Diskon 15%

Promo Berakhir Dalam:

23JAM
:
59MNT
:
59DTK
Klaim Sekarang →
📁 Digital Marketing

Persaingan Bisnis Makin Ketat, Mengapa Digital Marketing Jadi Kebutuhan UMKM?

👤 Naila Ayu Pradea Angelia • 📅 Agustus 31, 2026
digital marketing kebutuhan umkm

Persaingan bisnis tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi. UMKM yang dulu cukup mengandalkan lokasi strategis, pelanggan tetap, dan promosi dari mulut ke mulut, kini berhadapan dengan kompetitor yang dapat muncul di layar smartphone calon pelanggan setiap hari. Kondisi tersebut membuat pertanyaan “Persaingan Bisnis Makin Ketat, Mengapa Digital Marketing Jadi Kebutuhan UMKM?” semakin relevan.

Jawabannya bukan semata-mata karena semua bisnis sedang mengikuti tren digital. Persoalannya lebih mendasar: cara konsumen mencari informasi, membandingkan produk, berkomunikasi dengan penjual, hingga melakukan transaksi sudah berubah.

DataReportal mencatat terdapat sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia pada Oktober 2025, dengan penetrasi internet mencapai 80,5% dari total populasi. Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia. Bagi UMKM, angka tersebut menunjukkan bahwa pasar potensial tidak hanya berada di jalan depan toko atau lingkungan sekitar. Sebagian besar calon pelanggan sudah berada di ruang digital.

Namun, digital marketing bukan solusi instan. Memiliki akun Instagram atau memasang iklan tidak otomatis membuat penjualan meningkat. UMKM perlu memahami mengapa digital marketing menjadi penting, kanal apa yang paling relevan, bagaimana mengukur hasilnya, serta bagaimana menghindari pemborosan anggaran. Artikel ini membahas faktor yang mendorong perubahan tersebut, data yang mendukungnya, contoh penerapan untuk UMKM, serta langkah praktis untuk membangun strategi digital marketing secara bertahap.

digital marketing kebutuhan umkm
Dokumentasi kegiatan tim Isee Digital Marketing. (DOK. ISEE DIGITAL MARKETING)

Mengapa persaingan UMKM semakin ketat?

Persaingan bisnis saat ini tidak hanya datang dari toko yang berada di sebelah. Digitalisasi membuat konsumen dapat menemukan bisnis dari berbagai wilayah hanya dengan melakukan pencarian di internet. Sebuah toko kecil dapat bersaing dengan bisnis yang lebih besar jika mampu menawarkan produk, pengalaman, harga, pelayanan, atau komunikasi yang lebih relevan. Pada saat yang sama, kompetitor baru juga lebih mudah memasuki pasar.

Seseorang yang sebelumnya hanya berjualan secara offline kini dapat membuka akun media sosial, masuk marketplace, menggunakan pembayaran digital, membuat konten, dan menawarkan produk kepada ribuan calon pelanggan tanpa harus memiliki banyak cabang. Akibatnya, barrier untuk mendapatkan perhatian pelanggan menjadi semakin rendah, tetapi persaingan untuk mempertahankan perhatian tersebut semakin tinggi.

Inilah yang membuat digital marketing menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM.

Bukan karena semua bisnis harus menjadi viral, melainkan karena bisnis perlu memastikan bahwa mereka tetap terlihat ketika pelanggan mulai mencari solusi.

Konsumen sudah mencari bisnis melalui internet

Perubahan perilaku konsumen merupakan alasan paling kuat. Bayangkan seorang calon pelanggan membutuhkan jasa laundry. Ia dapat membuka Google dan mencari “laundry terdekat”, melihat lokasi, membaca review, mengecek jam operasional, kemudian menghubungi bisnis melalui WhatsApp. Hal yang sama terjadi pada restoran, salon, bengkel, toko pakaian, jasa fotografi, hingga berbagai bisnis lokal lainnya. Artinya, perjalanan pelanggan dapat dimulai jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di toko.

