Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Digital Marketing

Mengapa Bisnis Harus Hadir di Banyak Kanal Digital pada 2026?

👤 Lina Faizatus Sholihah • 📅 September 3, 2026

Perilaku konsumen terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. Pada 2026, pelanggan tidak lagi mengandalkan satu tempat untuk mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan pembelian. Mereka bisa menemukan sebuah bisnis melalui Google, melihat kontennya di Instagram, menonton video di TikTok, kemudian bertanya melalui WhatsApp sebelum akhirnya membeli produk.

Kondisi tersebut membuat bisnis perlu membangun kehadiran di berbagai kanal digital. Strategi ini bukan sekadar membuat akun sebanyak-banyaknya, melainkan memilih kanal yang sesuai dengan kebiasaan pelanggan dan menghubungkannya dalam satu strategi pemasaran. Dengan cara ini, bisnis dapat memberikan pengalaman yang lebih konsisten sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan pelanggan baru.

Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong Bisnis Masuk ke Banyak Kanal

Indonesia memiliki ekosistem digital yang sangat besar. DataReportal dalam laporan Digital 2026: Indonesia mencatat sekitar 230 juta orang menggunakan internet pada akhir 2025. Selain itu, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis di ruang digital semakin luas. Namun, bisnis juga menghadapi tantangan karena setiap konsumen memiliki kebiasaan digital yang berbeda. Sebagian pelanggan aktif mencari informasi melalui Google, sementara pelanggan lainnya lebih sering menemukan produk melalui media sosial.

Pelajari juga: Perubahan Perilaku Konsumen Mendorong UMKM Beralih ke Digital Marketing untuk memahami perubahan kebiasaan konsumen dalam menggunakan kanal digital.

Karena itu, bisnis perlu memahami perjalanan konsumen dari awal hingga akhir. Konsumen dapat mengenal brand melalui konten video, mencari informasi lebih lanjut melalui website, membaca ulasan, kemudian menghubungi WhatsApp untuk memastikan detail produk. Jika bisnis hanya mengandalkan satu kanal, peluang untuk menjangkau konsumen pada tahap tertentu bisa hilang.

Bagaimana Bisnis Menjalankan Strategi Multi-Kanal Digital?

Strategi multi-kanal berarti bisnis menggunakan beberapa kanal digital untuk menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen. Kanal tersebut dapat berupa website, mesin pencari, media sosial, marketplace, WhatsApp Business, hingga platform video.

Namun, bisnis tidak harus langsung menggunakan seluruh platform. Pemilik bisnis perlu menentukan kanal berdasarkan target audiens, jenis produk, serta tujuan pemasaran. Dengan demikian, setiap kanal memiliki fungsi yang jelas dan tidak sekadar menjadi tempat untuk mengunggah konten.

Kanal DigitalFungsi UtamaContoh Aktivitas
WebsiteMembangun kredibilitas dan informasi lengkapArtikel, landing page, katalog
GoogleMembantu pelanggan menemukan bisnisSEO dan Google Business Profile
InstagramMembangun visual dan interaksiReels, Stories, edukasi produk
TikTokMenjangkau audiens melalui videoVideo pendek dan konten edukatif
WhatsAppMembangun komunikasi langsungKonsultasi dan follow-up pelanggan
MarketplaceMempermudah transaksiKatalog, promo, dan penjualan

Dengan pembagian tersebut, bisnis dapat menghindari penggunaan kanal secara asal. Sebaliknya, setiap platform dapat menjalankan peran dalam perjalanan pelanggan.

Mengapa Bisnis Perlu Hadir di Banyak Kanal Digital pada 2026?

1. Memperluas Jangkauan Calon Pelanggan

Kehadiran di berbagai kanal membuka lebih banyak peluang bagi konsumen untuk menemukan bisnis. Seseorang mungkin belum mengenal sebuah brand ketika melihat postingan Instagram, tetapi kemudian tertarik setelah menemukan artikel bisnis tersebut di Google.

Penelitian mengenai strategi komunikasi pemasaran digital UMKM di Indonesia pada 2026 juga menunjukkan bahwa pelaku usaha menggunakan konten kreatif, interaksi dengan konsumen, iklan digital, kolaborasi dengan influencer mikro, dan strategi multi-platform untuk membangun brand awareness serta mendorong penjualan.

