AI Search vs Google Search kini menjadi pembahasan penting bagi pelaku bisnis yang mengandalkan mesin pencari untuk menjangkau calon pelanggan. Perubahan perilaku pengguna internet membuat proses pencarian informasi tidak lagi sekadar mengetik kata kunci, membuka beberapa hasil, lalu memilih situs yang berada di posisi teratas. Kini, pengguna dapat memperoleh rangkuman jawaban, rekomendasi, perbandingan, hingga sumber informasi melalui fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Perubahan tersebut juga mulai terasa di Indonesia. Google telah menghadirkan AI Overviews di Indonesia sejak September 2024 dan kemudian memperluas pengalaman pencarian dengan AI Mode dalam bahasa Indonesia pada September 2025. Bahkan, pada 2026 Google terus mengembangkan pengalaman pencarian berbasis AI dengan kemampuan yang semakin interaktif.
Bagi pelaku bisnis, perkembangan ini justru mendorong mereka untuk memperbarui strategi SEO. Bisnis perlu mengikuti perkembangan mesin pencari dan menyesuaikan strategi konten agar calon pelanggan lebih mudah menemukan informasi, memperoleh informasi tepercaya, serta mengambil tindakan setelah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Perubahan Cara Orang Mencari Informasi di Internet
Pada awalnya, pengguna memasukkan kata kunci seperti “digital marketing Surabaya”, “jasa SEO Indonesia”, atau “harga website UMKM” untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan. Selanjutnya, Google menampilkan berbagai halaman yang menurut sistemnya paling sesuai dengan kebutuhan pencarian pengguna.
Sekarang, pola tersebut mulai berubah. Pengguna dapat menulis pertanyaan yang jauh lebih panjang dan spesifik. Misalnya, seseorang yang memiliki bisnis kuliner di Indonesia dapat bertanya, “Bagaimana cara meningkatkan penjualan restoran melalui Instagram dan Google tanpa mengeluarkan anggaran terlalu besar?”
Sistem pencarian berbasis AI memahami konteks pertanyaan, membaginya ke dalam beberapa subtopik, kemudian menggabungkan informasi dari berbagai sumber untuk menyusun jawaban. Google menjelaskan bahwa AI Mode menggunakan teknik pemecahan kueri atau query fan-out untuk menelusuri beberapa subtopik secara bersamaan sebelum menggabungkan informasi menjadi jawaban yang lebih komprehensif.
Akibatnya, bisnis tidak cukup hanya mengejar satu kata kunci. Bisnis juga perlu menyediakan informasi yang mampu menjawab berbagai pertanyaan calon pelanggan secara mendalam.
AI Search dan Google Search Memiliki Pola yang Berbeda
AI Search vs Google Search tidak selalu berarti dua mesin pencari yang sepenuhnya terpisah. Dalam perkembangan terbaru, keduanya justru semakin terintegrasi. Google sendiri memasukkan kemampuan AI ke dalam pengalaman Google Search sehingga pengguna tetap berada dalam ekosistem pencarian yang sama, tetapi mendapatkan cara baru untuk menemukan informasi.
Perbedaannya terletak pada cara sistem menyajikan informasi. Google Search tradisional cenderung memberikan daftar halaman, iklan, peta, video, gambar, dan berbagai fitur hasil pencarian. Sementara itu, fitur AI dapat menyusun informasi dari sejumlah sumber dan memberikan ringkasan sebelum pengguna membuka situs tertentu.