Baca juga: Cara Bisnis Menghadapi Konsumen yang Semanakin Digital di 2026: Strategi Adaptasi agar Tetap Relevan dan Kompetitif

DataReportal mencatat bahwa internet Indonesia telah mencapai 230 juta pengguna pada akhir 2025, serta menunjukkan peningkatan sekitar 18 juta pengguna dibandingkan Oktober 2024. Ini menciptakan perubahan penting dalam persaingan. Dulu pertanyaannya mungkin: “Siapa yang memiliki toko paling strategis?”

Sekarang pertanyaannya juga menjadi: “Siapa yang paling mudah ditemukan ketika pelanggan mencari produk atau layanan?”

UMKM yang tidak memiliki kehadiran digital berpotensi kehilangan calon pelanggan bahkan sebelum pelanggan tersebut mengetahui keberadaan bisnisnya.

Media sosial bukan lagi sekadar tempat promosi

Banyak UMKM masih menggunakan media sosial dengan pola sederhana: mengunggah foto produk, mencantumkan harga, lalu menunggu pembeli. Masalahnya, pelanggan memiliki terlalu banyak pilihan.

Pada Oktober 2025, Indonesia memiliki sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial. DataReportal juga mencatat jangkauan iklan Instagram sekitar 108 juta pengguna dan TikTok sekitar 180 juta pengguna dewasa pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan besarnya ruang untuk menjangkau calon pelanggan. Namun, besarnya audiens tidak berarti setiap UMKM harus menggunakan semua platform.

Strateginya justru harus lebih selektif. Apabila target pelanggan banyak menggunakan Instagram untuk melihat referensi produk, platform tersebut dapat menjadi kanal utama. Bila produk lebih mudah dijelaskan melalui video pendek, TikTok atau YouTube Shorts bisa menjadi pilihan. Sementara itu, jika pelanggan memiliki kebutuhan yang jelas dan aktif mencari solusi, Google dan SEO jauh lebih relevan.

Digital marketing yang efektif bukan tentang hadir di semua platform, tetapi hadir di tempat pelanggan benar-benar mengambil keputusan.

Digital marketing membuat UMKM lebih mudah membangun kepercayaan

Harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan pembelian. Ketika calon pelanggan belum mengenal sebuah UMKM, mereka membutuhkan bukti bahwa bisnis tersebut dapat dipercaya. Di sinilah kehadiran digital menjadi penting. Calon pelanggan dapat melihat:

  • review dari pelanggan sebelumnya,
  • foto produk,
  • video proses produksi,
  • testimoni,
  • alamat toko,
  • jam operasional,
  • cara pemesanan,
  • aktivitas bisnis,
  • hingga respons pemilik ketika ada pertanyaan atau keluhan.

Dengan kata lain, digital marketing dapat berfungsi sebagai etalase kedua. Toko fisik memperlihatkan produk secara langsung, sementara kanal digital memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan sebelum mereka datang.

Bagi UMKM yang belum memiliki brand besar, bukti-bukti tersebut dapat membantu mengurangi keraguan pelanggan.

Digitalisasi pembayaran memperkuat ekosistem UMKM

Perubahan digital tidak hanya terjadi pada pemasaran. Cara pelanggan membayar juga semakin digital. Bank Indonesia mencatat bahwa hingga Juni 2026 terdapat 65,77 juta pengguna QRIS dan 44,86 juta merchant QRIS. Menariknya, 96,68% merchant tersebut merupakan UMKM. Sepanjang semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp1,12 kuadriliun.

Data tersebut penting karena menunjukkan bahwa digitalisasi sudah masuk ke aktivitas bisnis sehari-hari. UMKM tidak lagi hanya menggunakan teknologi untuk promosi. Teknologi juga digunakan untuk menerima pembayaran dan memperlancar transaksi. Bank Indonesia bahkan menetapkan target 47 juta merchant QRIS pada 2026 sebagai bagian dari perluasan ekonomi digital dan inklusi keuangan.