2. Mengikuti Perjalanan Konsumen yang Tidak Linear

Konsumen modern tidak selalu langsung membeli setelah melihat sebuah iklan. Mereka biasanya mencari informasi tambahan terlebih dahulu. Bahkan, konsumen dapat berpindah dari satu platform ke platform lainnya sebelum mengambil keputusan.

Misalnya, pelanggan melihat video produk di TikTok. Setelah tertarik, pelanggan mencari nama bisnis tersebut melalui Google. Selanjutnya, pelanggan mengunjungi website untuk melihat informasi produk dan menghubungi WhatsApp untuk bertanya. Alur seperti ini menunjukkan bahwa setiap kanal dapat memainkan peran berbeda dalam proses pembelian.

Pelajari juga: Konsumen Indonesia Semakin Beralih ke Transaksi Digital, Apa Dampaknya bagi UMKM Untuk memahami perubahan kebiasaan konsumen dalam melakukan transaksi secara digital.

3. Meningkatkan Kepercayaan terhadap Brand

Bisnis yang memiliki informasi lengkap di beberapa kanal dapat terlihat lebih profesional. Website memberikan ruang untuk menjelaskan produk secara mendalam, sedangkan media sosial dapat memperlihatkan aktivitas dan komunikasi brand secara lebih dekat.

Selain itu, keberadaan di beberapa kanal membantu pelanggan melakukan pengecekan sebelum membeli. Mereka dapat melihat konten, membaca informasi, mengecek ulasan, serta menghubungi bisnis secara langsung. Semakin mudah pelanggan memperoleh informasi, semakin besar pula peluang mereka merasa yakin terhadap bisnis tersebut.

4. Mengurangi Ketergantungan pada Satu Platform

Algoritma platform digital dapat berubah kapan saja. Perubahan tersebut dapat memengaruhi jangkauan konten, biaya iklan, hingga jumlah orang yang melihat sebuah postingan.

Oleh karena itu, bisnis sebaiknya tidak menggantungkan seluruh pemasaran pada satu platform. Website, database pelanggan, media sosial, dan kanal komunikasi langsung dapat menjadi bagian dari strategi yang saling melengkapi. Jika performa satu kanal menurun, bisnis masih memiliki kanal lain untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

Fenomena UMKM Indonesia Menunjukkan Pentingnya Ekosistem Digital

Perkembangan tersebut tidak hanya terjadi pada perusahaan besar. UMKM di berbagai daerah Indonesia juga mulai memanfaatkan kanal digital untuk memperluas pasar. Penelitian terhadap pelaku UMKM di Sidoarjo yang terbit pada 2026 menunjukkan pemanfaatan media sosial, marketplace, WhatsApp Business, Google Business Profile, konten digital, hingga AI dalam aktivitas pemasaran.

Pelajari juga: Digitalisasi UMKM Makin Pesat di 2026, Apa Dampaknya bagi Bisnis? Untuk mengetahui dampak perkembangan digital terhadap aktivitas bisnis UMKM.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa digital marketing tidak lagi sebatas memasang iklan. Pelaku usaha perlu mengelola berbagai titik interaksi agar pelanggan dapat menemukan informasi, berkomunikasi, dan melakukan transaksi dengan lebih mudah.

Bahkan, penelitian mengenai UMKM di Bali pada 2026 turut membahas perilaku konsumen pada saluran digital dan fisik dalam strategi omnichannel. Artinya, bisnis perlu melihat pemasaran sebagai sebuah perjalanan yang menghubungkan berbagai kanal, bukan sebagai aktivitas yang berdiri sendiri.

Bagaimana Bisnis Memulai Strategi Multi-Kanal?

Bisnis tidak perlu membuat puluhan akun sekaligus. Justru, langkah tersebut dapat membuat tim kewalahan dan menghasilkan konten yang tidak konsisten. Mulailah dengan memahami pelanggan dan menentukan kanal yang paling sering mereka gunakan.

Pelajari juga: UMKM Go Digital Bukan Lagi Pilihan, Apa Strategi yang Harus Dilakukan? Untuk mengetahui langkah yang dapat dilakukan bisnis saat mulai masuk ke pemasaran digital.