Berikut gambaran sederhananya:
| Aspek | Google Search Tradisional | Pencarian Berbasis AI |
|---|---|---|
| Cara pengguna mencari | Kata kunci atau pertanyaan | Pertanyaan panjang dan percakapan |
| Bentuk hasil | Daftar halaman dan fitur SERP | Ringkasan, jawaban, serta tautan sumber |
| Perilaku pengguna | Membandingkan beberapa hasil | Membaca jawaban lalu memilih sumber yang relevan |
| Fokus SEO | Ranking, relevansi, teknis, dan pengalaman pengguna | Ranking sekaligus kualitas, konteks, struktur, dan kredibilitas konten |
| Peluang bisnis | Mendapatkan kunjungan dari hasil pencarian | Mendapatkan visibilitas sebagai sumber yang dirujuk dan kunjungan lanjutan |
Meskipun formatnya berubah, prinsip SEO tetap memiliki peran besar. Google menyatakan bahwa praktik SEO dasar tetap relevan untuk fitur AI di Google Search. Bisnis perlu memastikan Google dapat mengindeks situs, memenuhi persyaratan teknis, serta menyediakan konten yang bermanfaat, andal, dan berorientasi pada pengguna.
Dampaknya terhadap Strategi SEO Bisnis
AI Search vs Google Search memberikan satu pelajaran penting: bisnis tidak lagi cukup membuat artikel hanya untuk mengejar posisi di halaman pertama. Karena itu, bisnis perlu membuat konten yang mampu memberikan jawaban nyata bagi pembaca.
Pelajari juga: AI dalam Digital Marketing 2026: Apa yang Berubah untuk Bisnis untuk memahami bagaimana perkembangan AI mendorong bisnis menyesuaikan strategi pemasarannya.
Pertama, bisnis perlu memperluas pemahaman terhadap search intent. Kata kunci “jasa digital marketing” misalnya memiliki maksud pencarian yang luas. Namun, calon pelanggan mungkin sebenarnya ingin mengetahui harga, layanan, manfaat, cara memilih agensi, hingga contoh strategi yang cocok untuk bisnis mereka.
Pelajari juga: Bagaimana AI Mengubah Cara Bisnis Mendapatkan Pelanggan di 2026 untuk memahami perubahan perilaku calon pelanggan dan strategi bisnis dalam memanfaatkan perkembangan AI.
Karena itu, satu artikel dapat mengembangkan beberapa pertanyaan yang masih berkaitan dengan topik utama. Pendekatan tersebut membuat konten lebih komprehensif sekaligus membantu mesin pencari memahami hubungan antarinformasi.
Kedua, bisnis perlu meningkatkan kualitas dan kredibilitas konten. Jangan sekadar menulis ulang informasi dari situs lain. Tambahkan pengalaman, data, contoh kasus, pendapat ahli, langkah praktis, dan informasi lokal yang relevan.
Ketiga, bisnis perlu menyusun artikel dengan struktur yang teratur. Buat judul dan subjudul yang jelas, sampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana, lalu gunakan daftar poin dan tabel agar pembaca dapat memahami isi artikel dengan cepat.
Keempat, bisnis perlu memperkuat local SEO. Bagi bisnis Indonesia, informasi seperti lokasi layanan, area operasional, nomor kontak, jam layanan, jenis produk, serta pengalaman menangani pelanggan lokal dapat menjadi nilai tambah.
Contoh Perubahan yang Mulai Terlihat di Indonesia
Perkembangan pencarian AI di Indonesia bukan sekadar wacana. Pada September 2024, Google memperluas AI Overviews ke Indonesia. Menurut Google, fitur tersebut membantu pengguna memahami pertanyaan kompleks sekaligus menemukan sumber web yang relevan.
Pelajari juga: Tren Digital Marketing Indonesia 2026 yang Mulai Mengubah Strategi Bisnis untuk melihat berbagai perkembangan digital marketing di Indonesia yang mendorong bisnis menyesuaikan strategi pemasarannya.
Setahun kemudian, Google menghadirkan AI Mode dalam Bahasa Indonesia. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks dan melanjutkan percakapan untuk menggali informasi secara lebih mendalam.