Bagi UMKM, kondisi ini membuka peluang untuk menciptakan customer journey yang lebih terintegrasi, di mana pelanggan mulai dari melihat konten, merasa tertarik, menghubungi WhatsApp, datang ke toko, membayar secara digital, memberikan review, hingga kembali membeli.

Digital marketing menjadi salah satu bagian dari rangkaian tersebut, bukan aktivitas yang berdiri sendiri.

Keunggulan terbesar digital marketing kebutuhan UMKM: hasilnya dapat diukur

Salah satu alasan digital marketing semakin dibutuhkan adalah kemampuannya menghasilkan data. Dalam pemasaran konvensional, UMKM sering kesulitan mengetahui berapa banyak pelanggan yang datang karena melihat spanduk, brosur, atau promosi tertentu. Digital marketing menawarkan data yang lebih terukur.

Misalnya, sebuah UMKM menjalankan iklan sebesar Rp500.000. Dari kampanye tersebut, bisnis mendapatkan 100 percakapan WhatsApp. Dari 100 percakapan, 20 orang melakukan pembelian dengan rata-rata transaksi Rp100.000. Artinya:

Omzet: 20 × Rp100.000 = Rp2.000.000

Biaya Iklan: Rp500.000

Baca juga: Bagaimana Cara Membaca Data Marketing untuk UMKM? Panduan Praktis agar Strategi Lebih Tepat

Data sederhana seperti ini memberikan dasar bagi Anda untuk mengevaluasi apakah kampanye layak diteruskan, diperbaiki, atau dihentikan.

Tentu saja, perhitungan sebenarnya perlu mempertimbangkan margin keuntungan, biaya operasional, biaya produksi, dan repeat order. Namun, prinsipnya sama: keputusan pemasaran dapat dibuat berdasarkan data, bukan hanya perasaan.

Apa yang membuat digital marketing penting ketika kompetitor juga menggunakannya?

Ada satu persoalan yang sering terlupakan. Ketika digital marketing semakin mudah digunakan, kompetitor pun ikut masuk ke ruang digital. Akibatnya, digital marketing bukan hanya menjadi alat untuk mendapatkan keunggulan. Dalam beberapa industri, digital marketing mulai menjadi minimum requirement untuk tetap kompetitif.

Misalnya, dua toko menjual produk serupa dengan harga hampir sama. Toko A memiliki:

  • Google Business Profile yang lengkap,
  • banyak review,
  • Instagram aktif,
  • foto produk yang profesional,
  • WhatsApp yang responsif,
  • dan konten edukatif.

Sementara Toko B hanya memiliki papan nama di depan toko. Ketika calon pelanggan mencari produk melalui internet, Toko A memiliki lebih banyak peluang untuk masuk ke dalam pertimbangan. Produk Toko B mungkin sebenarnya lebih bagus. Namun, pelanggan tidak selalu dapat mengetahui hal tersebut jika bisnisnya tidak terlihat.

Inilah inti persoalannya. Dalam persaingan digital, bisnis tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus. Pelanggan harus dapat menemukan, memahami, dan mempercayai bisnis tersebut.

Studi kasus: QRIS menunjukkan bahwa UMKM sudah berada dalam ekosistem digital

Perkembangan QRIS dapat menjadi contoh sederhana mengenai bagaimana UMKM beradaptasi dengan digitalisasi. Hingga Juni 2026, hampir 45 juta merchant telah menggunakan QRIS dan mayoritasnya adalah UMKM. Bayangkan sebuah kedai kecil yang sebelumnya hanya menerima uang tunai. Setelah menggunakan QRIS, pelanggan memiliki opsi pembayaran yang lebih praktis.

Jika kedai tersebut kemudian mulai menggunakan Instagram dan Google Business Profile, ekosistemnya menjadi semakin terhubung: Konten berfungsi menarik perhatian, Google membantu pelanggan menemukan lokasi, WhatsApp memfasilitasi komunikasi, QRIS memudahkan pembayaran, dan review pelanggan membantu membangun reputasi.

Ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah-pisah.

Setiap kanal harus mendukung perjalanan pelanggan.