Setelah itu, buat tujuan untuk setiap kanal. Gunakan website untuk memberikan informasi yang lengkap dan membangun kredibilitas. Manfaatkan media sosial untuk meningkatkan interaksi dan mengenalkan produk. Kemudian, gunakan WhatsApp sebagai jalur komunikasi yang lebih personal dengan calon pelanggan.

Selanjutnya, hubungkan seluruh kanal tersebut. Pastikan informasi produk, identitas brand, kontak, serta penawaran yang muncul di setiap platform tetap konsisten. Dengan strategi tersebut, pelanggan dapat berpindah dari satu kanal ke kanal lain tanpa merasa kehilangan informasi.

Jangan Sekadar Banyak Kanal, Bangun Strategi yang Terarah

Memiliki banyak akun digital tidak otomatis membuat pemasaran berhasil. Bisnis tetap membutuhkan strategi, konten yang relevan, pengukuran performa, dan evaluasi secara berkala. Jika bisnis hanya mengejar jumlah platform, tim justru dapat kehilangan fokus.

Pelajari juga: Mengapa UMKM Kini Semakin Bergantung pada Pemasaran Digital? Untuk memahami alasan pemasaran digital semakin penting bagi keberlangsungan bisnis.

Karena itu, bisnis perlu menentukan indikator keberhasilan untuk setiap kanal. Misalnya, website dapat mengukur jumlah kunjungan dan prospek, media sosial dapat melihat jangkauan serta interaksi, sedangkan WhatsApp dapat mengukur jumlah percakapan dan calon pelanggan yang melakukan pembelian.

Pendekatan tersebut membantu bisnis memahami kanal mana yang benar-benar memberikan kontribusi. Selanjutnya, bisnis dapat mengalokasikan waktu dan anggaran secara lebih efektif.

Isee Digital Marketing Siap Membantu Bisnis Mengembangkan Strategi Digital

Membangun kehadiran di banyak kanal memang membutuhkan perencanaan. Bisnis perlu menentukan target audiens, memilih platform, membuat konten, mengoptimalkan website, hingga mengevaluasi hasil kampanye. Karena itu, dukungan dari tim yang memahami digital marketing dapat membantu bisnis menjalankan strategi secara lebih terarah.

Ingin mengetahui layanan digital marketing yang dapat membantu bisnis Anda berkembang? Kunjungi website Isee Digital Marketing dan temukan informasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Punya pertanyaan tentang strategi digital marketing untuk bisnis Anda? Hubungi admin Isee Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 untuk berkonsultasi secara langsung.

Kesimpulan

Pada 2026, bisnis perlu melihat kanal digital sebagai bagian dari perjalanan konsumen. Pelanggan dapat mengenal brand melalui media sosial, mencari informasi melalui Google, mengunjungi website, lalu berkomunikasi melalui WhatsApp sebelum melakukan pembelian. Karena itu, bisnis perlu hadir pada kanal yang sesuai dengan kebiasaan target konsumennya.

Kehadiran di banyak kanal juga dapat memperluas jangkauan, meningkatkan kepercayaan, mengurangi ketergantungan pada satu platform, serta membantu bisnis mengikuti perubahan perilaku konsumen. Namun, bisnis tidak perlu mengejar jumlah kanal sebanyak mungkin. Strategi yang terarah jauh lebih penting daripada sekadar memiliki banyak akun.

Selanjutnya, bisnis perlu menghubungkan setiap kanal agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten. Website, media sosial, Google, marketplace, dan WhatsApp dapat menjalankan fungsi berbeda tetapi tetap mengarah pada tujuan yang sama, yaitu membangun hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan peluang penjualan.

Jadi, mengapa bisnis perlu hadir di banyak kanal digital pada 2026? Konsumen kini menggunakan berbagai kanal untuk mencari informasi, mengenal brand, dan melakukan pembelian. Karena itu, bisnis perlu memilih kanal yang sesuai, menyusun strategi yang konsisten, serta menyesuaikan pendekatan dengan kebiasaan konsumennya agar lebih mudah menarik perhatian dan mendapatkan pelanggan.

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop