Perkembangan media sosial telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan berbelanja. Konsumen kini dapat menemukan produk melalui video pendek, rekomendasi kreator, siaran langsung, hingga unggahan dari akun bisnis. Perubahan tersebut kemudian mendorong munculnya social commerce, yaitu aktivitas perdagangan yang memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk, membangun interaksi, hingga mendorong transaksi.
Di Indonesia, perkembangan social commerce membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya kepada calon pelanggan tanpa harus mengandalkan toko fisik. Bahkan, konten sederhana yang menarik dapat membantu sebuah produk menjangkau audiens yang lebih luas.
Perkembangan ekosistem digital juga terlihat dari penggunaan pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat bahwa hingga Juni 2026, QRIS telah memiliki 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68% merchant tersebut berasal dari sektor UMKM.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi semakin dekat dengan aktivitas bisnis UMKM. Lantas, apa saja dampak social commerce bagi UMKM Indonesia dan bagaimana cara pelaku usaha memanfaatkannya secara tepat?
Mengenal Social Commerce di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen
Social commerce menggabungkan aktivitas sosial di media digital dengan kegiatan jual beli. Konsumen dapat menemukan produk ketika melihat konten, membaca komentar, menyaksikan live streaming, atau mengikuti rekomendasi seseorang yang mereka percaya.
Pola tersebut membuat proses belanja terasa lebih natural. Konsumen tidak selalu mencari produk secara langsung melalui mesin pencari atau marketplace. Terkadang, mereka justru menemukan produk ketika sedang menikmati konten di media sosial.
Misalnya, seseorang menemukan video rekomendasi makanan saat membuka media sosial. Ia kemudian tertarik mencoba produk yang muncul dalam video tersebut. Setelah itu, ia mengunjungi profil penjual, mengecek katalog, membaca komentar pelanggan lain, lalu menghubungi penjual untuk melakukan pembelian.
Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong UMKM Beralih ke Digital Marketing untuk memahami bagaimana perubahan kebiasaan konsumen memengaruhi strategi pemasaran UMKM di era digital.
Perubahan kebiasaan tersebut ikut mendorong pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce meningkat dari sekitar Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi sekitar Rp487 triliun pada 2024.
Karena itu, UMKM perlu melihat social commerce sebagai bagian dari perubahan perilaku konsumen. Pelaku usaha tidak cukup hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga perlu memahami bagaimana konsumen menemukan dan menilai sebuah produk melalui kanal digital.
Perkembangan Social Commerce Mendorong UMKM Beradaptasi
Perkembangan social commerce di Indonesia terlihat dari semakin kuatnya hubungan antara konten dan aktivitas belanja. Video pendek, live shopping, ulasan pelanggan, dan rekomendasi kreator dapat memengaruhi keputusan konsumen ketika memilih produk.
Fenomena tersebut membuat strategi pemasaran UMKM ikut berubah. Sebelumnya, pelaku usaha mungkin hanya mengandalkan spanduk, brosur, atau rekomendasi dari pelanggan sekitar. Sekarang, mereka dapat memperkenalkan produk melalui konten digital dan menjangkau calon konsumen dari berbagai wilayah.
Pemerintah juga terus mendorong UMKM agar memanfaatkan ekosistem digital. Pada Oktober 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkenalkan strategi 3Go yang mencakup Go Modern, Go Digital, dan Go Online untuk membantu UMKM meningkatkan profesionalisme sekaligus memperluas pasar.
Pelajari juga: Digitalisasi UMKM Makin Pesat di 2026, Apa Dampaknya bagi Bisnis? Untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara UMKM menjalankan dan mengembangkan bisnis.
Perubahan ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi UMKM. Pelaku usaha yang mengikuti perubahan kebiasaan konsumen dapat memperluas jangkauan produknya melalui kanal digital. Sebaliknya, UMKM yang mengabaikan perkembangan digital akan lebih sulit menarik dan mempertahankan perhatian konsumen.
Dampak Positif Social Commerce bagi UMKM Indonesia
Social commerce memberikan peluang bagi UMKM untuk mengembangkan bisnis dengan cara yang lebih fleksibel. Media sosial memungkinkan pelaku usaha berkomunikasi langsung dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk melalui konten.
Salah satu dampak paling terasa muncul dari sisi jangkauan pasar. UMKM dapat menawarkan produk kepada konsumen di luar wilayah operasionalnya tanpa harus membuka toko baru. Pelaku usaha cukup membangun kehadiran digital yang konsisten agar calon pelanggan dapat menemukan bisnis mereka.
Selain itu, social commerce membantu UMKM membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Kolom komentar, pesan langsung, dan fitur live streaming memberikan ruang bagi penjual untuk menjawab pertanyaan serta menerima masukan secara langsung.
Interaksi tersebut juga dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar. Ketika banyak konsumen menanyakan ukuran, rasa, warna, harga, atau cara penggunaan produk, UMKM dapat menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki produk maupun strategi komunikasinya.
Dari sisi promosi, social commerce juga menawarkan fleksibilitas. UMKM dapat memulai dengan membuat konten secara organik sebelum menggunakan iklan berbayar. Strategi tersebut memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan anggaran pemasaran dengan kondisi bisnis.
UMKM Perlu Menghadapi Tantangan Social Commerce
Di balik peluang tersebut, social commerce juga menghadirkan persaingan yang lebih ketat. Konsumen dapat menemukan banyak produk sejenis hanya dalam beberapa kali scroll. Kondisi ini membuat UMKM perlu memiliki alasan yang kuat agar konsumen memilih produknya.
Pelaku usaha juga tidak dapat hanya mengandalkan harga murah. Kualitas produk, pelayanan, identitas brand, ulasan pelanggan, dan pengalaman berbelanja turut memengaruhi keputusan konsumen.
Selain persaingan, UMKM juga perlu menghadapi perubahan tren dan algoritma media sosial. Konten yang mendapatkan banyak perhatian hari ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada masa mendatang. Karena itu, pelaku usaha perlu terus mengevaluasi konten dan memahami karakter audiens.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga mendorong UMKM agar tidak hanya mengandalkan diskon sebagai daya tarik. Pelaku usaha perlu meningkatkan teknologi dan pelayanan agar dapat mengikuti kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Strategi UMKM Memanfaatkan Social Commerce
UMKM dapat memanfaatkan social commerce secara lebih optimal dengan menggabungkan kreativitas, konsistensi, dan pemahaman terhadap konsumen. Pelaku usaha tidak harus langsung menggunakan strategi yang rumit. Mereka dapat memulainya dari beberapa langkah yang sesuai dengan kemampuan bisnis.
Pelajari juga: UMKM Go Digital Bukan Lagi Pilihan, Apa Strategi yang Harus Dilakukan? Untuk mengetahui strategi yang dapat membantu UMKM mengembangkan bisnis melalui kanal digital.
1. Buat Konten yang Relevan dengan Konsumen
UMKM sebaiknya tidak membuat konten yang hanya berisi ajakan membeli. Pelaku usaha dapat membagikan tips, tutorial, informasi produk, proses produksi, hingga cerita di balik bisnis. Konten seperti ini dapat memberikan alasan bagi audiens untuk mengikuti akun bisnis meskipun mereka belum berniat membeli.
Selain itu, gunakan bahasa yang sesuai dengan target konsumen. Jika bisnis menyasar anak muda, misalnya, pelaku usaha dapat menggunakan gaya komunikasi yang lebih santai tanpa menghilangkan informasi penting. Dengan begitu, konten terasa lebih dekat dan tidak seperti iklan yang terlalu kaku.
2. Bangun Kepercayaan Melalui Interaksi
Interaksi menjadi salah satu kekuatan utama social commerce. UMKM dapat menggunakan komentar dan pesan langsung untuk menjawab pertanyaan konsumen, memberikan informasi produk, serta menangani keluhan dengan cepat. Respons yang baik dapat membuat calon pelanggan merasa lebih yakin sebelum melakukan pembelian.
Pelaku usaha juga perlu memperhatikan ulasan pelanggan. Testimoni yang jujur dapat memberikan gambaran kepada calon konsumen mengenai pengalaman pembeli sebelumnya. Karena itu, UMKM perlu menjaga kualitas produk dan pelayanan agar konsumen memiliki alasan untuk memberikan ulasan positif.
3. Sediakan Pembayaran yang Praktis
Kemudahan pembayaran dapat membantu konsumen menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat. UMKM dapat menyediakan beberapa pilihan pembayaran, termasuk pembayaran digital seperti QRIS. Langkah tersebut membuat proses transaksi lebih praktis, terutama bagi konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.
Pelajari juga: Konsumen Indonesia Semakin Beralih ke Transaksi Digital, Apa Dampaknya bagi UMKM? Untuk melihat bagaimana perubahan kebiasaan transaksi membuka peluang baru bagi UMKM.
Penggunaan pembayaran digital juga sejalan dengan perkembangan digitalisasi UMKM di Indonesia. Bank Indonesia terus mendorong perluasan penggunaan QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
4. Jangan Bergantung pada Satu Platform
Media sosial memang dapat membantu UMKM menjangkau banyak konsumen. Namun, pelaku usaha sebaiknya tidak menjadikan satu platform sebagai satu-satunya sumber pelanggan. Perubahan algoritma, kebijakan platform, maupun tren dapat memengaruhi jangkauan konten dan penjualan.
