sehingga UMKM tidak cukup hanya mengunggah foto dan menentukan harga. Pelaku usaha perlu membuat judul produk yang jelas, menggunakan foto yang menarik, memberikan deskripsi lengkap, serta menjaga kualitas pelayanan.
Dengan demikian, marketplace tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan. Platform tersebut juga menjadi ruang bagi UMKM untuk membangun reputasi dan mendapatkan kepercayaan pelanggan.
Media Sosial Membantu UMKM Membangun Hubungan dengan Konsumen
Berbeda dengan marketplace yang lebih berorientasi pada pencarian produk dan transaksi, media sosial memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk membangun hubungan dengan audiens. Pelaku usaha dapat memperkenalkan proses produksi, menunjukkan penggunaan produk, membagikan testimoni, atau menjawab pertanyaan pelanggan melalui konten.
Konten yang menarik dapat membantu UMKM mengenalkan produknya kepada lebih banyak orang. Misalnya, pemilik usaha kuliner dapat membuat video singkat yang memperlihatkan proses pembuatan makanan. Sementara itu, pemilik bisnis fesyen dapat menunjukkan cara memadukan produknya dengan berbagai jenis pakaian.
Karena itu, media sosial sebaiknya tidak hanya berisi promosi. UMKM dapat mengombinasikan konten edukasi, informasi produk, hiburan, dan testimoni pelanggan. Strategi tersebut membuat akun bisnis terasa lebih aktif sekaligus membantu membangun kepercayaan.
Data BPS menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha e-commerce di Indonesia memanfaatkan media sosial untuk mendukung penjualan. Kondisi ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menggunakan media sosial untuk membagikan konten, tetapi juga memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas penjualan.
Marketplace dan Media Sosial Saling Melengkapi
UMKM tidak harus memilih antara marketplace atau media sosial. Justru, kedua kanal tersebut dapat bekerja bersama untuk mendukung perjalanan konsumen dari tahap mengenal produk hingga melakukan pembelian.
Media sosial dapat menjadi tempat UMKM memperkenalkan produk dan membangun ketertarikan. Setelah calon pelanggan tertarik, UMKM dapat mengarahkan mereka menuju marketplace untuk melihat katalog, membaca ulasan, dan melakukan transaksi.
Pelajari juga: Ekonomi Digital Indonesia Semakin Besar, Peluang Apa yang Bisa Dimanfaatkan UMKM? untuk mengetahui peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebaliknya, UMKM juga dapat menggunakan media sosial untuk meningkatkan penjualan produk yang sudah tersedia di marketplace. Pelaku usaha dapat membagikan tautan produk melalui konten, membuat video demonstrasi, atau memberikan informasi mengenai promo yang sedang berlangsung.
Berikut gambaran fungsi masing-masing kanal:
| Kanal Digital | Fungsi Utama | Contoh Pemanfaatan UMKM |
|---|---|---|
| Marketplace | Mendukung pencarian dan transaksi | Katalog produk, ulasan, promo, pembayaran, dan pengiriman |
| Media sosial | Membangun awareness dan interaksi | Video produk, edukasi, testimoni, dan siaran langsung |
| Website | Membangun kredibilitas bisnis | Profil usaha, layanan, portofolio, dan artikel |
| Mendukung komunikasi langsung | Konsultasi, pemesanan, dan layanan pelanggan |
Dengan strategi tersebut, UMKM dapat membangun ekosistem pemasaran yang lebih terarah. Setiap kanal memiliki fungsi berbeda, tetapi tetap mengarah pada tujuan yang sama, yaitu meningkatkan jangkauan, kepercayaan, dan peluang penjualan.
Perkembangan Penjualan Digital UMKM di Indonesia
Perkembangan penjualan digital di Indonesia terus meningkat seiring semakin banyaknya kegiatan yang mempertemukan UMKM dengan konsumen melalui berbagai kanal. Bank Indonesia turut mendorong perkembangan tersebut melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 sebagai wadah bagi UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.
Pelajari juga: Digitalisasi UMKM Makin Pesat di 2026, Apa Dampaknya bagi Bisnis? Untuk melihat perkembangan digitalisasi dan dampaknya terhadap aktivitas bisnis UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, omzet penjualan mencapai Rp98,7 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp78,7 miliar berasal dari penjualan secara online melalui platform KKI, sedangkan Rp20 miliar berasal dari penjualan di lokasi pameran. Bank Indonesia juga mencatat bahwa hampir seluruh transaksi tersebut menggunakan QRIS.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kanal digital dapat membuka peluang transaksi yang besar bagi produk UMKM. Konsumen tidak harus datang langsung ke lokasi pameran untuk mengenal dan membeli produk. Mereka dapat menemukan produk secara daring dan melakukan transaksi melalui platform yang tersedia.
Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bahwa strategi penjualan UMKM semakin terhubung dengan berbagai layanan digital. Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan tempat untuk memasarkan produk, tetapi juga perlu menyediakan proses transaksi yang mudah dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi konsumen.
Karena itu, UMKM perlu melihat pemasaran digital sebagai rangkaian proses yang saling terhubung. Mulai dari memperkenalkan produk, menarik perhatian calon pelanggan, memberikan informasi, menerima pesanan, hingga menjaga hubungan setelah transaksi.