Perkembangan tersebut semakin relevan bagi bisnis lokal. Bayangkan calon pelanggan di Indonesia sedang mencari informasi tentang “cara memilih jasa digital marketing untuk UMKM”. Sebelumnya, calon pelanggan mungkin membuka beberapa artikel lalu membandingkan informasi dari setiap sumber. Kini, fitur AI dapat menyusun berbagai informasi menjadi satu rangkuman sehingga calon pelanggan dapat memilih sumber yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Situasi ini membuat kualitas konten semakin penting. Ketika sebuah situs menyajikan informasi yang lengkap, jelas, dan relevan, konten tersebut dapat menarik perhatian calon pelanggan serta mendorong mereka menjadikan situs itu sebagai salah satu sumber informasi dalam proses pencarian.
Bahkan, perkembangan pencarian AI juga mulai merambah pengalaman belanja. Pada Maret 2026, Google mengumumkan pengalaman penemuan produk berbasis AI di Indonesia yang memungkinkan pengguna menemukan produk, membandingkan harga, dan memperoleh rekomendasi dengan bahasa sehari-hari.
Artinya, perubahan pencarian tidak hanya memengaruhi media atau situs informasi. Bisnis ritel, UMKM, perusahaan jasa, bisnis kuliner, hingga perusahaan B2B juga perlu mempersiapkan diri.
Cara Bisnis Membangun Strategi SEO yang Efektif
AI Search dan Google Search tidak mengharuskan bisnis memilih salah satunya. Bisnis justru perlu memperkuat fondasi SEO sekaligus membuat konten yang membantu pengguna menemukan dan memahami informasi dengan lebih mudah.
Berikut beberapa langkah yang dapat bisnis lakukan untuk memperkuat strategi SEO.
1. Buat Konten Berdasarkan Pertanyaan Pengguna
Mulailah dengan mengenali kebutuhan dan persoalan calon pelanggan. Jangan hanya berfokus pada kata kunci dengan volume pencarian tinggi. Telusuri juga pertanyaan yang sering muncul sebelum dan setelah calon pelanggan menggunakan produk atau layanan tertentu.
Contohnya, bisnis jasa SEO dapat membuat konten tentang cara kerja SEO, biaya SEO, manfaat SEO, kesalahan SEO, hingga cara memilih penyedia jasa SEO yang terpercaya.
2. Jawab Pertanyaan Secara Langsung
Letakkan jawaban utama di bagian awal agar pembaca dapat segera menemukan informasi yang mereka cari. Selanjutnya, jelaskan topik secara lebih rinci dengan menambahkan contoh, data, dan konteks yang relevan. Cara ini membantu pembaca memahami inti pembahasan dengan cepat tanpa perlu membaca seluruh artikel terlebih dahulu.
3. Bangun Topical Authority
Jangan hanya membuat satu artikel untuk satu topik. Bangun kelompok konten yang saling terhubung.
Misalnya, bisnis digital marketing dapat membangun satu kelompok konten mengenai SEO, kemudian mengembangkannya menjadi artikel tentang keyword research, technical SEO, local SEO, content marketing, Google Business Profile, dan pengukuran performa.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa situs memiliki pembahasan yang luas dan mendalam pada bidang tertentu.
4. Perkuat Kredibilitas Website
Cantumkan informasi bisnis dengan jelas. Tampilkan profil perusahaan, kontak, alamat atau area layanan, pengalaman, portofolio, dan informasi pendukung lainnya.
Selain itu, perbarui artikel lama ketika data atau praktik dalam pembahasan mengalami perubahan. Jangan biarkan informasi yang sudah tidak relevan mengurangi kenyamanan pembaca saat membaca konten.
5. Jangan Mengabaikan SEO Teknis
Perkembangan pencarian berbasis AI tidak mengurangi pentingnya SEO teknis. Bisnis tetap perlu membangun struktur situs yang rapi, memastikan mesin pencari dapat mengakses halaman dengan lancar, menjaga kecepatan situs, serta memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Google sendiri menegaskan bahwa bisnis perlu memastikan Google dapat mengindeks halaman yang ingin muncul sebagai tautan pendukung dalam fitur AI.
Apakah SEO Tradisional Masih Penting?