Karena itu, UMKM dapat mengembangkan kanal digital lain seperti website. Media sosial dapat berfungsi sebagai pintu masuk untuk menarik perhatian calon pelanggan, sedangkan website dapat menyediakan informasi bisnis yang lebih lengkap. Strategi tersebut membantu UMKM membangun aset digital yang tidak sepenuhnya bergantung pada platform pihak lain.
Perbandingan Dampak Social Commerce bagi UMKM
| Aspek | Peluang bagi UMKM | Tantangan bagi UMKM |
|---|---|---|
| Jangkauan pasar | Menjangkau konsumen dari berbagai wilayah | Persaingan semakin luas |
| Promosi | Konten dapat menjangkau audiens secara organik | UMKM harus konsisten membuat konten |
| Interaksi | Komunikasi dengan konsumen berlangsung lebih cepat | Pelaku usaha harus merespons secara aktif |
| Penjualan | Konsumen lebih mudah menemukan produk | Banyaknya pilihan dapat membuat konsumen mudah berpindah |
| Brand | UMKM dapat membangun identitas melalui konten | Brand harus menjaga konsistensi |
| Pembayaran | Transaksi digital membuat pembayaran lebih praktis | Pelaku usaha perlu memahami teknologi digital |
Peran Digital Marketing dalam Menghadapi Social Commerce
Perkembangan social commerce membuat digital marketing semakin penting bagi UMKM. Pelaku usaha perlu memahami bahwa pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan mengunggah produk di media sosial. Mereka juga perlu memikirkan cara membangun brand, menarik calon pelanggan, dan mempertahankan hubungan dengan konsumen.
Strategi seperti SEO, pengelolaan media sosial, pembuatan konten, dan optimasi website dapat membantu UMKM membangun kehadiran digital yang lebih kuat. Setiap kanal memiliki fungsi yang berbeda sehingga pelaku usaha dapat menggunakannya secara saling melengkapi.
Pelajari juga: QRIS Makin Banyak Digunakan UMKM, Apakah Digital Marketing Juga Ikut Berkembang? Untuk memahami hubungan antara pembayaran digital dan perkembangan pemasaran UMKM.
Media sosial dapat membantu bisnis mendapatkan perhatian, social commerce dapat mendukung proses interaksi dan transaksi, sedangkan website dapat menjadi pusat informasi bisnis. Dengan pendekatan tersebut, UMKM tidak hanya mengejar penjualan sesaat, tetapi juga membangun fondasi pemasaran digital untuk jangka panjang.
Ingin Mengembangkan Strategi Digital Marketing untuk UMKM?
Perkembangan social commerce membuat UMKM perlu menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebiasaan konsumen. Pelaku usaha perlu memahami cara membuat konten, membangun brand, mengoptimalkan website, serta memilih kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
Di tengah persaingan yang semakin ramai, UMKM perlu memilih strategi yang sesuai dengan karakter bisnis dan target konsumennya. Dengan memahami perilaku audiens, mengelola konten secara konsisten, dan memanfaatkan kanal digital secara tepat, pelaku usaha dapat menjangkau calon pelanggan sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka.
Sudah punya strategi digital marketing, tetapi masih bingung mengembangkannya agar lebih efektif? Anda dapat mempelajari berbagai informasi dan layanan digital marketing melalui website Isee Digital Marketing.
Ingin berdiskusi langsung tentang strategi digital marketing untuk bisnis Anda? Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 dan sampaikan kebutuhan bisnis Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Social commerce telah mengubah cara konsumen Indonesia menemukan dan mempertimbangkan produk. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan konsumen sebelum melakukan pembelian. Perubahan tersebut memberikan peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Perkembangan social commerce juga memberikan dampak positif bagi UMKM melalui jangkauan pasar yang lebih luas, interaksi yang lebih dekat dengan konsumen, serta pilihan promosi yang lebih fleksibel. Pelaku usaha dapat menggunakan konten dan komunikasi digital untuk memperkenalkan produk sekaligus memahami kebutuhan konsumennya.
Namun, peluang tersebut berjalan bersama dengan tantangan. Persaingan yang semakin ramai, perubahan tren, perkembangan algoritma, dan tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan membuat UMKM perlu terus beradaptasi. Pelaku usaha juga perlu membangun kepercayaan agar konsumen tidak hanya tertarik pada produk, tetapi juga mau kembali melakukan pembelian.
Pada akhirnya, social commerce dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan bisnis UMKM Indonesia. Pelaku usaha yang memahami perubahan perilaku konsumen, menjaga kualitas produk, membangun komunikasi yang baik, dan menggabungkan berbagai kanal digital memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan perkembangan tersebut secara berkelanjutan.