Strategi UMKM Memanfaatkan Marketplace dan Media Sosial
UMKM perlu menyusun strategi yang tepat agar marketplace dan media sosial mampu mendukung penjualan. Pelaku usaha dapat memperkuat tampilan produk, membuat konten yang menarik, serta menganalisis data pemasaran untuk menentukan langkah berikutnya. Beberapa langkah berikut membantu UMKM mengoptimalkan penggunaan kedua kanal tersebut.
1. Tampilkan Produk dengan Informasi yang Jelas
Pelaku UMKM perlu menyajikan informasi produk secara lengkap dan jelas. Sertakan foto yang menarik, judul produk yang sesuai, deskripsi yang informatif, serta keterangan mengenai ukuran, bahan, varian, atau manfaat produk. Dengan informasi tersebut, calon pelanggan dapat memahami produk sebelum memutuskan untuk membelinya.
Selain itu, UMKM perlu menjaga konsistensi informasi di berbagai kanal. Jika harga, nama produk, atau spesifikasi berbeda antara media sosial dan marketplace tanpa penjelasan yang jelas, konsumen dapat merasa bingung. Karena itu, perbarui informasi secara rutin agar calon pelanggan mendapatkan keterangan yang sama di setiap kanal.
Pelajari juga: UMKM Go Digital Bukan Lagi Pilihan, Apa Strategi yang Harus Dilakukan? Untuk mengetahui strategi yang dapat diterapkan UMKM dalam mengembangkan pemasaran melalui kanal digital.
2. Buat Konten yang Dekat dengan Konsumen
Media sosial memberikan kesempatan bagi UMKM untuk menunjukkan sisi bisnis yang lebih personal. Pelaku usaha dapat membagikan proses pembuatan produk, aktivitas di balik layar, cerita pelanggan, atau tips yang berkaitan dengan produk. Konten seperti ini dapat membuat audiens mengenal bisnis dengan lebih dekat.
Selanjutnya, UMKM dapat mengarahkan audiens yang sudah tertarik menuju marketplace atau WhatsApp. Dengan cara tersebut, media sosial berfungsi sebagai pintu masuk, sedangkan kanal transaksi membantu menyelesaikan proses pembelian.
3. Manfaatkan Data untuk Mengevaluasi Penjualan
UMKM perlu memantau data dari setiap kanal untuk mengetahui hasil pemasarannya. Pelaku usaha dapat mengecek jumlah orang yang melihat produk, respons terhadap konten, pesan dari calon pelanggan, hingga jumlah transaksi yang masuk. Dengan data tersebut, UMKM dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat.
Jika sebuah jenis konten mampu mendatangkan banyak calon pelanggan, UMKM dapat mengembangkan tema serupa. Sebaliknya, jika suatu promosi tidak menghasilkan respons yang baik, pelaku usaha dapat mengevaluasi pesan, visual, target audiens, atau penawarannya.
Peran Digital Marketing dalam Mengembangkan UMKM
Mengelola marketplace dan media sosial secara bersamaan membutuhkan waktu dan strategi. Pelaku usaha harus membuat konten, mengatur katalog, membalas pesan, memantau performa, serta menyesuaikan strategi berdasarkan perubahan perilaku konsumen.
Di sinilah digital marketing dapat membantu UMKM menyusun pemasaran yang lebih terarah. Isee Digital Marketing dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pemasaran melalui kanal digital. Strategi pemasaran tidak hanya berfokus pada mendapatkan perhatian, tetapi juga mengarahkan calon pelanggan agar semakin yakin terhadap produk.
Pelaku UMKM juga perlu memahami bahwa pemasaran digital membutuhkan proses. Tidak semua konten langsung menghasilkan penjualan. Karena itu, konsistensi, evaluasi, dan penyesuaian strategi menjadi bagian penting dalam membangun kehadiran digital.
Ingin tahu bagaimana strategi digital marketing dapat membantu bisnis Anda menjangkau lebih banyak pelanggan? Pelajari informasi selengkapnya melalui www.iseedigitalmarketing.com.
Masih bingung menentukan strategi digital marketing yang tepat untuk bisnis Anda? Yuk, konsultasikan langsung dengan admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834.
Kesimpulan
Marketplace dan media sosial semakin penting bagi UMKM karena keduanya dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen dengan cara yang lebih luas. Marketplace memudahkan UMKM menampilkan produk dan menerima transaksi, sedangkan media sosial membantu memperkenalkan produk serta membangun komunikasi dengan calon pelanggan.
Perubahan perilaku konsumen juga membuat UMKM perlu menyesuaikan cara mereka memasarkan produk. Konsumen kini dapat menemukan produk melalui media sosial, membandingkan berbagai pilihan di marketplace, membaca ulasan, kemudian melakukan pembelian secara daring. Kondisi tersebut membuat kehadiran digital menjadi bagian penting dalam proses penjualan.
Namun, penggunaan marketplace dan media sosial membutuhkan strategi yang tepat. UMKM perlu menyajikan informasi produk secara jelas, membuat konten yang relevan, memberikan pelayanan yang baik, serta memanfaatkan data untuk mengevaluasi hasil pemasaran. Dengan cara tersebut, setiap kanal dapat menjalankan fungsi yang berbeda tetapi tetap saling mendukung.
Pada akhirnya, marketplace dan media sosial memberikan peluang bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasar dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan kedua kanal secara konsisten dapat menciptakan jalur pemasaran yang lebih beragam dan meningkatkan peluang pertumbuhan bisnis di tengah perkembangan ekonomi digital.