Digital marketing bukan berarti UMKM harus mengeluarkan biaya besar

Kesepahaman lainnya adalah anggapan bahwa digital marketing selalu membutuhkan anggaran besar. Padahal, UMKM dapat memulai dengan aset yang relatif sederhana. Prioritas awal dapat berupa tabel kebutuhan, fokus, dan contoh penerapan strategi di bawah ini.

KebutuhanFokusContoh penerapan
VisibilitasMudah ditemukanGoogle Business Profile
KepercayaanBukti sosialReview dan testimoni
KomunikasiMemudahkan pelanggan bertanyaWhatsApp Business
KontenMenjelaskan produkInstagram/TikTok
TransaksiMempermudah pembayaranQRIS
AkuisisiMenjangkau audiens baruIklan digital
RetensiMembuat pelanggan kembaliDatabase dan WhatsApp
Tabel Prioritas Awal Kebutuhan dan Penerapan Digital Marketing untuk UMKM

UMKM tidak perlu langsung mengerjakan semuanya. Mulailah dari kebutuhan paling mendesak. Apabila bisnis sulit ditemukan, perbaiki visibilitas.

Bila banyak orang melihat produk tetapi tidak membeli, perbaiki penawaran dan komunikasi. Sementara itu, jika sudah mendapatkan pelanggan tetapi repeat order rendah, fokus pada retensi.

Langkah praktis membangun digital marketing untuk UMKM

1. Tentukan masalah bisnis terlebih dahulu

Jangan mulai dengan pertanyaan, “Harus pakai Instagram atau TikTok?”

Mulailah dengan:

“Apa masalah pemasaran yang sedang saya hadapi?”

Misalnya:

  • pelanggan baru terlalu sedikit,
  • toko sepi pada hari tertentu,
  • banyak orang bertanya tetapi tidak membeli,
  • pelanggan tidak kembali,
  • brand belum dikenal,
  • atau kompetitor lebih mudah ditemukan.

Jawaban tersebut akan menentukan strategi.

2. Tentukan satu target pelanggan utama

UMKM tidak perlu berbicara kepada semua orang.

Tentukan siapa pelanggan yang paling menguntungkan.

Misalnya, bukan sekadar “perempuan usia 18–40 tahun”, tetapi:

“Perempuan pekerja usia 25–35 tahun di kota X yang membutuhkan produk skincare praktis dan memiliki anggaran Rp200.000–Rp500.000 per bulan.”

Semakin spesifik targetnya, semakin mudah menentukan pesan dan konten.

3. Bangun fondasi digital

Pastikan informasi dasar bisnis tersedia dan konsisten.

Nama bisnis, nomor WhatsApp, alamat, jam operasional, foto, harga atau rentang harga, serta cara pemesanan harus mudah ditemukan. Untuk bisnis lokal, Google Business Profile sangat penting.

Untuk komunikasi, WhatsApp Business dapat menjadi pusat percakapan dengan calon pelanggan. Media sosial kemudian digunakan untuk membangun awareness dan kepercayaan.

4. Buat konten berdasarkan kebutuhan pelanggan

Jangan hanya membuat konten:

“Beli sekarang!”

Gunakan kombinasi konten seperti:

  • Edukasi — menjawab masalah pelanggan.
  • Bukti — menunjukkan testimoni, hasil, proses, atau kualitas.
  • Produk — menjelaskan manfaat dan fitur.
  • Behind the scenes — memperlihatkan sisi manusia dari bisnis.
  • Penawaran — memberikan alasan bagi pelanggan untuk membeli sekarang.

Dengan komposisi tersebut, media sosial tidak terasa seperti katalog iklan yang terus-menerus meminta pelanggan membeli.

5. Gunakan iklan setelah fondasi siap

Iklan dapat mempercepat pertumbuhan, tetapi iklan bukan obat untuk bisnis yang belum memiliki penawaran jelas. Sebelum menjalankan kampanye, pastikan:

  • produk memiliki margin yang sehat,
  • target pelanggan sudah jelas,
  • landing page atau WhatsApp siap menerima leads,
  • tim mampu merespons pertanyaan,
  • dan bisnis memiliki cara mengukur transaksi.