Jawabannya adalah ya. Bisnis sebaiknya melihat AI Search vs Google Search sebagai perkembangan dalam cara pengguna menemukan informasi, bukan sebagai alasan untuk meninggalkan SEO.
Pelajari juga: Apakah SEO Masih Penting Setelah Munculnya AI Search untuk memahami alasan SEO tetap relevan dan bagaimana bisnis dapat menyesuaikan strateginya di tengah perkembangan pencarian berbasis AI.
Google bahkan secara khusus menyatakan bahwa praktik terbaik SEO tetap menjadi dasar untuk mendapatkan visibilitas pada fitur AI di Search.
Oleh karena itu, bisnis sebaiknya tidak terlalu fokus mengejar istilah baru seperti AEO atau GEO tanpa memahami fondasi SEO terlebih dahulu. Konten yang bermanfaat, struktur situs yang baik, pengalaman pengguna, kredibilitas, dan relevansi tetap menjadi dasar.
Yang berubah adalah cara bisnis perlu menyusun konten. Artikel tidak hanya harus menarik mesin pencari, tetapi juga harus mampu memberikan jawaban yang jelas kepada manusia dan konteks yang cukup bagi sistem AI.
Saatnya Bisnis Indonesia Beradaptasi
Perubahan pencarian berlangsung secara bertahap, tetapi dampaknya terhadap pemasaran digital dapat semakin besar. Pengguna Indonesia sudah mendapatkan akses terhadap berbagai fitur pencarian berbasis AI, sehingga pola menemukan informasi berpotensi terus berkembang.
Pelajari juga: Cara Bisnis Beradaptasi dengan Perubahan Pencarian Google dan AI untuk mengetahui strategi yang dapat membantu bisnis tetap terlihat dan bersaing ketika perilaku pengguna berubah.
Bagi pemilik bisnis, kondisi ini justru membuka peluang baru. Konten yang benar-benar bermanfaat dapat menjangkau calon pelanggan melalui berbagai jalur. Sebuah artikel tidak hanya bertujuan mendatangkan pengunjung dari mesin pencari, tetapi juga membantu calon pelanggan mengenali produk atau layanan yang bisnis tawarkan.
Karena itu, mulai sekarang fokuskan strategi SEO pada kualitas, relevansi, kredibilitas, dan kebutuhan pengguna. Hindari membuat artikel secara massal hanya untuk memenuhi jumlah publikasi. Sebaliknya, buat konten yang mampu menjawab pertanyaan nyata dan memberikan alasan bagi pembaca untuk mempercayai bisnis Anda.
Ingin mengetahui bagaimana strategi SEO dan digital marketing dapat membantu bisnis Anda berkembang di era pencarian berbasis AI? Kunjungi www.iseedigitalmarketing.com untuk menemukan informasi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Masih bingung menentukan strategi digital marketing yang tepat untuk bisnis Anda? Hubungi admin ISEE Digital Marketing melalui WhatsApp di wa.me/6289508029834 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Perkembangan pencarian berbasis AI membawa perubahan besar terhadap cara pengguna menemukan dan mengonsumsi informasi. Namun, perubahan tersebut tidak berarti SEO kehilangan relevansinya. Justru, bisnis perlu menggabungkan fondasi SEO dengan strategi konten yang lebih informatif, kontekstual, kredibel, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Di Indonesia, Google telah menghadirkan AI Overviews, AI Mode dalam Bahasa Indonesia, serta berbagai fitur pencarian dan belanja berbasis AI.
Dengan demikian, bisnis perlu mengubah strategi SEO dari sekadar mengejar peringkat menjadi upaya membangun sumber informasi yang benar-benar bernilai. Bisnis yang mampu memahami pertanyaan pelanggan, memberikan jawaban berkualitas, memperkuat kredibilitas, dan menjaga fondasi teknis website akan memiliki peluang lebih baik untuk tetap terlihat di tengah perubahan ekosistem pencarian.