Setelah itu, mulailah dengan anggaran yang dapat ditanggung oleh bisnis Anda dan lakukan pengujian.

6. Ukur metrik yang berhubungan dengan bisnis

Jangan menjadikan jumlah likes sebagai tujuan utama. Untuk UMKM, metrik yang lebih berguna antara lain:

  • Reach
  • Leads
  • Percakapan
  • Transaksi
  • Repeat Order
  • Profit

Misalnya, konten memiliki 50.000 views tetapi hanya menghasilkan dua transaksi. Konten lain hanya mendapatkan 5.000 views tetapi menghasilkan 30 transaksi. Konten kedua mungkin jauh lebih berharga bagi bisnis. Karena itu, traffic dan engagement adalah indikator penting, tetapi bukan selalu indikator akhir.

Kesalahan yang sering dilakukan UMKM saat masuk digital marketing

Digital marketing dapat membantu UMKM, tetapi strategi yang keliru justru dapat menghabiskan waktu dan anggaran.

  1. Kesalahan pertama adalah mencoba semua platform sekaligus. Akibatnya, akun memang banyak tetapi semuanya tidak terurus.
  2. Kesalahan kedua adalah terlalu fokus pada viral. Viral belum tentu menghasilkan pelanggan.
  3. Kesalahan ketiga adalah menjalankan iklan tanpa mengetahui margin keuntungan. Bisnis dapat terlihat ramai tetapi sebenarnya kehilangan profit.
  4. Kesalahan keempat adalah tidak membalas calon pelanggan dengan cepat. Marketing berhasil mendatangkan leads, tetapi leads tersebut hilang karena respons terlalu lama.
  5. Kesalahan terakhir adalah tidak mengevaluasi data.

Tanpa evaluasi, bisnis hanya mengulang aktivitas yang sama dan berharap hasilnya berubah.

Baca juga: Kesalahan Umum Digital Marketing untuk UMKM yang Perlu Dihindari

Strategi lanjutan: bangun aset digital yang tidak sepenuhnya bergantung pada platform

UMKM juga perlu memikirkan jangka panjang. Media sosial memang penting, tetapi akun dan algoritma platform berada di luar kendali bisnis. Karena itu, UMKM sebaiknya mulai membangun aset sendiri. Website, database pelanggan, daftar kontak WhatsApp yang diperoleh secara sah, email pelanggan, konten SEO, dan sistem CRM sederhana membantu Anda mengurangi ketergantungan terhadap satu platform.

Misalnya, sebuah bisnis mendapatkan pelanggan dari Instagram. Jangan berhenti pada transaksi pertama. Dengan izin pelanggan dan praktik pengelolaan data yang tepat, bisnis dapat membangun hubungan jangka panjang melalui program loyalitas, informasi produk, edukasi, atau penawaran yang relevan.

Tujuannya bukan sekadar mendapatkan satu pembelian.

Tujuannya adalah meningkatkan customer lifetime value.

Baca juga: Bagaimana Cara Scaling Bisnis Online untuk UMKM agar Tumbuh Lebih Cepat dan Stabil?

Jadi, mengapa digital marketing menjadi kebutuhan UMKM?

Jawabannya kembali pada perubahan fundamental dalam persaingan.

Pelanggan semakin terkoneksi. Kompetitor semakin mudah masuk ke pasar. Informasi produk semakin mudah dibandingkan. Transaksi semakin digital. Dan bisnis memiliki semakin banyak data untuk mengukur perilaku pelanggan.

DataReportal menunjukkan bahwa penetrasi internet Indonesia telah mencapai 80,5% populasi, sementara media sosial memiliki sekitar 180 juta identitas pengguna pada akhir 2025.

Di sisi transaksi, QRIS telah menjangkau 44,86 juta merchant hingga Juni 2026, dengan 96,68% di antaranya merupakan UMKM.

Ini memperlihatkan bahwa digital bukan lagi ruang terpisah dari aktivitas bisnis.

Pelaku usaha memanfaatkan digital sebagai cara utama untuk menemukan, mempertimbangkan, membeli, dan mengembangkan bisnis.

Karena itu, UMKM tidak harus mengejar semua tren. Yang lebih penting adalah memahami pelanggan dan memilih teknologi yang benar-benar membantu bisnis.

FAQ

Apakah semua UMKM wajib menggunakan digital marketing?

Tidak harus menggunakan semua kanal. Namun, kehadiran digital semakin penting karena pelanggan semakin sering menggunakan internet untuk mencari informasi dan membandingkan bisnis. UMKM sebaiknya memilih kanal berdasarkan perilaku target pelanggannya.

Apakah digital marketing membutuhkan modal besar?

Tidak selalu. UMKM dapat memulai dari Google Business Profile, WhatsApp Business, media sosial, konten organik, dan sistem review pelanggan. Iklan berbayar dapat ditambahkan setelah fondasi dan penawaran bisnis sudah siap.

Apa kanal digital marketing terbaik untuk UMKM?

Tidak ada satu kanal yang cocok untuk semua bisnis. Google lebih relevan ketika pelanggan memiliki kebutuhan pencarian yang jelas. Instagram atau TikTok dapat efektif untuk produk yang membutuhkan visual. WhatsApp penting untuk komunikasi dan konversi.

Apakah jumlah followers menentukan keberhasilan digital marketing?

Tidak. Followers dapat menjadi indikator awareness, tetapi bukan ukuran utama keberhasilan bisnis. Leads, transaksi, biaya mendapatkan pelanggan, omzet, profit, dan repeat order jauh lebih relevan untuk mengevaluasi dampak pemasaran.

Bagaimana UMKM mengetahui apakah iklan digital menguntungkan?

Bandingkan biaya pemasaran dengan hasil bisnis yang diperoleh. Jangan berhenti pada jumlah klik atau views. Ukur leads, transaksi, omzet, margin keuntungan, biaya akuisisi pelanggan, serta repeat order.

Digital Marketing Kebutuhan UMKM untuk Menghadapi Persaingan

Persaingan bisnis makin ketat, dan digital marketing menjadi kebutuhan UMKM karena pelanggan semakin banyak mencari informasi, berinteraksi, dan mengambil keputusan melalui kanal digital. Namun, digital marketing bukan sekadar membuat konten atau memasang iklan.

Strategi yang efektif harus menghubungkan seluruh perjalanan pelanggan: mulai dari menemukan, mempercayai, menghubungi, membeli, hingga melakukan pembelian kembali.

UMKM dapat memulainya dari hal sederhana: memperbaiki kehadiran di Google, membangun media sosial yang informatif, menyediakan WhatsApp yang responsif, menggunakan pembayaran digital, membuat konten berdasarkan kebutuhan pelanggan, kemudian menggunakan iklan setelah fondasi bisnis siap.

Pada akhirnya, pelaku UMKM tidak perlu lagi mempertanyakan, “Apakah UMKM perlu digital marketing?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Bagaimana UMKM dapat menggunakan digital marketing untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, meningkatkan penjualan, dan bertahan di tengah persaingan?”

Jika Anda membutuhkan strategi yang lebih terarah, Isee Digital Marketing dapat membantu bisnis memahami peluang digital, membangun strategi pemasaran, serta mengoptimalkan kanal digital berdasarkan tujuan bisnis.

digital marketing kebutuhan umkm
Dokumentasi kegiatan tim Isee Digital Marketing. (DOK. ISEE DIGITAL MARKETING)

Kunjungi website untuk mendapat insight dan informasi seputar digital marketing

Isee Digital Marketing

Untuk berkonsultasi langsung dengan admin, Anda juga dapat menghubungi

WhatsApp Isee Digital Marketing

Punya pertanyaan mengenai strategi digital marketing? Tulis komentar di kolom bawah ya!

Dipercaya oleh Partner Global

Google Partner
Meta Business
TikTok Shop